@pink_obsessed423: Awww so cuteeee#dog filter

pink💖
pink💖
Open In TikTok:
Region: US
Monday 05 October 2026 23:06:10 GMT
458
38
0
1

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @pink_obsessed423, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pura Luhur Tamba Waras terletak di Desa Sangketan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, tepatnya berada di lereng sebelah selatan Gunung Batukaru dengan ketinggian sekitar 725 meter di atas permukaan laut.  Pura yang telah ditetapkan sebagai Situs Cagar Budaya ini dikenal luas oleh umat Hindu sebagai gudang farmasi alam semesta atau pusat spiritual untuk memohon kesembuhan, kesehatan lahir batin, dan kebijaksanaan.  🏛️ Dewa yang Berstana Dewa yang dipuja dan berstana di Pura Luhur Tamba Waras adalah Dewa Mahadewa (sebagai manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa). Dalam pemujaan khusus di pura ini, kekuatan Beliau dimanifestasikan sebagai Ida Bhatara Tamba Waras yang memegang fungsi utama dalam memberikan obat (tamba) dan kesembuhan (waras) bagi umat manusia. Pura ini juga disebut sebagai Pesanakan Dimade, yaitu bagian kekuatan penyangga dari Pura Sad Kahyangan Jagat Luhur Batukaru.  🗓️ Hari Odalan (Piodalan) Hari odalan atau pujawali di Pura Luhur Tamba Waras jatuh setiap Buda Umanis Prangbakat (Rabu Umanis wuku Prangbakat) berdasarkan kalender Bali, yang dirayakan setiap 210 hari sekali. Upacara piodalan ini biasanya dilaksanakan dua bulan setelah piodalan di Pura Luhur Batukaru.  📜 Sejarah Berdirinya Pura Berdasarkan catatan sejarah, Pura Luhur Tamba Waras diperkirakan berdiri sekitar abad ke-12 masehi pada masa berdaulatnya Kerajaan Tabanan. Sejarah berdirinya pura ini sangat erat kaitannya dengan kisah kesembuhan Raja Tabanan, yaitu Cokorda Tabanan.  Sakitnya Sang Raja: Pada masa itu, Raja Tabanan mengalami sakit keras yang sangat parah. Berbagai upaya pengobatan telah dilakukan, namun tidak kunjung menemukan kesembuhan.  Petunjuk Gaib & Pencarian Asap: Karena keputusasaan, para abdi kerajaan memohon petunjuk niskala. Mereka menerima wahyu gaib bahwa obat untuk sang raja berada di dalam hutan terpencil, dengan tanda adanya asap yang mengepul.  Penemuan Tempat Suci: Para utusan kemudian melakukan perjalanan ke dalam kawasan hutan lebat di lereng Gunung Batukaru. Setelah sekian lama mencari, mereka akhirnya melihat kepulan asap misterius yang keluar dari sebuah pohon kelapa di tengah hutan. Kesembuhan Raja: Di lokasi asap tersebut, para abdi mendapatkan sarana obat-obatan herbal tradisonal (tamba). Obat tersebut dibawa pulang dan setelah diminum, sang raja langsung sembuh total (waras).  Sebagai wujud rasa syukur atas kesembuhan sang raja, di lokasi penemuan asap dan obat tersebut didirikan sebuah tempat pemujaan yang kemudian dinamakan Pura Luhur Tamba Waras. Hingga kini, selain kawasan pemujaan utama, pura ini juga dilengkapi dengan area pembersihan diri seperti Penglukatan Sapta Gangga (tujuh pancoran suci) yang sering dikunjungi pemedek untuk menyembuhkan penyakit sekala maupun niskala.  Di area pura ini terdapat tempat pelukatan suci yang bernama Penglukatan Sapta Gangga. Tempat melukat ini diresmikan untuk umum sekitar tahun 2016.  Keunikan: Memiliki tujuh pancoran suci yang airnya bersumber dari mata air pegunungan yang sangat bersih dan alami. Fungsi: Umat Hindu maupun pengunjung datang ke pancoran ini dengan tujuan untuk melukat (pembersihan diri secara spiritual), membuang energi negatif, serta memohon kesembuhan dari segala macam penyakit fisik maupun non-fisik (nunas tamba).  Astungkara, semoga Tuhan selalu memberkati kita Rezeki Kesehatan dan Kebahagiaan Svaha  #bali #harharmahadev #fy #fypviralシ #fypp
Pura Luhur Tamba Waras terletak di Desa Sangketan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, tepatnya berada di lereng sebelah selatan Gunung Batukaru dengan ketinggian sekitar 725 meter di atas permukaan laut. Pura yang telah ditetapkan sebagai Situs Cagar Budaya ini dikenal luas oleh umat Hindu sebagai gudang farmasi alam semesta atau pusat spiritual untuk memohon kesembuhan, kesehatan lahir batin, dan kebijaksanaan. 🏛️ Dewa yang Berstana Dewa yang dipuja dan berstana di Pura Luhur Tamba Waras adalah Dewa Mahadewa (sebagai manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa). Dalam pemujaan khusus di pura ini, kekuatan Beliau dimanifestasikan sebagai Ida Bhatara Tamba Waras yang memegang fungsi utama dalam memberikan obat (tamba) dan kesembuhan (waras) bagi umat manusia. Pura ini juga disebut sebagai Pesanakan Dimade, yaitu bagian kekuatan penyangga dari Pura Sad Kahyangan Jagat Luhur Batukaru. 🗓️ Hari Odalan (Piodalan) Hari odalan atau pujawali di Pura Luhur Tamba Waras jatuh setiap Buda Umanis Prangbakat (Rabu Umanis wuku Prangbakat) berdasarkan kalender Bali, yang dirayakan setiap 210 hari sekali. Upacara piodalan ini biasanya dilaksanakan dua bulan setelah piodalan di Pura Luhur Batukaru. 📜 Sejarah Berdirinya Pura Berdasarkan catatan sejarah, Pura Luhur Tamba Waras diperkirakan berdiri sekitar abad ke-12 masehi pada masa berdaulatnya Kerajaan Tabanan. Sejarah berdirinya pura ini sangat erat kaitannya dengan kisah kesembuhan Raja Tabanan, yaitu Cokorda Tabanan. Sakitnya Sang Raja: Pada masa itu, Raja Tabanan mengalami sakit keras yang sangat parah. Berbagai upaya pengobatan telah dilakukan, namun tidak kunjung menemukan kesembuhan. Petunjuk Gaib & Pencarian Asap: Karena keputusasaan, para abdi kerajaan memohon petunjuk niskala. Mereka menerima wahyu gaib bahwa obat untuk sang raja berada di dalam hutan terpencil, dengan tanda adanya asap yang mengepul. Penemuan Tempat Suci: Para utusan kemudian melakukan perjalanan ke dalam kawasan hutan lebat di lereng Gunung Batukaru. Setelah sekian lama mencari, mereka akhirnya melihat kepulan asap misterius yang keluar dari sebuah pohon kelapa di tengah hutan. Kesembuhan Raja: Di lokasi asap tersebut, para abdi mendapatkan sarana obat-obatan herbal tradisonal (tamba). Obat tersebut dibawa pulang dan setelah diminum, sang raja langsung sembuh total (waras). Sebagai wujud rasa syukur atas kesembuhan sang raja, di lokasi penemuan asap dan obat tersebut didirikan sebuah tempat pemujaan yang kemudian dinamakan Pura Luhur Tamba Waras. Hingga kini, selain kawasan pemujaan utama, pura ini juga dilengkapi dengan area pembersihan diri seperti Penglukatan Sapta Gangga (tujuh pancoran suci) yang sering dikunjungi pemedek untuk menyembuhkan penyakit sekala maupun niskala. Di area pura ini terdapat tempat pelukatan suci yang bernama Penglukatan Sapta Gangga. Tempat melukat ini diresmikan untuk umum sekitar tahun 2016. Keunikan: Memiliki tujuh pancoran suci yang airnya bersumber dari mata air pegunungan yang sangat bersih dan alami. Fungsi: Umat Hindu maupun pengunjung datang ke pancoran ini dengan tujuan untuk melukat (pembersihan diri secara spiritual), membuang energi negatif, serta memohon kesembuhan dari segala macam penyakit fisik maupun non-fisik (nunas tamba). Astungkara, semoga Tuhan selalu memberkati kita Rezeki Kesehatan dan Kebahagiaan Svaha #bali #harharmahadev #fy #fypviralシ #fypp

About