bearbrand :
Jadi keinget kejadian tujuh tahun lalu, aku ketemu istriku di warkop milikku. Waktu itu dia lagi nangis pas nelpon karena kiriman uang semester dari orang tuanya telat. Karena kasihan dan ingat susahnya zaman kuliah dulu, aku langsung bantu bayarin uang semester dan semua tunggakannya. Aku ikhlas, walau orang tuanya sempat janji mau ganti.
Sebagai balas budi, dia nawarin diri buat bantuin jaga warkop yang kebetulan dekat kampusnya. Aku setuju, tapi dia tetap kugaji penuh tiap bulan untuk bantu biaya kuliahnya, bukan sebagai potong utang. Lama-lama, dia malah jadi orang kepercayaanku buat ngurus warkop.
Suatu hari, aku jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit sepulang dari tugas luar kota. Dia yang paling panik, mondar-mandir ngurusin ini-itu, sampai rela nginep nemenin aku sambil nahan tangis. Begitu aku sembuh, aku mantap langsung datang ke rumah orang tuanya untuk melamar.
Alhamdulillah, dia lanjutin kuliahnya sampai selesai, dan sekarang kami sudah dikaruniai dua anak. Sampai sekarang aku masih suka senyum-senyum sendiri kalau ingat momen pertama kali lihat dia nangis di warkop dulu...
Yah, begitulah kira-kira ceritanya, padahal dari awal sampai akhir semuanya cuma ngarang doang sih.
2026-10-07 09:56:36