@tribunbatamid: Penangkapan PMI Ilegal di perairan Batam diwarnai aksi heroik, kejar-kejaran, Kamis (1/10) malam sekitar pukul 20.03 WIB. Dalam rekaman video yang dibuat petugas, sebuah kapal pancung melaju kencang di tengah gelapnya perairan. Kapal patroli polisi terus membuntuti speedboat tersebut hingga akhirnya berhasil dihentikan. Kapal pengangkut PMI itu dikandaskan ke karang, lalu sang tekong melarikan diri masuk ke hutan. Dari pengejaran itu, polisi mengamankan dua CPMI perempuan yang berada di dalam speedboat. Namun, penangkapan tidak langsung berakhir. Dua orang yang diduga terlibat dalam pengantaran, yakni AM yang disebut sebagai tekong dan WI yang merupakan ABK, justru melarikan diri meninggalkan speedboat. Keduanya kabur ke kawasan hutan Pulau Sambu. Direktur Polairud Polda Kepri melalui Kasubdit Gakkum AKBP Andyka Aer mengatakan, pengungkapan tersebut bermula dari informasi mengenai rencana pemberangkatan CPMI secara nonprosedural menuju Malaysia. "Personel mendapatkan informasi adanya rencana pemberangkatan CPMI secara nonprosedural menuju Malaysia. Selanjutnya dilakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap speedboat di perairan Pulau Sambu," ujar Andyka, Senin (5/10). Speedboat yang dikejar itu, kata dia menggunakan satu mesin 40 PK dengan warna biru-merah. Setelah berhasil diamankan, dua CPMI perempuan ditemukan di dalam kapal. Sementara AM dan WI memilih melarikan diri ke hutan. Personel Ditpolairud Polda Kepri bersama masyarakat kemudian melakukan penyisiran di sekitar Pulau Sambu.Namun, malam itu polisi belum berhasil menemukan kedua orang tersebut. Pengejaran kemudian berlanjut ke daratan. Pada Jumat (2/10/2026), AM akhirnya berhasil diamankan di sebuah rumah warga di sekitar Pulau Sambu. AM kemudian dibawa ke Mako Ditpolairud Polda Kepri untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sementara WI yang disebut sebagai ABK masih dalam pencarian. Dari pemeriksaan terhadap kedua CPMI, polisi menemukan sejumlah fakta terkait dugaan pemberangkatan mereka menuju Malaysia secara nonprosedural. CPMI berinisial WA mengaku berkomunikasi dengan seorang agen di Malaysia berinisial NAF terkait rencana keberangkatannya. WA disebut membeli tiket pesawat dari Lampung menuju Batam menggunakan biaya sendiri berdasarkan arahan seseorang berinisial EV yang saat ini masih dalam penyelidikan. Setibanya di Batam, WA kemudian dijemput dari Pelabuhan Sagulung menuju titik pertemuan di perairan Bulang. #beritaviral #beritabatam #tribunbatam #fyppppppppppppppppppppppp #viralvideo #beitaviral
Tribun Batam
Region: ID
Monday 05 October 2026 07:38:58 GMT
Music
Download
Comments
adeliya :
sedi nya tgok ni org itu mencari zeski nya di negara serbang tapi kandasi di jln semoga aja tabah hanti nya
2026-10-05 16:02:43
0
wakyus33 :
jalur resmi dipersulit dan mahal harus pakai calo klu cepat
2026-10-06 17:13:24
0
ya kak in :
selamat
2026-10-05 12:27:26
1
AwIS$ :
pertama
2026-10-05 07:54:07
2
user2811983635801 :
TOLoNg ......
2026-10-05 16:46:42
0
Kristin Tambunan :
Tujuannya juga baik….dari pada ketangkap dinegara orang…jika mau bekerja lebih baik dengan jalur resmi agar semuanya aman…
2026-10-06 08:34:00
0
Jumari Busu :
😳😳😳
2026-10-05 15:19:58
2
Lulaaabee🐝 :
@PardolokSanggul
2026-10-05 22:06:39
0
Wina Wina :
😂😂😂
2026-10-05 15:05:43
0
@sudiro@ :
😂😂😂
2026-10-05 12:28:27
0
KP, 09,Dibawah Raja melayu Is :
[Suka][Tangan terbuka][Tangan terbuka][Tangan terbuka][Tangan terbuka][Tangan terbuka][Suka]
2026-10-05 13:13:20
0
To see more videos from user @tribunbatamid, please go to the Tikwm
homepage.