@alvarocollections: Join dilive yuk

Alvarocollection
Alvarocollection
Open In TikTok:
Region: ID
Monday 05 October 2026 05:08:07 GMT
6146
57
7
27

Music

Download

Comments

yayah587mrs
nindi :
yg cowo pake size apah ka
2026-10-05 09:28:24
0
tiina12_
Tin@ :
Ibu bb 82kg tinggi 155 Ayah bb 67kg koko cwo usia 13 tahun bb 50kg koko cwo usia 4 tahun 1/2 bb 17kg ngambilnya ukuran apa kk.. aku takut salah co😁
2026-10-05 05:52:48
0
mala..66
mala 001 :
lauching nya kapan
2026-10-05 07:15:20
0
To see more videos from user @alvarocollections, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

ASKARA.CO - Seragam loreng boleh dilepas, tetapi pengabdian tidak harus berakhir. Prinsip itulah yang menjadi bagian dari perjalanan Mayjen TNI Mar (Purn) Bambang Sutrisno, S.H., M.Tr.(Han) setelah lebih dari tiga dekade mengabdi sebagai prajurit Korps Marinir TNI AL. “Pengabdian tidak berhenti ketika seragam dilepas. Pengabdian berubah bentuk, tetapi semangatnya tetap sama.” Lahir di Kediri, 16 April 1965, Bambang menempuh pendidikan di Akademi Angkatan Laut (AAL), Seskoal, Sesko TNI hingga Lemhannas RI. Kariernya banyak bersentuhan dengan tugas operasi dan kepemimpinan. Ia pernah dipercaya memimpin Brigif 2 Marinir Cilandak, kemudian menjadi Danlantamal XI Merauke. Pengabdiannya berlanjut sebagai Kadispotmaral dan Dankorsis Sesko TNI, sebelum dipercaya menjadi Tenaga Pengkaji Bidang Politik Lemhannas RI. Dengan latar belakang S1 Hukum dan S2 Pertahanan Universitas Pertahanan RI, pengalaman tersebut membentuk perspektifnya tentang kepemimpinan, pertahanan, politik, hukum, serta persoalan bangsa. Pensiun, Berganti Medan Pengabdian Memasuki masa purnatugas, Bambang tidak memilih berhenti. Medan pengabdiannya bergeser ke olahraga, dunia usaha, pendidikan, sosial dan pemberdayaan masyarakat. Di PB LEMKARI, ia dipercaya sebagai Ketua Umum periode 2025–2029. Baginya, karate bukan sekadar olahraga, tetapi juga sarana membangun disiplin, keberanian dan karakter generasi muda. Di KADIN Indonesia, Bambang menjalankan amanah sebagai Wakil Ketua Umum, termasuk dalam bidang kajian potensi daerah. Ia juga terlibat dalam sejumlah yayasan dan lembaga, antara lain Yayasan Al Hakim BSD, Yayasan Estu Utomo, IDC3 dan Yayasan Bhakti Bela Negara, dengan kegiatan yang mencakup pendidikan, dakwah, pertanian dan pemberdayaan masyarakat. Benang merahnya tetap sama: membangun manusia dan memberi manfaat. Integritas sebagai Pegangan Bambang membawa nilai yang sama dari dunia militer ke ruang pengabdian sipil: integritas, profesionalisme, loyalitas, kebersamaan dan kebermanfaatan. Baginya, kepemimpinan bukan hanya soal jabatan, tetapi bagaimana membangun organisasi, bekerja bersama dan memastikan kehadiran seseorang memberi manfaat bagi masyarakat. Dulu ia memimpin prajurit. Kini ia membangun organisasi, membina generasi muda, mendorong potensi daerah dan membuka ruang pemberdayaan masyarakat. Medannya berubah, tetapi prinsipnya tetap. Pensiun bukan akhir pengabdian. Ia hanya pergantian medan. Dari seragam loreng menuju ruang masyarakat, dari komando menuju kolaborasi, dan dari tugas kemiliteran menuju kontribusi melalui olahraga, pendidikan, ekonomi dan pemberdayaan. Pegangan Bambang sederhana: “Pengabdi Tanpa Batas.” Untuk bangsa, organisasi, masyarakat, dan Indonesia.
ASKARA.CO - Seragam loreng boleh dilepas, tetapi pengabdian tidak harus berakhir. Prinsip itulah yang menjadi bagian dari perjalanan Mayjen TNI Mar (Purn) Bambang Sutrisno, S.H., M.Tr.(Han) setelah lebih dari tiga dekade mengabdi sebagai prajurit Korps Marinir TNI AL. “Pengabdian tidak berhenti ketika seragam dilepas. Pengabdian berubah bentuk, tetapi semangatnya tetap sama.” Lahir di Kediri, 16 April 1965, Bambang menempuh pendidikan di Akademi Angkatan Laut (AAL), Seskoal, Sesko TNI hingga Lemhannas RI. Kariernya banyak bersentuhan dengan tugas operasi dan kepemimpinan. Ia pernah dipercaya memimpin Brigif 2 Marinir Cilandak, kemudian menjadi Danlantamal XI Merauke. Pengabdiannya berlanjut sebagai Kadispotmaral dan Dankorsis Sesko TNI, sebelum dipercaya menjadi Tenaga Pengkaji Bidang Politik Lemhannas RI. Dengan latar belakang S1 Hukum dan S2 Pertahanan Universitas Pertahanan RI, pengalaman tersebut membentuk perspektifnya tentang kepemimpinan, pertahanan, politik, hukum, serta persoalan bangsa. Pensiun, Berganti Medan Pengabdian Memasuki masa purnatugas, Bambang tidak memilih berhenti. Medan pengabdiannya bergeser ke olahraga, dunia usaha, pendidikan, sosial dan pemberdayaan masyarakat. Di PB LEMKARI, ia dipercaya sebagai Ketua Umum periode 2025–2029. Baginya, karate bukan sekadar olahraga, tetapi juga sarana membangun disiplin, keberanian dan karakter generasi muda. Di KADIN Indonesia, Bambang menjalankan amanah sebagai Wakil Ketua Umum, termasuk dalam bidang kajian potensi daerah. Ia juga terlibat dalam sejumlah yayasan dan lembaga, antara lain Yayasan Al Hakim BSD, Yayasan Estu Utomo, IDC3 dan Yayasan Bhakti Bela Negara, dengan kegiatan yang mencakup pendidikan, dakwah, pertanian dan pemberdayaan masyarakat. Benang merahnya tetap sama: membangun manusia dan memberi manfaat. Integritas sebagai Pegangan Bambang membawa nilai yang sama dari dunia militer ke ruang pengabdian sipil: integritas, profesionalisme, loyalitas, kebersamaan dan kebermanfaatan. Baginya, kepemimpinan bukan hanya soal jabatan, tetapi bagaimana membangun organisasi, bekerja bersama dan memastikan kehadiran seseorang memberi manfaat bagi masyarakat. Dulu ia memimpin prajurit. Kini ia membangun organisasi, membina generasi muda, mendorong potensi daerah dan membuka ruang pemberdayaan masyarakat. Medannya berubah, tetapi prinsipnya tetap. Pensiun bukan akhir pengabdian. Ia hanya pergantian medan. Dari seragam loreng menuju ruang masyarakat, dari komando menuju kolaborasi, dan dari tugas kemiliteran menuju kontribusi melalui olahraga, pendidikan, ekonomi dan pemberdayaan. Pegangan Bambang sederhana: “Pengabdi Tanpa Batas.” Untuk bangsa, organisasi, masyarakat, dan Indonesia.

About