@hiphopultrasturkiye: “Tek rakibimiz botlar” Ferhat Yılmaz, sahne adıyla Ben Fero, 25 Şubat 1991 tarihinde Almanya’nın Bonn kentinde doğmuş Türk rapçi ve söz yazarıdır. Babası Trabzonlu, annesi Sivaslı olan Ben Fero, 1994 yılında ailesiyle birlikte Türkiye’ye dönerek İzmir’e yerleşmiştir. Rap müzikle tanışması henüz 8 yaşındayken Tupac dinlemesiyle başlayan sanatçı, eğitim hayatını Sabancı Üniversitesi İşletme bölümünde tamamlamıştır. Profesyonel müzik kariyerine 2018 yılında yayımladığı “Mahallemiz Esmer” adlı parça ile adım atan Ben Fero, kısa sürede dikkat çekmiştir. Aynı yıl çıkan “Kimlerdensin” ve özellikle “3 2 1” adlı teklileriyle geniş kitlelere ulaşmış, “3 2 1” Spotify Türkiye’de en çok dinlenen şarkı olmuştur. Bu başarının ardından özel sektördeki işini bırakarak tamamen müziğe yönelmiştir. 2019 yılında yayımladığı ilk stüdyo albümü Orman Kanunları, Türk rap tarihinde önemli bir başarıya imza atmış; albümde yer alan tüm şarkılar Spotify Türkiye Top 50 listesinde aynı anda yer almıştır. Albümdeki “Biladerim İçin” ve “Demet Akalın” parçaları uzun süre listelerde üst sıralarda kalmıştır. Aynı yıl Radyo Boğaziçi Müzik Ödülleri’nde En İyi Çıkış Yapan Sanatçı ödülünü kazanmıştır. 2020 yılında Yabani adlı EP’sini yayımlayan Ben Fero, sonraki yıllarda Maho G, Cash Flow, Gringo ve Khontkar gibi isimlerle iş birlikleri yapmıştır. Zaman zaman müziğe ara verse de yayımladığı single’larla kariyerini sürdürmüştür. 2025 yılında çıkan “Zor Değil” adlı parçasında, trafik kazasında hayatını kaybeden basketbolcu İlkan Karaman’a da değinmiştir. Ben Fero, enerjik tarzı ve sokak diliyle Türk rap müziğinde kendine özgü bir yer edinmiştir. Eğitim hayatı Sabancı Üniversitesi İşletme bölümündeki dönüm noktası Ben Fero, müzik kariyerine resmi olarak Nisan 2018’de yayımladığı “Mahallemiz Esmer” adlı ilk teklisiyle adım attı. Ayrıca gelen “Kimlerden” adlı parça ile dikkatleri üzerine dikkat çekildi ve bu süreç boyunca özel sektörde

Hiphop Ultras
Hiphop Ultras
Open In TikTok:
Region: TR
Tuesday 06 October 2026 13:43:39 GMT
188774
8776
45
189

Music

Download

Comments

emirflx0
Виктория :
uziye diyo
2026-10-06 16:17:30
159
hasan_.arsln
HASAN :
evet ben feroyu çok severim ama Türkiyenin en çok dinlenen şarkısı Aleyna tilki cevapsız çınlamadır
2026-10-09 20:36:26
4
iamyusuffx
♠️ :
Baba tek bu alemde
2026-10-06 19:34:52
113
rudygoat1
𝙼𝙰𝙲𝚁𝙾 :
482M nedir yav
2026-10-08 22:17:29
24
errrbq_1
⌖ :
“Tek rakibimiz botlar” ne demek, anlamadım ?
2026-10-13 13:43:29
4
_yigitsry
Yiĝit :
babadır
2026-10-10 17:40:22
8
emirtalasw
🇩🇪Emir16🇩🇪 :
2026-10-14 15:07:46
10
ze1nalov01
𝒁𝑬𝑰𝑵𝑨𝑳𝑶𝑽 :
baskal
2026-10-16 18:42:17
0
ucan_ciro
ucan_ciro :
Bu adamı geçemıyolar 🔪
2026-10-15 17:45:30
0
mehmetaliavc10
Mehmet Ali AVCI :
2026-10-13 19:17:31
3
huseyincinar.00
User1927252729282736363 :
Babaaaa
2026-10-06 19:41:41
6
efemiola
𝐄 𝐅 𝐄 𝐂̧ 𝐎 𝐁 𝐀 𝐍. :
2026-10-11 11:17:37
1
semih.karabatak.10
𝗞𝗔𝗥𝗔𝗕𝗔𝗧𝗔𝗞 :
2026-10-06 19:28:54
6
yunusemreuludaggs
𝖄𝖚𝖓𝖚𝖘 𝖊𝖒𝖗𝖊 :
2026-10-06 13:45:54
3
mehmetbltc46
mehmetbltc46 :
2026-10-16 08:52:05
0
urasozpercinn
emir :
2026-10-06 18:08:46
1
aliefeq27
Aliefeq7 :
2026-10-07 16:31:24
0
watashiwagetosuguru_
. :
2026-10-12 16:25:45
0
by_feyzullah_01
⚔️ 01_FEYZULLAH_07 ⚔️ :
2026-10-11 21:30:28
0
mehemmedpasayev15
Muhammed :
gece gölge babadir
2026-10-16 04:27:57
0
_tas4
BÜNYAMİN TAŞ :
2026-10-14 06:03:33
0
aliser722172
A L İ Ş E R🇸🇪 :
@ben fero>≥
2026-10-15 17:35:14
0
ferozilla
Ferozilla :
2026-10-15 01:43:54
0
tolga_b.17
Tolga_B.17 :
2026-10-08 11:33:07
0
To see more videos from user @hiphopultrasturkiye, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

RUPIAH TEMBUH 18 RIBU? Peringatan lembaga indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengguncang pasar keuangan Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas, sementara rupiah semakin tertekan hingga menembus level Rp 18.000 per dolar AS pada perdagangan Jumat (16/10/2026). MSCI membuka kemungkinan mengubah status pasar saham Indonesia dari emerging market atau pasar negara berkembang menjadi standalone market atau pasar mandiri. Wacana tersebut tertuang dalam laporan yang dirilis Kamis (15/10/2026) MSCI menilai sejumlah persoalan mendasar masih membayangi pasar modal Indonesia. Sorotan utamanya meliputi transparansi struktur kepemilikan saham, dugaan praktik perdagangan terkoordinasi, serta belum adanya bukti penegakan hukum yang dinilai memadai. MSCI akan mengumpulkan masukan dari pelaku pasar selama periode konsultasi. Keputusan akhir mengenai usulan perubahan klasifikasi tersebut dijadwalkan paling lambat 30 Juni 2027. Proposal bisa dihentikan apabila terdapat bukti nyata perbaikan tata kelola pasar. Namun, pengumuman itu langsung memicu tekanan besar di pasar domestik. IHSG anjlok 469,86 poin atau 8,01 persen ke level 5.393,92 saat pembukaan perdagangan Jumat. Bursa Efek Indonesia (BEl) merespons kejatuhan tersebut dengan menghentikan sementara perdagangan saham atau trading halt selama 30 menit. Tekanan jual berlanjut sepanjang sesi perdagangan. IHSG sempat bergerak di rentang 5.185,11 hingga 5.404,51 sebelum ditutup anjlok 11,57 persen ke level 5.185,11. Gejolak juga menghantam nilai tukar rupiah. Mata uang Garuda melemah 100 poin atau 0,56 persen ke level Rp 18.038 per dolar AS pada pembukaan. Hingga penutupan, rupiah masih tertekan dan berakhir di posisi Rp 18.027 per dolar AS, melemah 89 poin atau 0,50 persen. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengakui, pengumuman MSCI menjadi salah satu faktor yang memicu pelemahan IHSG dan rupiah. la mempertanyakan waktu penyampaian peringatan tersebut, mengingat MSCI baru bertemu dengan sejumlah pejabat Indonesia di Bangkok, Thailand, pada Selasa (13/10/2026).
RUPIAH TEMBUH 18 RIBU? Peringatan lembaga indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengguncang pasar keuangan Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas, sementara rupiah semakin tertekan hingga menembus level Rp 18.000 per dolar AS pada perdagangan Jumat (16/10/2026). MSCI membuka kemungkinan mengubah status pasar saham Indonesia dari emerging market atau pasar negara berkembang menjadi standalone market atau pasar mandiri. Wacana tersebut tertuang dalam laporan yang dirilis Kamis (15/10/2026) MSCI menilai sejumlah persoalan mendasar masih membayangi pasar modal Indonesia. Sorotan utamanya meliputi transparansi struktur kepemilikan saham, dugaan praktik perdagangan terkoordinasi, serta belum adanya bukti penegakan hukum yang dinilai memadai. MSCI akan mengumpulkan masukan dari pelaku pasar selama periode konsultasi. Keputusan akhir mengenai usulan perubahan klasifikasi tersebut dijadwalkan paling lambat 30 Juni 2027. Proposal bisa dihentikan apabila terdapat bukti nyata perbaikan tata kelola pasar. Namun, pengumuman itu langsung memicu tekanan besar di pasar domestik. IHSG anjlok 469,86 poin atau 8,01 persen ke level 5.393,92 saat pembukaan perdagangan Jumat. Bursa Efek Indonesia (BEl) merespons kejatuhan tersebut dengan menghentikan sementara perdagangan saham atau trading halt selama 30 menit. Tekanan jual berlanjut sepanjang sesi perdagangan. IHSG sempat bergerak di rentang 5.185,11 hingga 5.404,51 sebelum ditutup anjlok 11,57 persen ke level 5.185,11. Gejolak juga menghantam nilai tukar rupiah. Mata uang Garuda melemah 100 poin atau 0,56 persen ke level Rp 18.038 per dolar AS pada pembukaan. Hingga penutupan, rupiah masih tertekan dan berakhir di posisi Rp 18.027 per dolar AS, melemah 89 poin atau 0,50 persen. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengakui, pengumuman MSCI menjadi salah satu faktor yang memicu pelemahan IHSG dan rupiah. la mempertanyakan waktu penyampaian peringatan tersebut, mengingat MSCI baru bertemu dengan sejumlah pejabat Indonesia di Bangkok, Thailand, pada Selasa (13/10/2026). "Ini kan ada tanda tanya besar. Kemarin di Thailand kenapa (MSCI) enggak ngomong yang ini. Padahal yang kemarin itu seminggu juga belum," ujar Airlangga. Meski mempertanyakan langkah MSCI, Airlangga meminta semua pihak tidak terburu-buru menarik kesimpulan negatif. #fyp #rupiah

About