@kamiradewa: MasyaAllah,begitu bahagia nya koa dan cio udah lihat villa nya di madinah @Celineevangelista #villadimadinah #umroh #madinah #mekkah #celineevangelista

Assisten Celine Evangelista
Assisten Celine Evangelista
Open In TikTok:
Region: ID
Monday 05 October 2026 00:39:39 GMT
409423
20456
566
199

Music

Download

Comments

hairaaini1
🫶Ibu 7 anak🫰 :
MasyaAllah amalan apa yg dibuat celine evangelista sehingga ia bisa dapt tempat tinggal di Madinah...
2026-10-05 01:59:46
451
gatau.saya21
gatau saya :
BUKAN NYA ANAK NYA EMPAT KOK YG D LIATIN CUMA DUA YG DUA K MANA
2026-10-05 03:18:00
53
13.03.2026married
محمد المصري :
jangan berkata komen jelek. karena akan kembali kepada diri sendiri. berdoalah agar kita bisa tinggal di Medinah Mekah atau di Palestine Gaza. tempat paling aman di akhir dzaman. arema semua negara tidak ada yang aman kecuali tanah yang sudah ditakdirkan Allah di jaga di muka bumi ini.
2026-10-06 00:03:41
64
desikhiong
Desy aryani :
Masyaallah aura Celine Evangelista makin ke sini makin positif vibes nya👍🥰🥰
2026-10-05 02:53:39
6
putriponti2
🇮🇩 Camelia 907 🇮🇩 :
di dunia saja derajatnya di angkat Allah apa lagi di akherat . teruslah beriman .Allah selalu menjaga mu
2026-10-06 00:04:56
70
yusniar.hsb
Yusniar Hsb :
Masyaallah tabarakallah senang banget tentunya lihat hijrahnya Celin
2026-10-07 11:38:56
2
anggi96429
sienai 🍼🍼🍼 :
duit nya dari mana ya
2026-10-05 11:52:28
9
ld_huzler
LD_Huzler :
masya Allah, allahuma sholiala Muhammad
2026-10-05 01:43:42
11
mirnaghania
Mirna I Beauty :
pasti di sarek sultana
2026-10-05 09:49:38
2
koming1626
Hakuna matata :
Kerja apa dia ini ya
2026-10-05 06:09:19
2
pejuang555rupiah
pejuang rupiah :
Ada warga Jakarta Timur Cijantung bisa minta rezeki makanannya sepiring? saya gk minta uang cmn minta makan, tuker dgn tenaga saya cuci baju atau bebenah rumah kaka🙏 udh nyari kerjaan sana sini blm juga dapet, perut udh gk bisa di ajak kompromi 🥹 biar kaka gk su'udzon sama saya. posisi saya skrg di jakarta timur kalau mau ketemu🙏🏽
2026-10-05 02:44:13
11
iininayah406
2020 :
masya Allah Tabarakallah Alhamdulillah liatnya seneng banget......semoga ketularan bisa punya rumah di madinah kaya mba selin Yaa Allah 🤲🤲🤲🥰🥰🥰🥰🥰🥰
2026-10-05 01:59:43
77
mygirl_667
Baby girl :
Masyaallah semoga rezekinya nular ya Allah.. Aamiinnnnnn
2026-10-05 01:40:46
45
anggiana.ukeh
Anggiana Ukeh :
mudah mudahan JD anak anak yg Sholeh..
2026-10-05 22:42:07
6
nuliatipalewai
nupal :
Allah selalu punya cara untuk mengangkat derajat seorang wanita Masyaa Allah tabarakallah semoga tetap Istiqomah 🥰
2026-10-05 05:15:53
5
udianawidodo
udianawidodo :
MaasyaAllah.. semoga anak2 betah dn selalu sehat semua[Tangan terbuka][Menghangatkan hati]
2026-10-05 01:07:32
8
meledax66
meledax :
Masyaalloh ba selin sehat selalu di jaga setiap langkahnya ba selin sekeluarga Aminn
2026-10-06 01:54:00
3
emakshachay.10
Sha & Chay 🌷 :
masyaallah udh istiqomah diliat kok adem hidupnya udh gk neko2
2026-10-05 03:44:01
3
jsmn_801
@jenna80# :
masya allah semoga kalian berlimpah rezeki ya
2026-10-05 03:11:13
4
hartati123456
hartati123456 :
anaknya yg cewek kok jarang ditampilkan apakah mereka juga ikut pindah ke Madinah juga
2026-10-06 08:47:13
3
12hany12
RRR :
maaf anak yg cewenya ikut pindah ke arab atau d indonesia ka
2026-10-06 10:55:14
1
itairsam
ALFATEHAH❤️❤️❤️ :
Alhamdulillah bisa Istiqomah da n benar benar di jalan Allah dan semogah sampai ajal menjemput
2026-10-05 23:38:02
2
munawwarah81
Hj munawarah :
nnti ank nya JD faseh BHS arab n englus itu mmg SDH bgs keseharian mrk + BHS arab
2026-10-06 03:40:26
1
cappucina05
cookiesdough :
Masya Allah ikut senang mlihatnya
2026-10-06 02:22:20
1
chomsahflower1
Username :
Masya Allah Tabarakallah
2026-10-05 01:24:57
1
To see more videos from user @kamiradewa, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kematian prajurit TNI AU Serda Ahmad Muzammil Farisa menyisakan duka sekaligus tanda tanya bagi keluarga setelah diduga mengalami penganiayaan oleh empat seniornya di asrama hingga meninggal dunia, Kamis 10 September 2026. Dugaan penganiayaan tersebut kini tengah diselidiki Polisi Militer TNI Angkatan Udara (Pomau). Empat personel yang diduga terlibat juga telah menjalani pemeriksaan dalam berita acara pemeriksaan (BAPK). Ayah Serda Ahmad, Toni Eko Prasetyo, mengungkapkan putranya diduga dianiaya oleh empat senior saat berada di asrama. Keempat personel tersebut masing-masing berinisial Serda MTSA, Serda JM, Serda MAD, dan Serda AH. Mereka masih menjalani pemeriksaan untuk mendalami dugaan penganiayaan yang berujung pada kematian Serda Ahmad. “Saya dapat laporan pelaku empat orang senior anak saya,” ujar Toni, Jumat dini hari 11 September 2026. Menurut informasi yang diterima Toni dari sejumlah pihak, persoalan tersebut diduga bermula ketika Serda Ahmad diminta seniornya membeli makanan. Namun, makanan yang dibawa disebut tidak sesuai dengan permintaan. Serda Ahmad disebut diminta membeli mi kuah, tetapi justru membawa mi goreng. “Dari informasi yang saya dapat anak saya disuruh membeli makanan yang tidak sesuai permintaan senior. Mintanya mi kuah namun diberikan mi goreng,” tutur Toni dengan mata sembab. Toni juga mengatakan dugaan penganiayaan terhadap putranya terjadi dalam dua waktu berbeda. Peristiwa pertama disebut berlangsung pada Rabu 9 September 2026 sekitar pukul 23.00 WIB. Sedangkan dugaan penganiayaan kedua disebut terjadi pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. “Info yang saya dapat ada dua kali waktu penganiayaan yang pertama pukul 23.00 WIB dan yang kedua setelah itu dini hari nya pukul 03.00 WIB,” terang Toni yang menjabat sebagai Kabag Protokol Pemkab Magetan. Kabar kematian Serda Ahmad pertama kali diterima Toni sekitar pukul 04.00 WIB dari salah seorang rekan putranya. Saat itu, informasi awal yang diterima keluarga menyebut Serda Ahmad meninggal akibat kecelakaan. Namun, tidak lama kemudian Toni mendapat informasi lain dari rekan putranya. Informasi tersebut menyebut kematian Serda Ahmad diduga berkaitan dengan penganiayaan oleh senior. “Saya dapat info saat sudah meninggal pukul 03.00 WIB. Saya dihubungi oleh temannya almarhum pukul 04.00 WIB,” lanjutnya. “Pukul 04.00 WIB saya dihubungi bahwa anak saya meninggal dunia karena kecelakaan. Tapi ada teman lainnya menginfokan jika tidak kecelakaan tapi dianiaya senior,” imbuh Toni. Sebelum dipulangkan ke rumah duka di Desa Jonggrang, Kecamatan Barat, Magetan, jenazah Serda Ahmad menjalani proses autopsi di Jakarta. Toni mengatakan keluarga juga memperoleh informasi mengenai adanya luka pada tubuh putranya. Informasi tersebut semakin menguatkan permintaan keluarga agar penyebab kematian Serda Ahmad diusut secara menyeluruh. “Luka di wajah bagian dagu dan bagian dada infonya,” jelas Toni. Toni meminta Presiden Prabowo Subianto, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), hingga pihak terkait memastikan kasus kematian putranya diproses secara adil dan transparan. Ia berharap apabila dugaan penganiayaan tersebut terbukti, para pelaku mendapatkan sanksi berat. Toni juga meminta agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di lingkungan TNI AU. “Mohon kepada pak Presiden (Prabowo), pak KSAU, juga Kadis Psikologi yang jadi induk kantor anak saya. Mohon dengan hormat agar pelaku penganiayaan anak saya dituntut seadil-adilnya,” kata Toni. “Kami terus terang menuntut keadilan. Apalagi kejadian di Mabes TNI AU, jadi istilahnya jadi percontohan nasional,” ujar Toni. “Harapan kami pada pelaku putusan sanksi yang berat kepada pelaku dan berharap tidak terulang lagi kejadian yang memakan nyawa prajurit anak tidak berdosa,” imbuhnya. Sumber: Memoindonesia.com #ahmadmuzammulfarisa #tniau #senior #mie #fyp
Kematian prajurit TNI AU Serda Ahmad Muzammil Farisa menyisakan duka sekaligus tanda tanya bagi keluarga setelah diduga mengalami penganiayaan oleh empat seniornya di asrama hingga meninggal dunia, Kamis 10 September 2026. Dugaan penganiayaan tersebut kini tengah diselidiki Polisi Militer TNI Angkatan Udara (Pomau). Empat personel yang diduga terlibat juga telah menjalani pemeriksaan dalam berita acara pemeriksaan (BAPK). Ayah Serda Ahmad, Toni Eko Prasetyo, mengungkapkan putranya diduga dianiaya oleh empat senior saat berada di asrama. Keempat personel tersebut masing-masing berinisial Serda MTSA, Serda JM, Serda MAD, dan Serda AH. Mereka masih menjalani pemeriksaan untuk mendalami dugaan penganiayaan yang berujung pada kematian Serda Ahmad. “Saya dapat laporan pelaku empat orang senior anak saya,” ujar Toni, Jumat dini hari 11 September 2026. Menurut informasi yang diterima Toni dari sejumlah pihak, persoalan tersebut diduga bermula ketika Serda Ahmad diminta seniornya membeli makanan. Namun, makanan yang dibawa disebut tidak sesuai dengan permintaan. Serda Ahmad disebut diminta membeli mi kuah, tetapi justru membawa mi goreng. “Dari informasi yang saya dapat anak saya disuruh membeli makanan yang tidak sesuai permintaan senior. Mintanya mi kuah namun diberikan mi goreng,” tutur Toni dengan mata sembab. Toni juga mengatakan dugaan penganiayaan terhadap putranya terjadi dalam dua waktu berbeda. Peristiwa pertama disebut berlangsung pada Rabu 9 September 2026 sekitar pukul 23.00 WIB. Sedangkan dugaan penganiayaan kedua disebut terjadi pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. “Info yang saya dapat ada dua kali waktu penganiayaan yang pertama pukul 23.00 WIB dan yang kedua setelah itu dini hari nya pukul 03.00 WIB,” terang Toni yang menjabat sebagai Kabag Protokol Pemkab Magetan. Kabar kematian Serda Ahmad pertama kali diterima Toni sekitar pukul 04.00 WIB dari salah seorang rekan putranya. Saat itu, informasi awal yang diterima keluarga menyebut Serda Ahmad meninggal akibat kecelakaan. Namun, tidak lama kemudian Toni mendapat informasi lain dari rekan putranya. Informasi tersebut menyebut kematian Serda Ahmad diduga berkaitan dengan penganiayaan oleh senior. “Saya dapat info saat sudah meninggal pukul 03.00 WIB. Saya dihubungi oleh temannya almarhum pukul 04.00 WIB,” lanjutnya. “Pukul 04.00 WIB saya dihubungi bahwa anak saya meninggal dunia karena kecelakaan. Tapi ada teman lainnya menginfokan jika tidak kecelakaan tapi dianiaya senior,” imbuh Toni. Sebelum dipulangkan ke rumah duka di Desa Jonggrang, Kecamatan Barat, Magetan, jenazah Serda Ahmad menjalani proses autopsi di Jakarta. Toni mengatakan keluarga juga memperoleh informasi mengenai adanya luka pada tubuh putranya. Informasi tersebut semakin menguatkan permintaan keluarga agar penyebab kematian Serda Ahmad diusut secara menyeluruh. “Luka di wajah bagian dagu dan bagian dada infonya,” jelas Toni. Toni meminta Presiden Prabowo Subianto, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), hingga pihak terkait memastikan kasus kematian putranya diproses secara adil dan transparan. Ia berharap apabila dugaan penganiayaan tersebut terbukti, para pelaku mendapatkan sanksi berat. Toni juga meminta agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di lingkungan TNI AU. “Mohon kepada pak Presiden (Prabowo), pak KSAU, juga Kadis Psikologi yang jadi induk kantor anak saya. Mohon dengan hormat agar pelaku penganiayaan anak saya dituntut seadil-adilnya,” kata Toni. “Kami terus terang menuntut keadilan. Apalagi kejadian di Mabes TNI AU, jadi istilahnya jadi percontohan nasional,” ujar Toni. “Harapan kami pada pelaku putusan sanksi yang berat kepada pelaku dan berharap tidak terulang lagi kejadian yang memakan nyawa prajurit anak tidak berdosa,” imbuhnya. Sumber: Memoindonesia.com #ahmadmuzammulfarisa #tniau #senior #mie #fyp

About