@baseet_kh: #جانان

عبدالباسط خاشرودی
عبدالباسط خاشرودی
Open In TikTok:
Region: AF
Monday 05 October 2026 19:28:11 GMT
61
16
2
1

Music

Download

Comments

user76567140788422
مرتضی نوری :
عشقی نفس😍😍
2026-10-05 21:37:50
0
shiragha.khashrod
ShirAgha Khashrodi :
[Crown][Crown][Crown]
2026-10-05 19:34:13
0
To see more videos from user @baseet_kh, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Penyebab rusaknya akal adalah nafsu. Ketika nafsu diberi ruang terlalu luas, pikiran kehilangan jernihnya. Ia tidak lagi melihat apa adanya, melainkan apa maunya. Nasihat terdengar jauh, tanda-tanda diabaikan, dan yang tersisa hanya pembenaran. Akal yang rusak bukan karena tidak pintar, melainkan karena sudah terlalu lama dipakai untuk melayani keinginan, bukan kebenaran. Di titik itu, seseorang tidak sedang berpikir. Ia sedang menuruti. Abu Hasan asy-Syadzili berkata, “Penyebab rusaknya akal adalah nafsu. Penyebab kesengsaraan adalah cinta dunia. Penyebab fitnah adalah kedengkian. Penyebab perpecahan adalah perselisihan. Penyebab keselamatan adalah diam.” Cinta dunia yang berlebihan membuat hidup terasa sempit. Selalu kurang, selalu cemas, selalu takut kehilangan. Dengki membuka pintu fitnah, karena hati yang iri tidak tahan melihat orang lain tenang. Dari dengki lahir cerita yang dipelintir, dari cerita lahir perselisihan, dan dari perselisihan rumah yang utuh pun bisa pecah. Semua berantai, semua berawal dari dalam. Banyak orang mengira sengsara datang dari luar, padahal ia tumbuh dari cinta yang salah tempat. Ketika dunia dicintai melebihi semestinya, setiap kehilangan terasa seperti kiamat kecil. Kau mulai membandingkan, menuntut, dan tidak pernah puas. Luka yang awalnya hanya iri berubah menjadi kata-kata yang menyakiti. Kata-kata yang menyakiti berubah menjadi jarak. Jarak yang dibiarkan berubah menjadi perpecahan yang sulit diperbaiki. Waktu, dalam hal ini, tidak menyembuhkan dengan keramaian. Ia menyembuhkan dengan diam yang dipilih. Diam di sini bukan kalah atau lari. Ia adalah jeda yang menjaga lisan dari menambah fitnah dan hati dari menambah dengki. Diam memberi ruang bagi nafsu untuk mereda, bagi akal untuk kembali jernih, bagi cinta dunia untuk diluruskan. Dalam diam, kau belajar membedakan mana yang perlu dijawab dan mana yang cukup dilewati. #akal
Penyebab rusaknya akal adalah nafsu. Ketika nafsu diberi ruang terlalu luas, pikiran kehilangan jernihnya. Ia tidak lagi melihat apa adanya, melainkan apa maunya. Nasihat terdengar jauh, tanda-tanda diabaikan, dan yang tersisa hanya pembenaran. Akal yang rusak bukan karena tidak pintar, melainkan karena sudah terlalu lama dipakai untuk melayani keinginan, bukan kebenaran. Di titik itu, seseorang tidak sedang berpikir. Ia sedang menuruti. Abu Hasan asy-Syadzili berkata, “Penyebab rusaknya akal adalah nafsu. Penyebab kesengsaraan adalah cinta dunia. Penyebab fitnah adalah kedengkian. Penyebab perpecahan adalah perselisihan. Penyebab keselamatan adalah diam.” Cinta dunia yang berlebihan membuat hidup terasa sempit. Selalu kurang, selalu cemas, selalu takut kehilangan. Dengki membuka pintu fitnah, karena hati yang iri tidak tahan melihat orang lain tenang. Dari dengki lahir cerita yang dipelintir, dari cerita lahir perselisihan, dan dari perselisihan rumah yang utuh pun bisa pecah. Semua berantai, semua berawal dari dalam. Banyak orang mengira sengsara datang dari luar, padahal ia tumbuh dari cinta yang salah tempat. Ketika dunia dicintai melebihi semestinya, setiap kehilangan terasa seperti kiamat kecil. Kau mulai membandingkan, menuntut, dan tidak pernah puas. Luka yang awalnya hanya iri berubah menjadi kata-kata yang menyakiti. Kata-kata yang menyakiti berubah menjadi jarak. Jarak yang dibiarkan berubah menjadi perpecahan yang sulit diperbaiki. Waktu, dalam hal ini, tidak menyembuhkan dengan keramaian. Ia menyembuhkan dengan diam yang dipilih. Diam di sini bukan kalah atau lari. Ia adalah jeda yang menjaga lisan dari menambah fitnah dan hati dari menambah dengki. Diam memberi ruang bagi nafsu untuk mereda, bagi akal untuk kembali jernih, bagi cinta dunia untuk diluruskan. Dalam diam, kau belajar membedakan mana yang perlu dijawab dan mana yang cukup dilewati. #akal

About