@lifesodevine_: Taking care of your curls can seem overwhelming but you just need to learn what your hair needs and likes! #curlyhaircare #washdayroutine #unbrushreview #type3hair #shampoobasin

Devine🐝|FAMILY&FASHION FINDS
Devine🐝|FAMILY&FASHION FINDS
Open In TikTok:
Region: US
Tuesday 06 October 2026 02:04:22 GMT
553
14
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @lifesodevine_, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

1.SYARIAT:  Aku adalah Hamba yang Tidak Ada Secara syariat, sebelum Allah memperkenalkan Diri-Nya, kamu adalah Al-'Adam - yang tidak ada, lalu menjadi makhluk yang lalai. Allah menjawabnya sendiri:
1.SYARIAT: Aku adalah Hamba yang Tidak Ada Secara syariat, sebelum Allah memperkenalkan Diri-Nya, kamu adalah Al-'Adam - yang tidak ada, lalu menjadi makhluk yang lalai. Allah menjawabnya sendiri: "Bukankah pernah datang kepada manusia waktu dari masa, yang ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?" (QS. Al-Insan: 1) ​ "Dan apabila kamu lupa, maka ingatlah Tuhanmu" (QS. Al-Kahfi: 24) Siapakah aku? Aku adalah Abdullah - hamba. Tubuh ini tanah, dari mani yang hina, yang diberi pinjam nama, rupa, dan napas. Sebelum Allah memperkenalkan-Nya, "aku" itu adalah: Jasad yang hidup tapi mati. Sholat tapi tidak kenal siapa yang disembah. Berdoa tapi yang diminta hanya dunia. Merasa memiliki diri, merasa bisa, merasa aku yang berkuasa atas hidupku. Padahal dalam syariat, Laa Haula wa Laa Quwwata Illa Billah - tidak ada daya dan upaya kecuali dengan-Nya. Di level ini, aku adalah budak dari "aku" itu sendiri. Ego. Ananiah. Seperti kucing di gambar itu, kehujanan di tengah hutan, menatap ke atas tapi belum tahu kepada siapa ia menatap. 2. HAKEKAT: Aku adalah Wujud Pinjaman Masuk ke hakikat, pertanyaannya dibalik: Apakah aku pernah benar-benar ada? Hakikat mengajarkan, wujud yang hakiki hanya satu: Wujud Allah. Selain Dia, wujudnya adalah wujud majazi, wujud pinjaman, wujud bayangan. Allah adalah Cahaya langit dan bumi... (QS. An-Nur: 35) Jika matahari belum terbit, apakah bayangan itu ada? Tidak. Begitulah kita. Sebelum Dia memperkenalkan Diri-Nya, kita mengira bayangan ini adalah diri kita yang asli. Kita mengira hidup ini milik kita, ilmu milik kita, rezeki karena usaha kita. Hakikat membongkar kebohongan itu: • Napas ini bukan milikmu, Ia yang menghembuskan. • Gerak ini bukan milikmu, Ia yang menggerakkan. • Bahkan kalimat "aku" ini pun bukan milikmu. Kamu adalah cermin. Cermin tidak punya cahaya. Ia hanya memantulkan cahaya yang datang. Sebelum Allah memperkenalkan Nya kepadamu, kamu adalah cermin yang tertutup debu, mengira dirimu adalah sumber cahaya. Di alam Ruh, Allah sudah bertanya: "Alastu bi Rabbikum?" - Bukankah Aku Tuhanmu? Ruh menjawab: "Balaa Syahidna" - Benar, kami bersaksi. (QS. Al-A'raf: 172) Jadi sebelum Dia memperkenalkan-Nya di dunia ini, kamu sebenarnya sudah pernah mengenal-Nya di Alam Alastu. Kamu lupa karena tertutup hijab jasad dan dunia. Perjalanan hidup ini bukan untuk mencari yang baru, tapi untuk mengingat kembali perjanjian lama itu. 3. Pada Level MAKRIFAT: Tidak Ada "Aku", Yang Ada Hanya Dia Inilah puncaknya. Jika di syariat jawabannya "aku adalah hamba", di hakikat "aku adalah bayangan", maka di makrifat jawabannya adalah: Sebelum Allah memperkenalkan-Nya kepadamu, "aku" itu tidak pernah ada sama sekali. Yang ada hanya Dia. Para Arifbillah mengatakan: "Aku adalah rahasia-Ku dan Aku adalah rahasianya." Sebelum Dia memperkenalkan Diri-Nya, kamu hidup dalam waham - sangkaan adanya diri. Setelah Dia memperkenalkan Diri-Nya melalui Tajalli-Nya, barulah kamu sadar bahwa "aku" itu Fana'. Prosesnya disebut Fana' Fillah. • Fana' dari merasa ada diri - Laa Maujuda Illallah (Tiada yang benar-benar ada kecuali Allah) • Fana' dari merasa berbuat - Laa Fa'ila Illallah (Tiada pelaku sejati kecuali Allah) • Fana' dari merasa melihat dan mendengar - Laa Sami'a wa Laa Bashiiru Illallah Lalu apa yang tersisa? Yang tersisa adalah kesadaran bahwa kamu adalah Rahasia-Nya yang memandang Diri-Nya sendiri. "Aku adalah perbendaharaan yang tersembunyi, Aku ingin dikenali, maka Kuciptakan makhluk agar mereka mengenali-Ku." (Hadits Qudsi) Jadi siapakah "aku" sebelum Allah memperkenalkan-Nya? Aku adalah Ketiadaan yang diadakan untuk menjadi saksi atas Keberadaan-Nya. Aku adalah huruf yang tidak berbunyi sebelum Pena menuliskannya. Aku adalah kosong yang sengaja diciptakan agar Dia menyatakan Diri-Nya sebagai Al-Wujud. Maka hari ini tugasmu bukan lagi mencari "siapa aku", tapi menghilangkan "aku" agar yang tersisa hanya Dia. Lenyapkan "aku" mu, maka kamu akan menemukan Nya.

About