@alahriski: engker parah #tulungagung24jam

𝒌 𝒊 𝒌 𝒐 𝒌 ⁹⁹⁹⁺
𝒌 𝒊 𝒌 𝒐 𝒌 ⁹⁹⁹⁺
Open In TikTok:
Region: ID
Monday 05 October 2026 04:50:45 GMT
41176
3766
44
232

Music

Download

Comments

ipannn712
ipang :
asline polisi ne seneng pol iku 🤣
2026-10-05 07:47:03
190
reiji2ndlv
￴ :
When yh when yh
2026-10-05 09:49:51
1
_nauflbaik
 :
soswit banget mas diboncengin🥰
2026-10-05 07:43:22
46
chkojm9mlh
Chk? :
di rangkul mas ben mesra😭
2026-10-05 09:14:04
17
mhrsfkrza
H2741 :
👮:enak juga kereta mu ya lekk
2026-10-05 09:52:12
5
arfi4n_ab
𝙀𝙇666 :
sama mas
2026-10-05 10:47:28
1
rrmbringkil
RRM⚡ :
asline seng nyoper Marem kui 😭
2026-10-05 06:38:26
10
9illang_
Akun tidak ditemukan :
Payohh
2026-10-05 10:21:22
1
eizz_s
cop busi geseng :
video terakhir ki
2026-10-05 07:45:48
1
rafi.albaiti
Rafi Albaiti :
bejir🗿
2026-10-05 09:19:45
1
4allvn
PALdongo :
ga up vt artinya
2026-10-05 11:09:08
0
imisbeckax2
𝙞𝙨 𝘼𝙓🇷🇺 :
𝙮𝙜 𝙥𝙤𝙡𝙞𝙨𝙞 𝙧𝙖𝙨𝙖𝙠𝙖𝙣 : 𝙣𝙟𝙞𝙧𝙧 𝙜𝙪𝙖 𝙠𝙚𝙘𝙚 𝙗𝙖𝙣𝙜𝙚𝙩
2026-10-05 08:51:02
1
dymbroo1922
filpyre :
hahha wes ngalami lewat kota.. kapokk.. wes giah
2026-10-05 09:26:22
1
davianzzz
yanxgood :
kok ke cekel mas
2026-10-05 07:22:13
1
setengah_rolas777
kiko is here 🫩 :
namamu hampir sama dengan nama ku bg
2026-10-05 08:29:23
1
rifai.sesss
Rifai sesss :
kondisi mu sak Iki piy ms
2026-10-05 07:44:45
1
mxanthasena._
EmakGarage. id :
🤘🏻🤘🏻🤘🏻🤘🏻🤘🏻
2026-10-05 05:56:05
1
arya.wasesa4
🅰️rya :
2026-10-05 05:16:09
0
farikabrar
fariik :
2026-10-05 08:42:54
0
cb_gengsi8
ALEX :
alhamdulillah
2026-10-05 10:51:23
0
4qel_17
💫 :
2026-10-05 11:08:56
0
pnyakk19
19 :
malming kmrin
2026-10-05 10:05:06
0
wan_kiii
plenger final🚀 :
gimana kondisi semarang bro
2026-10-05 10:56:14
0
mamoaja9
sv mamo naek ninja std porting :
mning
2026-10-05 05:38:03
0
To see more videos from user @alahriski, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

DEMAK, LINGKAR TV – Pemerintah Kabupaten Demak terus berupaya menertibkan usaha karaoke yang diduga menyediakan layanan prostitusi. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) juga rutin menggelar razia untuk menutup tempat usaha yang dianggap melanggar ketentuan. Namun, upaya penertiban tersebut sempat mendapat penolakan dari salah seorang pengelola tempat karaoke. Dalam sebuah video yang diunggah di Instagram, terlihat seorang pria mengenakan topi merah yang diduga merupakan pengelola tempat karaoke menolak usahanya ditutup oleh petugas. Pria tersebut menyampaikan argumentasi dengan mengaitkan keberadaan tempat karaoke dan aktivitas yang dianggap buruk dengan konsep keseimbangan antara kebaikan dan keburukan. “...ada rembulan, ada matahari. Ada surga, ada neraka. Lah kalau kok suruh orang yang baik semua, ya sudah kiamat sejak dulu toh, Pak? Lah nerakanya yang ngisi siapa? Orang jelek semua ya sudah kiamat sejak dulu. Ya toh, harus ada keseimbangan,” katanya. Saat petugas menanyakan apakah dirinya menolak penutupan, pria tersebut menjawab tegas bahwa dirinya menolak. “Berarti ini jenengan menolak?” tanya petugas. “Ya menolak!” “Alasannya?” “Alasannya karena ini kan hak milik saya...” Pernyataan tersebut kemudian dikaitkan dengan isu pemberantasan korupsi dan kondisi lembaga pemasyarakatan, khususnya setelah adanya inspeksi mendadak Ombudsman RI di Lapas Kelas IIA Cibinong. Dalam sidak tersebut, ditemukan adanya perbedaan kondisi hunian antara narapidana umum dan sejumlah narapidana kasus korupsi maupun narapidana yang disebut sebagai kelompok elite. Fasilitas yang ditemukan antara lain pendingin ruangan, kulkas, sofa, televisi berukuran besar, fasilitas olahraga, hingga area simulator golf. Kondisi tersebut kemudian menjadi sorotan karena dinilai menunjukkan adanya kesenjangan fasilitas di dalam lembaga pemasyarakatan. Tulisan tersebut juga mengaitkan fenomena itu dengan konsep Privatio Boni dalam pemikiran Santo Agustinus, yakni pandangan mengenai kejahatan sebagai ketiadaan kebaikan. Dalam sudut pandang tersebut, keberadaan kejahatan disebut dapat menjadi pembanding untuk memahami nilai kebaikan. Namun, narasi tersebut disampaikan secara satiris dengan mengaitkannya dengan keberadaan korupsi dan para pelaku tindak pidana korupsi. Argumentasi tentang “keseimbangan” tersebut kemudian digunakan untuk menyindir kondisi ketika pelaku korupsi masih dapat menikmati fasilitas tertentu di dalam lapas, sementara narapidana lain menjalani hukuman dengan kondisi yang jauh lebih sederhana. Narasi tersebut ditutup dengan sindiran bahwa jika seluruh pejabat menjadi jujur dan tidak melakukan korupsi, maka sejumlah institusi penegakan hukum akan kehilangan pekerjaan dan sistem yang selama ini berjalan akan kehilangan “keseimbangannya”. Tonton Berita Selengkapnya di Televisi Digital Lingkar TV Sumber: Twitter Info Jateng Sosial Media: Ghani Ramadhan #beritaviral #jateng #demak #lingkartv #karaoke
DEMAK, LINGKAR TV – Pemerintah Kabupaten Demak terus berupaya menertibkan usaha karaoke yang diduga menyediakan layanan prostitusi. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) juga rutin menggelar razia untuk menutup tempat usaha yang dianggap melanggar ketentuan. Namun, upaya penertiban tersebut sempat mendapat penolakan dari salah seorang pengelola tempat karaoke. Dalam sebuah video yang diunggah di Instagram, terlihat seorang pria mengenakan topi merah yang diduga merupakan pengelola tempat karaoke menolak usahanya ditutup oleh petugas. Pria tersebut menyampaikan argumentasi dengan mengaitkan keberadaan tempat karaoke dan aktivitas yang dianggap buruk dengan konsep keseimbangan antara kebaikan dan keburukan. “...ada rembulan, ada matahari. Ada surga, ada neraka. Lah kalau kok suruh orang yang baik semua, ya sudah kiamat sejak dulu toh, Pak? Lah nerakanya yang ngisi siapa? Orang jelek semua ya sudah kiamat sejak dulu. Ya toh, harus ada keseimbangan,” katanya. Saat petugas menanyakan apakah dirinya menolak penutupan, pria tersebut menjawab tegas bahwa dirinya menolak. “Berarti ini jenengan menolak?” tanya petugas. “Ya menolak!” “Alasannya?” “Alasannya karena ini kan hak milik saya...” Pernyataan tersebut kemudian dikaitkan dengan isu pemberantasan korupsi dan kondisi lembaga pemasyarakatan, khususnya setelah adanya inspeksi mendadak Ombudsman RI di Lapas Kelas IIA Cibinong. Dalam sidak tersebut, ditemukan adanya perbedaan kondisi hunian antara narapidana umum dan sejumlah narapidana kasus korupsi maupun narapidana yang disebut sebagai kelompok elite. Fasilitas yang ditemukan antara lain pendingin ruangan, kulkas, sofa, televisi berukuran besar, fasilitas olahraga, hingga area simulator golf. Kondisi tersebut kemudian menjadi sorotan karena dinilai menunjukkan adanya kesenjangan fasilitas di dalam lembaga pemasyarakatan. Tulisan tersebut juga mengaitkan fenomena itu dengan konsep Privatio Boni dalam pemikiran Santo Agustinus, yakni pandangan mengenai kejahatan sebagai ketiadaan kebaikan. Dalam sudut pandang tersebut, keberadaan kejahatan disebut dapat menjadi pembanding untuk memahami nilai kebaikan. Namun, narasi tersebut disampaikan secara satiris dengan mengaitkannya dengan keberadaan korupsi dan para pelaku tindak pidana korupsi. Argumentasi tentang “keseimbangan” tersebut kemudian digunakan untuk menyindir kondisi ketika pelaku korupsi masih dapat menikmati fasilitas tertentu di dalam lapas, sementara narapidana lain menjalani hukuman dengan kondisi yang jauh lebih sederhana. Narasi tersebut ditutup dengan sindiran bahwa jika seluruh pejabat menjadi jujur dan tidak melakukan korupsi, maka sejumlah institusi penegakan hukum akan kehilangan pekerjaan dan sistem yang selama ini berjalan akan kehilangan “keseimbangannya”. Tonton Berita Selengkapnya di Televisi Digital Lingkar TV Sumber: Twitter Info Jateng Sosial Media: Ghani Ramadhan #beritaviral #jateng #demak #lingkartv #karaoke

About