@maxine_lloyd: POLIDENT Max Hold & Seal Dentu#tiktokshop #fyp

maxine_lloyd
maxine_lloyd
Open In TikTok:
Region: SG
Tuesday 06 October 2026 09:50:00 GMT
3372
2
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @maxine_lloyd, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

“Sebab itu, Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, dan Aku akan menjungkirbalikkan takhta kerajaan-kerajaan… tetapi umat-Ku yang mengenal Allah akan tetap kuat dan bertindak.” (Daniel 11:32; Hagai 2:21-22; bdk. Matius 24:7) Roh Kudus pasti berbicara kepada semua nabi dan hamba Tuhan sejati di segala penjuru bumi—periksalah, ujilah, dan engkau akan mendapati kesaksian yang seragam. “Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan rahasia-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi” (Amos 3:7). Tidak ada nabi sejati yang luput dari beban ini. Sebentar lagi, satu era akan berakhir. Ini bukan akhir segala sesuatu, melainkan akhir dari sebuah zaman—masa transisi yang disebut Tribulasi berlangsung selama 3,5 tahun (Daniel 9:27; Wahyu 11:2-3). Ini bukan The Great Tribulation. Fokus peringatan ini adalah dampak dari api perang dunia ketiga yang akan menjalar hingga Indonesia secara langsung: · Rantai pasok pangan global runtuh (Wahyu 6:5-6); · Ekonomi limbung (Wahyu 18:11-13); · Krisis melumpuhkan mereka yang tidak memiliki hikmat (Amsal 22:3). Di hadapan goncangan itu, satu-satunya hikmat yang menyelamatkan adalah membangun rantai makanan mandiri melalui pertanian, perladangan, dan peternakan terpadu. mengamankan akses pangan saat sistem dunia berguncang. Fokus utama peringatan adalah melangkah dengan hikmat ke dalam penyediaan Tuhan yang berkelanjutan. “Orang bijak melihat bahaya dan bersembunyi, tetapi orang naif berjalan terus lalu tertimpa celaka” (Amsal 27:12). “Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah tingkah lakunya dan jadilah bijak... Dalam jangka paling lama tiga tahun ke depan, ambillah langkah nyata: 1. Jauhi wilayah yang menurutmu akan sulit mengakses lahan pertanian. 2. Belilah tanah, sekalipun kecil, untuk bertani, berladang, atau beternak. Jika dana tidak mencukupi, gunakan hikmat Yusuf: sewalah lahan orang lain untuk jangka panjang (Kejadian 41:34-36, 46-49). Yusuf tidak menunggu krisis terjadi; ia mengamankan tanah dan menyimpan makanan selama tujuh tahun kelimpahan untuk bertahan di tujuh tahun kelaparan. 3. Berdoalah agar Tuhan dalam kedaulatan-Nya mengarahkan langkahmu ke daerah tempat engkau dapat bertahan hidup dengan bertani, berladang, dan beternak. 4. Aturlah penyediaan air bersih – sumur, penampungan air hujan, atau sumber alami – sebab salah satu tantangan terbesar masa itu adalah air yang tercemar. Mintalah hikmat Tuhan untuk mengatasi masalah air sehat ini.  Jangan berjalan sendiri. Bergabunglah ke dalam komunitas di kotamu atau di mana pun engkau tinggal, atau bentuklah komunitas persiapan yang saling melengkapi. Pola jemaat mula-mula adalah teladan abadi: “Semua orang yang percaya itu bersatu hati dan jiwa… mereka menjual harta milik mereka dan membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing” (Kisah Para Rasul 2:44-45).   Pada akhirnya, saat masa peralihan menuju The Great Tribulation tiba, hanya mereka yang memutus ikatan dengan sistem dunia dan menciptakan rantai pangan lokal yang akan tetap berdiri. Sebagaimana nubuat Yoel: “Ladang-ladang telah musnah, tanah berkabung, sebab gandum telah hancur… Tetapi hai ternak, jangan takut, sebab padang gurun akan menghijau” (Yoel 1:10; 2:22). Padang gurun menjadi hijau di tangan mereka yang mendengar dan taat. Perempuan dalam Wahyu 12 dipelihara di padang gurun selama 1.260 hari (3,5 tahun) – jauh dari sistem dunia, disuplai langsung oleh Tuhan (Wahyu 12:6,14). Di sanalah pola pemeliharaan ilahi: sederhana, mandiri, dan tersembunyi. Inilah seruan profetik: Periksalah seluruh suara kenabian yang murni di seluruh dunia—pesannya satu: bersiaplah dengan pertanian mandiri. Jika Roh mengetuk hatimu untuk bergabung dengan komunitas kami yang sudah mulai berbenah, kami terbuka untuk bermitra dan saling melengkapi di masa persiapan ini. Bergabunglah dengan kami; hubungi kami untuk menerima arahan, petunjuk detail, dan kerja sama saling melengkapi dalam hal-hal praktis. Amin. Maranatha. Parlin Purba
“Sebab itu, Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, dan Aku akan menjungkirbalikkan takhta kerajaan-kerajaan… tetapi umat-Ku yang mengenal Allah akan tetap kuat dan bertindak.” (Daniel 11:32; Hagai 2:21-22; bdk. Matius 24:7) Roh Kudus pasti berbicara kepada semua nabi dan hamba Tuhan sejati di segala penjuru bumi—periksalah, ujilah, dan engkau akan mendapati kesaksian yang seragam. “Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan rahasia-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi” (Amos 3:7). Tidak ada nabi sejati yang luput dari beban ini. Sebentar lagi, satu era akan berakhir. Ini bukan akhir segala sesuatu, melainkan akhir dari sebuah zaman—masa transisi yang disebut Tribulasi berlangsung selama 3,5 tahun (Daniel 9:27; Wahyu 11:2-3). Ini bukan The Great Tribulation. Fokus peringatan ini adalah dampak dari api perang dunia ketiga yang akan menjalar hingga Indonesia secara langsung: · Rantai pasok pangan global runtuh (Wahyu 6:5-6); · Ekonomi limbung (Wahyu 18:11-13); · Krisis melumpuhkan mereka yang tidak memiliki hikmat (Amsal 22:3). Di hadapan goncangan itu, satu-satunya hikmat yang menyelamatkan adalah membangun rantai makanan mandiri melalui pertanian, perladangan, dan peternakan terpadu. mengamankan akses pangan saat sistem dunia berguncang. Fokus utama peringatan adalah melangkah dengan hikmat ke dalam penyediaan Tuhan yang berkelanjutan. “Orang bijak melihat bahaya dan bersembunyi, tetapi orang naif berjalan terus lalu tertimpa celaka” (Amsal 27:12). “Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah tingkah lakunya dan jadilah bijak... Dalam jangka paling lama tiga tahun ke depan, ambillah langkah nyata: 1. Jauhi wilayah yang menurutmu akan sulit mengakses lahan pertanian. 2. Belilah tanah, sekalipun kecil, untuk bertani, berladang, atau beternak. Jika dana tidak mencukupi, gunakan hikmat Yusuf: sewalah lahan orang lain untuk jangka panjang (Kejadian 41:34-36, 46-49). Yusuf tidak menunggu krisis terjadi; ia mengamankan tanah dan menyimpan makanan selama tujuh tahun kelimpahan untuk bertahan di tujuh tahun kelaparan. 3. Berdoalah agar Tuhan dalam kedaulatan-Nya mengarahkan langkahmu ke daerah tempat engkau dapat bertahan hidup dengan bertani, berladang, dan beternak. 4. Aturlah penyediaan air bersih – sumur, penampungan air hujan, atau sumber alami – sebab salah satu tantangan terbesar masa itu adalah air yang tercemar. Mintalah hikmat Tuhan untuk mengatasi masalah air sehat ini. Jangan berjalan sendiri. Bergabunglah ke dalam komunitas di kotamu atau di mana pun engkau tinggal, atau bentuklah komunitas persiapan yang saling melengkapi. Pola jemaat mula-mula adalah teladan abadi: “Semua orang yang percaya itu bersatu hati dan jiwa… mereka menjual harta milik mereka dan membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing” (Kisah Para Rasul 2:44-45). Pada akhirnya, saat masa peralihan menuju The Great Tribulation tiba, hanya mereka yang memutus ikatan dengan sistem dunia dan menciptakan rantai pangan lokal yang akan tetap berdiri. Sebagaimana nubuat Yoel: “Ladang-ladang telah musnah, tanah berkabung, sebab gandum telah hancur… Tetapi hai ternak, jangan takut, sebab padang gurun akan menghijau” (Yoel 1:10; 2:22). Padang gurun menjadi hijau di tangan mereka yang mendengar dan taat. Perempuan dalam Wahyu 12 dipelihara di padang gurun selama 1.260 hari (3,5 tahun) – jauh dari sistem dunia, disuplai langsung oleh Tuhan (Wahyu 12:6,14). Di sanalah pola pemeliharaan ilahi: sederhana, mandiri, dan tersembunyi. Inilah seruan profetik: Periksalah seluruh suara kenabian yang murni di seluruh dunia—pesannya satu: bersiaplah dengan pertanian mandiri. Jika Roh mengetuk hatimu untuk bergabung dengan komunitas kami yang sudah mulai berbenah, kami terbuka untuk bermitra dan saling melengkapi di masa persiapan ini. Bergabunglah dengan kami; hubungi kami untuk menerima arahan, petunjuk detail, dan kerja sama saling melengkapi dalam hal-hal praktis. Amin. Maranatha. Parlin Purba

About