@yaruna86: Ada air mata yang jatuh bukan karena lemah, tetapi karena hati sedang jujur di hadapan Tuhan. Saat doa terasa berat, kata-kata tersendat, dan air mata lebih dulu berbicara— Tuhan tidak berpaling. Ia menghitung setiap air mata. Ia mendengar setiap keluh kesah. Dan pada waktu-Nya yang tepat, air mata itu akan berubah menjadi sukacita. Mungkin hari ini kita menangis sambil berdoa, namun suatu hari nanti kita akan menangis karena doa itu dijawab. Percayalah, Tuhan tidak pernah menyia-nyiakan doa yang tulus. Mazmur 56:9 “Engkau menghitung langkah pengembaraanku; taruhlah air mataku ke dalam kirbat-Mu.”