@thao_cream8: #maybelline

thao_cream8
thao_cream8
Open In TikTok:
Region: VN
Tuesday 06 October 2026 17:00:00 GMT
439
2
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @thao_cream8, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

baru 75% di bangun langsung di gas jaa  🗿 Note:Kronologi dan penjelasan bagaimana kapal perang Prancis Jean Bart menembaki USS Massachusetts menggunakan hanya 1 kubah meriam merupakan salah satu drama paling unik dalam sejarah pertempuran laut Perang Dunia II: 1. Mengapa Hanya Ada Satu Kubah Meriam? Jean Bart adalah kapal perang kelas Richelieu yang dirancang inovatif dengan menempatkan seluruh meriam utamanya di bagian depan kapal, terbagi ke dalam dua kubah raksasa bertipe quadruple (masing-masing berisi 4 laras meriam kaliber 380 mm). Namun, saat Nazi Jerman menginvasi Prancis pada tahun 1940, konstruksi Jean Bart baru berjalan 75%. Agar tidak ditangkap Jerman, kapal ini dilarikan secara tergesa-gesa dari galangan kapal Saint-Nazaire ke Casablanca, Maroko. Saat melarikan diri, Kubah I (paling depan) sudah terpasang lengkap dengan 4 laras meriamnya, sedangkan Kubah II di belakangnya masih kosong melompong tanpa laras sama sekali. 2. Posisi Jean Bart Saat Berduel Ketika armada Sekutu meluncurkan Operation Torch pada 8 November 1942 untuk merebut Afrika Utara dari kendali rezim Vichy Prancis, Jean Bart sedang bersandar dan terikat di dermaga pelabuhan Casablanca. Karena mesin penggerak kapal belum sepenuhnya berfungsi, Jean Bart tidak bisa berlayar atau bermanuver. Kapal raksasa ini terpaksa bertindak layaknya benteng pertahanan pesisir yang statis. Untungnya, posisi bersandar kapal membuat moncong Kubah I yang berisi 4 laras meriam mengarah bebas ke laut lepas, tempat armada Amerika Serikat berada. 3. Jalannya Tembakan dari Kubah Tunggal Meskipun dalam kondisi
baru 75% di bangun langsung di gas jaa 🗿 Note:Kronologi dan penjelasan bagaimana kapal perang Prancis Jean Bart menembaki USS Massachusetts menggunakan hanya 1 kubah meriam merupakan salah satu drama paling unik dalam sejarah pertempuran laut Perang Dunia II: 1. Mengapa Hanya Ada Satu Kubah Meriam? Jean Bart adalah kapal perang kelas Richelieu yang dirancang inovatif dengan menempatkan seluruh meriam utamanya di bagian depan kapal, terbagi ke dalam dua kubah raksasa bertipe quadruple (masing-masing berisi 4 laras meriam kaliber 380 mm). Namun, saat Nazi Jerman menginvasi Prancis pada tahun 1940, konstruksi Jean Bart baru berjalan 75%. Agar tidak ditangkap Jerman, kapal ini dilarikan secara tergesa-gesa dari galangan kapal Saint-Nazaire ke Casablanca, Maroko. Saat melarikan diri, Kubah I (paling depan) sudah terpasang lengkap dengan 4 laras meriamnya, sedangkan Kubah II di belakangnya masih kosong melompong tanpa laras sama sekali. 2. Posisi Jean Bart Saat Berduel Ketika armada Sekutu meluncurkan Operation Torch pada 8 November 1942 untuk merebut Afrika Utara dari kendali rezim Vichy Prancis, Jean Bart sedang bersandar dan terikat di dermaga pelabuhan Casablanca. Karena mesin penggerak kapal belum sepenuhnya berfungsi, Jean Bart tidak bisa berlayar atau bermanuver. Kapal raksasa ini terpaksa bertindak layaknya benteng pertahanan pesisir yang statis. Untungnya, posisi bersandar kapal membuat moncong Kubah I yang berisi 4 laras meriam mengarah bebas ke laut lepas, tempat armada Amerika Serikat berada. 3. Jalannya Tembakan dari Kubah Tunggal Meskipun dalam kondisi "pincang" dan tidak bisa bergerak, Jean Bart tidak menyerah begitu saja: • Membuka Tembakan: Dipandu oleh menara pengamat di darat (karena sistem radar dan pemandu tembakan internalnya belum selesai), Jean Bart melepaskan tembakan salvo dari Kubah I ke arah armada AS. • Jumlah Tembakan: Sepanjang duel tersebut, Jean Bart tercatat hanya sempat melepaskan total 7 putaran tembakan (salvo) menggunakan meriam 380 mm miliknya. • Dampaknya: Mengingat keterbatasan sistem bidik kapal, tembakan dari 1 kubah ini gagal mengenai sasaran secara langsung. Namun, dentuman masifnya berhasil membuat peluru jatuh sangat dekat (straddle) dan menciptakan kolom air raksasa di sekitar USS Massachusetts, yang sempat mengejutkan kru Amerika. 4. Akhir Duel: Kubah Tunggal yang Dilumpuhkan Melihat kilatan meriam besar dari pelabuhan, USS Massachusetts (BB-59) segera memutar sembilan meriam 16 incinya (406 mm) untuk membungkam ancaman tersebut. USS Massachusetts melepaskan tembakan balasan dari jarak sekitar 22–24 kilometer. Pada salvo kelima Amerika, sebuah peluru seberat lebih dari 1 ton dari USS Massachusetts menghantam tepat di area sensitif dekat Kubah I Jean Bart. Meskipun peluru Amerika tersebut gagal meledak karena masalah pemicu (fuse) usang, energi kinetik hantamannya yang luar biasa membengkokkan pelat baja struktur kapal. Kerusakan struktural ini menyumbat mekanis putar (jammed) Kubah I, membuat sisa laras meriam aktif milik Jean Bart tidak bisa lagi berputar membidik musuh. Dengan macetnya kubah tunggal tersebut, Jean Bart secara teknis langsung "dibungkam" dan kehilangan taringnya dalam duel antarkapal perang itu. . . . #jeanbart #ussmassachusetts #fyp #foryoupage #xzybca

About