@idntimes: Biodata dan Profil Yusuf Mahardika yang Lagi Disorot Yusuf Mahardika tengah menuai sorotan usai komentarnya soal final FIFA Asean Cup 2026 di Threads, membuat publik kembali mengenang namanya lewat karakter Madun yang melekat sejak masa kecilnya. Aktor kelahiran Jakarta, 20 Agustus 1999 ini memulai karier sebagai aktor cilik dan melejit berkat sinetron Tendangan Si Madun pada 2012, sebelum akhirnya merambah berbagai peran sebagai aktor, produser, hingga sutradara. Sebelum terjun ke dunia hiburan, Yusuf ternyata sempat berprestasi di sepak bola usia dini dengan meraih juara pertama di All Star Galapuri U-10 dan JNE CUP U-10 pada 2009, yang menjelaskan kedekatannya dengan karakter Madun. Hingga kini ia masih aktif berkarya lewat sejumlah proyek film mendatang seperti Crocodile Tears, Tale of the Land, dan Norma: Antara Mertua dan Menantu. #IDNTimesHype #IDNTimes_FFi

IDN Times
IDN Times
Open In TikTok:
Region: ID
Wednesday 07 October 2026 10:11:36 GMT
7987
41
7
0

Music

Download

Comments

nlangrang_jebol
nglanggrang :
dulu pas masih kecil empet bgt Ama Martin ,,,eh didunia nyata sebaliknya
2026-10-08 03:35:45
0
cakrawalaa08
Cakrawala08 :
ternyata Martin yang baik.
2026-10-07 12:10:15
0
vikramgz25
SULLLE🐍 :
dun dun kebalik jahatnya🗿
2026-10-07 10:16:13
1
palevi5151
Palevi5151 :
redup dia makanya nyenggol pak wowok😁
2026-10-07 11:19:17
2
mas.sandi.29
sandi :
ini ma nyari sensasi
2026-10-07 10:34:30
0
To see more videos from user @idntimes, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ini mah kalau kata gue ya. Mulai dari sekarang udh deh stop untuk hate orang terutama menghina fisik, yu normalisasi  untuk ga salah lapak di akun orang lain dan bawa nama lain, lo komen sesuai sama isi kontennya aja (ga ush caper),  stop untuk membandingkan org lain mau sampe kapan pun pasti beda ga akan smaa, stop ngerasa paling berhak nilai hidup orang lain, ngatur alur cerita hidup org. Karena kita ga tau apa yg di rasakan sama yg nerima komen jelek itu, ok kalian yg komen seenak jidat, pasti ga akan mikir jauh, soalnya lo komen untuk melampiaskan ego lo aja abis itu lo scroll konten lain udh kelar, ga berdampak apapun, tapi yg nerima komen itu pasti ga enak banget rasanya, dampaknya sangat besar. Perlu di pikir juga, yg lo pada hate/katain juga punya perasaan dan punya keluarga pasti mereka sakit anaknya di hina atau apa. Coba kalau posisinya di balik apakah kalian juga mau di hate, di banding-bandingkan, di anggap tidak pantas, di hina fisiknya nya, dikatain ini itu, setiap konten pasti ada nama org lain, pasti kan ga mau, karena ga semua harus sesuai sama standar kalian, kemauan kalian, penilaian kalian, kalau lo suka sama salah satunya tapi ga suka sama patner nya lebih baik skip aja jangan komen yg jelek itu lebih baik, kehilangan 1 org ga masalah ko di bandingkan ada 1 org tapi selalu menghina dan cuma jadi benalu aja dan ga semua hal perlu dikomentarin, apalagi kalau cuma nyakitin.  Hargai orang lain kalau kalian juga mau dihargai, komentar baik ga ada salahnya ko, saling respect aja, kalau ga suka ga ush di liat dan ga sudh nimbrung, kelakuan lo itu ga keren sama sekali malah norak dan mencerminkan diri lo yg sebenarnya kalau lo norak abis, ga ada value, kesepian 🫠🫠🫠 Dan jangan playing victim atau marah juga kalau komentar jelek lo di bales, emng pantes di bales dan kita yg nerima komentar jelek berhak marah ko bukan baper yaaaa, sekali-kali perlu di kasih efek jera, dan bnr kalau ketemu asli pasti ga akan berani, ciut ga ada nyali sama sekali 🫠🫠 #omaraesteghlal #prillylatuconsina #podcast #suaraberkelas #foryou
Ini mah kalau kata gue ya. Mulai dari sekarang udh deh stop untuk hate orang terutama menghina fisik, yu normalisasi untuk ga salah lapak di akun orang lain dan bawa nama lain, lo komen sesuai sama isi kontennya aja (ga ush caper), stop untuk membandingkan org lain mau sampe kapan pun pasti beda ga akan smaa, stop ngerasa paling berhak nilai hidup orang lain, ngatur alur cerita hidup org. Karena kita ga tau apa yg di rasakan sama yg nerima komen jelek itu, ok kalian yg komen seenak jidat, pasti ga akan mikir jauh, soalnya lo komen untuk melampiaskan ego lo aja abis itu lo scroll konten lain udh kelar, ga berdampak apapun, tapi yg nerima komen itu pasti ga enak banget rasanya, dampaknya sangat besar. Perlu di pikir juga, yg lo pada hate/katain juga punya perasaan dan punya keluarga pasti mereka sakit anaknya di hina atau apa. Coba kalau posisinya di balik apakah kalian juga mau di hate, di banding-bandingkan, di anggap tidak pantas, di hina fisiknya nya, dikatain ini itu, setiap konten pasti ada nama org lain, pasti kan ga mau, karena ga semua harus sesuai sama standar kalian, kemauan kalian, penilaian kalian, kalau lo suka sama salah satunya tapi ga suka sama patner nya lebih baik skip aja jangan komen yg jelek itu lebih baik, kehilangan 1 org ga masalah ko di bandingkan ada 1 org tapi selalu menghina dan cuma jadi benalu aja dan ga semua hal perlu dikomentarin, apalagi kalau cuma nyakitin. Hargai orang lain kalau kalian juga mau dihargai, komentar baik ga ada salahnya ko, saling respect aja, kalau ga suka ga ush di liat dan ga sudh nimbrung, kelakuan lo itu ga keren sama sekali malah norak dan mencerminkan diri lo yg sebenarnya kalau lo norak abis, ga ada value, kesepian 🫠🫠🫠 Dan jangan playing victim atau marah juga kalau komentar jelek lo di bales, emng pantes di bales dan kita yg nerima komentar jelek berhak marah ko bukan baper yaaaa, sekali-kali perlu di kasih efek jera, dan bnr kalau ketemu asli pasti ga akan berani, ciut ga ada nyali sama sekali 🫠🫠 #omaraesteghlal #prillylatuconsina #podcast #suaraberkelas #foryou

About