@idk67672121: hitting y'all with ANOTHER episode #southpark #full #episodes

south park
south park
Open In TikTok:
Region: AU
Monday 05 October 2026 20:40:23 GMT
153179
18255
192
652

Music

Download

Comments

aidan.fisher2
Aidan Fisher :
Label them as ai generated so you avoid copyright
2026-10-05 21:25:20
962
haileyyyy_143
𝐻𝒶𝒾𝓁𝑒𝓎𝓎 <3 🐿✨❤ :
was does Kenny say in the theme song this season?
2026-10-05 23:06:33
52
piper.mclean659
Jane Doe :
Bro you got 19.3k for one ep😭
2026-10-06 00:43:29
5
1spokeishere1_mal
🗡-(𝓢𝓱𝓮𝓭𝓵𝓮𝓼𝓽𝓴𝔂) -🍗 :
did the budget go up or
2026-10-05 23:14:32
229
haeunfanpagechacha
Esmae 🎃 (biggest ILLIT fan) :
So this is where my sticker comes from
2026-10-05 21:59:05
101
profesorpenis04
🧤🏅unknown goalkeeper 🧤🧤 :
APPLE PARKING DAY OR NIGHT PEPOLE SPOUTING HODY NEIGHBOR
2026-10-05 22:19:10
158
l.will0
OC :
How is this legal
2026-10-05 22:08:27
5
rem_grim
REM :
Gng what happened to ur other vids?
2026-10-05 21:04:59
53
francisco12345510
El Fran :
Yo bro you hit or not keep posting please
2026-10-06 02:49:04
0
voidtyu
voidtyu :
South America
2026-10-05 23:35:38
15
icarian.robyn
alex 🫂🌟 :
I DIDNT MEAN TO COMMENT THE EMOJIS I LOST THE COMMENT IM SORRY
2026-10-06 01:13:06
5
dmanrex6
Dmanrex :
It’s giving
2026-10-05 23:29:27
5
soldier.boy8243
Soldier boy :
please do season 7 ep 2 please
2026-10-06 02:50:45
0
buckleyy4.6
Buckleyy4.6 :
Bruhh where did the other vids go
2026-10-05 20:54:44
14
heyyyyitssaraaa
heyyyyitssaraaa :
Guys I think all the other vids got taken down due to copyright
2026-10-05 21:50:06
30
..dndyuki
yuki ゆき🦄 :
“AND NOW WE PUSHH”
2026-10-05 22:05:51
16
triple9lean6
triple9lean :
south park
2026-10-05 20:47:11
10
onlylowecaseblahblah
ladis washerum :
istg you had a million vids also please post the tred boyet full ep 🥹
2026-10-05 20:47:50
51
kingron2011
imwatchingu1 :
South parkk!!
2026-10-05 20:44:46
31
nuclear.nadal77
Album Reviews :
2026-10-05 21:12:08
11
brecht_de_aap
brecht_de_aap :
Wauw I just watched whole
2026-10-05 21:54:20
8
say_say726
say_say :
going down to south park gonna have me self a time….(continue it and replies)
2026-10-06 00:32:36
4
theonetheonlyhudson2
!HUDSON!🇦🇺🏟️ :
I lowk wish I lived in south park
2026-10-06 01:23:13
3
stargirldaya
Spider-man🤓 :
Ik what Kenny said
2026-10-06 02:01:14
1
To see more videos from user @idk67672121, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

kalimat ini berbicara tentang satu kebijaksanaan yang sering terlupakan: masa lalu adalah guru, bukan penjara. Manusia kerap mendidik generasi berikutnya dengan luka generasinya sendiri. Karena pernah gagal, ia menanam ketakutan. Karena pernah dikhianati, ia mengajarkan kecurigaan. Karena pernah hidup dalam kekurangan, ia memaksa anak-anaknya mengejar keamanan yang bahkan mungkin tidak lagi menjadi medan perang zaman mereka. Lalu dengan wajah penuh kasih, luka itu diwariskan sebagai “nasihat”. Betapa halus cara manusia mewariskan trauma sambil menyebutnya pengalaman. Gagasan seperti ini sejalan dengan pemikiran Ibn Khaldun dalam Al-Muqaddimah. Ia melihat manusia dan masyarakat selalu bergerak mengikuti perubahan keadaan, kebiasaan, kekuasaan, ekonomi, dan lingkungan. Karena zaman berubah, cara menghadapi kehidupan pun tidak mungkin dibekukan dalam satu pola. Anak-anak tidak lahir untuk mengulang seluruh sejarah orang tuanya; mereka lahir untuk melanjutkan kehidupan pada kondisi yang belum pernah dialami generasi sebelumnya. Maka pendidikan bukan pekerjaan menciptakan salinan masa lalu. Ia adalah pekerjaan mempersiapkan manusia agar sanggup membaca masa depan. Di sini pemikiran Al-Ghazali juga terasa relevan. Dalam Ihya’ ‘Ulum al-Din, pendidikan jiwa tidak berhenti pada penanaman pengetahuan, tetapi menyentuh pembentukan akhlak, kebiasaan, dan kemampuan mengendalikan diri. Artinya, yang harus diwariskan bukan sekadar jawaban-jawaban lama, melainkan kualitas jiwa yang membuat seseorang mampu menghadapi persoalan baru dengan kebijaksanaan. Ajarkan prinsipnya, bukan ketakutannya. Wariskan nilai, bukan luka. Berikan kompas, bukan peta usang. Sebab zaman anak-anakmu mungkin tidak mengenal musuh yang dulu membuatmu gemetar. Pedang yang dahulu menyelamatkanmu mungkin justru menjadi beban di tangan mereka. Dan ada ironi yang lebih tajam lagi: sebagian orang begitu takut anaknya terluka, sampai mereka mempersenjatai anaknya untuk perang yang sebenarnya sudah berakhir. Mereka mengira sedang melindungi. Padahal kadang hanya sedang memperpanjang umur luka. Dalam filsafat Islam, manusia bukan sekadar pewaris keadaan, tetapi makhluk yang memiliki akal untuk membaca perubahan dan jiwa untuk memilih bagaimana meresponsnya. Karena itu, tugas generasi sebelumnya bukan memastikan generasi berikutnya hidup dalam dunia yang sama. Tugasnya adalah memastikan mereka memiliki kebijaksanaan untuk hidup ketika dunia tidak lagi sama. Jangan paksa anakmu menjadi prajurit dari perang yang kau menangkan atau kau kalahkan. Tempa akalnya. Asah keberaniannya. Lembutkan akhlaknya. Dan biarkan ia membawa pedangnya sendiri ketika badai zamannya datang. Sebab orang tua yang bijaksana tidak berkata, “Hadapilah dunia sebagaimana aku dulu menghadapinya.” Ia berkata, “Belajarlah dariku, tetapi jangan terpenjara oleh zamanku.” Karena masa lalu memang layak dihormati. Tetapi masa depan tidak pernah berjanji untuk mengulanginya. #LogikaJiwa #ParentingWisdom #FilsafatHidup #SelfImprovement #EdukasiTikTok
kalimat ini berbicara tentang satu kebijaksanaan yang sering terlupakan: masa lalu adalah guru, bukan penjara. Manusia kerap mendidik generasi berikutnya dengan luka generasinya sendiri. Karena pernah gagal, ia menanam ketakutan. Karena pernah dikhianati, ia mengajarkan kecurigaan. Karena pernah hidup dalam kekurangan, ia memaksa anak-anaknya mengejar keamanan yang bahkan mungkin tidak lagi menjadi medan perang zaman mereka. Lalu dengan wajah penuh kasih, luka itu diwariskan sebagai “nasihat”. Betapa halus cara manusia mewariskan trauma sambil menyebutnya pengalaman. Gagasan seperti ini sejalan dengan pemikiran Ibn Khaldun dalam Al-Muqaddimah. Ia melihat manusia dan masyarakat selalu bergerak mengikuti perubahan keadaan, kebiasaan, kekuasaan, ekonomi, dan lingkungan. Karena zaman berubah, cara menghadapi kehidupan pun tidak mungkin dibekukan dalam satu pola. Anak-anak tidak lahir untuk mengulang seluruh sejarah orang tuanya; mereka lahir untuk melanjutkan kehidupan pada kondisi yang belum pernah dialami generasi sebelumnya. Maka pendidikan bukan pekerjaan menciptakan salinan masa lalu. Ia adalah pekerjaan mempersiapkan manusia agar sanggup membaca masa depan. Di sini pemikiran Al-Ghazali juga terasa relevan. Dalam Ihya’ ‘Ulum al-Din, pendidikan jiwa tidak berhenti pada penanaman pengetahuan, tetapi menyentuh pembentukan akhlak, kebiasaan, dan kemampuan mengendalikan diri. Artinya, yang harus diwariskan bukan sekadar jawaban-jawaban lama, melainkan kualitas jiwa yang membuat seseorang mampu menghadapi persoalan baru dengan kebijaksanaan. Ajarkan prinsipnya, bukan ketakutannya. Wariskan nilai, bukan luka. Berikan kompas, bukan peta usang. Sebab zaman anak-anakmu mungkin tidak mengenal musuh yang dulu membuatmu gemetar. Pedang yang dahulu menyelamatkanmu mungkin justru menjadi beban di tangan mereka. Dan ada ironi yang lebih tajam lagi: sebagian orang begitu takut anaknya terluka, sampai mereka mempersenjatai anaknya untuk perang yang sebenarnya sudah berakhir. Mereka mengira sedang melindungi. Padahal kadang hanya sedang memperpanjang umur luka. Dalam filsafat Islam, manusia bukan sekadar pewaris keadaan, tetapi makhluk yang memiliki akal untuk membaca perubahan dan jiwa untuk memilih bagaimana meresponsnya. Karena itu, tugas generasi sebelumnya bukan memastikan generasi berikutnya hidup dalam dunia yang sama. Tugasnya adalah memastikan mereka memiliki kebijaksanaan untuk hidup ketika dunia tidak lagi sama. Jangan paksa anakmu menjadi prajurit dari perang yang kau menangkan atau kau kalahkan. Tempa akalnya. Asah keberaniannya. Lembutkan akhlaknya. Dan biarkan ia membawa pedangnya sendiri ketika badai zamannya datang. Sebab orang tua yang bijaksana tidak berkata, “Hadapilah dunia sebagaimana aku dulu menghadapinya.” Ia berkata, “Belajarlah dariku, tetapi jangan terpenjara oleh zamanku.” Karena masa lalu memang layak dihormati. Tetapi masa depan tidak pernah berjanji untuk mengulanginya. #LogikaJiwa #ParentingWisdom #FilsafatHidup #SelfImprovement #EdukasiTikTok

About