@byblereminder: Mungkin kita perlu belajar memahami arti “titipan”. Sebab sering kali kita terlalu sibuk merasa memiliki, sampai lupa bahwa tidak ada satu pun yang benar-benar bisa kita genggam selamanya. Orang yang kita cintai akan pergi. Tubuh yang kita rawat akan menua. Waktu yang kita punya akan habis. Bukan karena Tuhan ingin mengambil kebahagiaan kita, tetapi karena memang begitulah kehidupan bekerja. Kita diberi kesempatan untuk memiliki, lalu suatu hari diminta untuk melepaskan. Maka mungkin, mencintai bukan tentang bagaimana membuat seseorang tinggal selamanya. Mencintai adalah tentang bagaimana kita memperlakukan mereka selama Tuhan masih menitipkan mereka kepada kita. Menjaga. Menghargai. Memaafkan. Dan mencintai tanpa lupa bahwa semuanya akan kembali kepada-Nya. Sebab yang kita sebut kehilangan, mungkin hanya sebuah pengingat bahwa sejak awal, kita memang sedang menjaga sesuatu yang bukan milik kita selamanya.