@.al9ad7: Mahmud Paşa🔥🔥👑 #sultanmehmet #السلطان_محمد_الفاتح #الدوله_العثمانيه #كارايل⭐ #العثروع⭐

كارايـــل|🇯🇴𝗞𝗔𝗥𝗔𝗘𝗟👑
كارايـــل|🇯🇴𝗞𝗔𝗥𝗔𝗘𝗟👑
Open In TikTok:
Region: JO
Wednesday 07 October 2026 10:28:57 GMT
50921
2755
23
101

Music

Download

Comments

omar.abdelalim8
💸👑مـــHــــمــد👑💸 :
لا يا محمود عهد خليل باشا جاندرلي لم ينتهي بقدومك بل انتهي بوجود زغانوس علي صداره ولكن خليل باشا هوا من علمك سياسه
2026-10-07 12:12:32
16
jjjhbbhj0
سلطان الفتوحات :
جاندارلي
2026-10-07 22:03:07
2
hrhg2010
Hatem Akram Al-Taie :
الجاندارلي لا يموت
2026-10-07 14:16:29
11
a.2008.s3
☪ابو سـيـفF_18 :
2026-10-07 20:15:06
3
ghlmad332
Taha :
هههههههههههههه❤️❤️❤️
2026-10-07 23:15:32
0
zakariyaswati
🫶زکریا خان سواتی ❤️‍🩹 :
2026-10-07 18:49:49
2
ma4wan_bo_fo7ad
مروان بو فؤاد :
2026-10-07 10:54:33
3
3l3k5
Ali 🪐❤️ :
🦅🔥
2026-10-07 15:45:35
5
al_rujhan_abaya
Al_Rujhan_Abaya :
2026-10-07 22:15:13
1
al_rujhan_abaya
Al_Rujhan_Abaya :
2026-10-07 22:15:06
1
elvin.gasan0v
Elvin Gasanov :
♥️♥️♥️
2026-10-07 17:51:48
3
guwanchudaygulyy6
Guwanc721 :
👏👏👏
2026-10-07 22:25:59
1
To see more videos from user @.al9ad7, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

BANGKALAN, JADIKABAR – Dugaan uang damai di lingkungan Satlantas Polres Bangkalan meluas. Setelah di pos ulang di media sosial, sejumlah warganet mengaku pernah mengalami penilangan yang berujung pada permintaan uang. Salah satu unggahan ulang muncul di akun TikTok Halo Bangkalan. Hingga berita ini ditulis, unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 13 ribu kali, mendapat sekitar 290 tanda suka dan 95 komentar. Kolom komentar kemudian berubah menjadi ruang berbagi pengalaman. Sejumlah akun tidak hanya membahas dugaan uang damai, tetapi juga menyinggung keberadaan Pos Polisi Junok yang disebut pernah menjadi lokasi penanganan perkara lalu lintas. Akun Amer Rebot, misalnya, secara terbuka menyoroti keberadaan pos tersebut. Ia bahkan meminta agar Pos Polisi Junok ditiadakan karena menurut pengakuannya dianggap meresahkan masyarakat. “Ditiadakan saja Pos Polisi Junok, meresahkan warga,” Tulis Amer Rebot dalam komentar. Komentar itu kemudian ditanggapi akun M.pro Gank. Ia mempertanyakan manfaat keberadaan pos tersebut dan menyebut keberadaannya justru dianggap menyulitkan masyarakat. “Adek gunanah lakarah merepot bedenah,” tulis M.pro Gank, yang berarti keberadaannya dinilai tidak berguna dan justru merepotkan. Kesaksian lebih serius disampaikan akun AMELIA. Ia mengaku dugaan praktik penyelesaian perkara dengan uang di Pos Junok bukan persoalan baru dan menyebut telah mengetahuinya sejak 2008. “Dari 2008 sudah kek gitu di post Junok itu. Makkeh Rp50 ribu e dletenin mun tak andik Rp500 ribu [walaupun Rp50 ribu diambil kalau tidak punya Rp500 ribu,” tulis AMELIA. Cerita serupa muncul dari akun J@mill55. Ia mengaku pernah diminta Rp1,5 juta setelah ditilang akibat persoalan pelat kendaraan, sebelum akhirnya nominal tersebut disebut turun melalui negosiasi. “Rp500 masih mending. Aku pernah diminta Rp1,5 juta, kalau gak bayar motor disita. Cuma gara-gara plat mati. Setelah negosiasi cuma Rp1 juta,” tulisnya. Pengalaman berbeda disampaikan akun sitihotimah22. Ia mengaku pernah dimintai uang ketika berhadapan dengan petugas dan menyebut telepon genggamnya sempat diambil karena diduga digunakan untuk merekam. “Saya megang handphone mau menelfon, dia ambil handphone saya dan dilihatin karena dikira ngerekam. Padahal saya menelfon suami,” tulisnya. Tak berhenti pada pengakuan soal permintaan uang, akun ishaq syahid juga menyinggung dugaan upaya menutupi praktik tersebut. Ia mengaku ada pihak yang setelah menerima uang justru diminta membuat video bantahan. “Ada yang dimintai Rp1 juta. Setelah dikasih, divideokan, suruh bilang gak dimintai apa-apa,” tulisnya. Diberitakan sebelumnya menyebut seorang warga berinisial AN mengaku rekannya dimintai Rp500 ribu setelah ditilang di sekitar Kantor Bawaslu Bangkalan dan dibawa ke Pos Polisi Junok. Lalu nominal itu kemudian turun menjadi Rp350 ribu dan sempat diserahkan kepada oknum petugas kepolisian, sebelum akhirnya dikembalikan setelah terjadi perdebatan. Selain akun TikTok Halo Bangkalan, berita koranmadura.com juga diunggah ulang melalui akun TikTok Tanah Merah Update serta akun Facebook gresiksumpek.id.”Tutupnya
BANGKALAN, JADIKABAR – Dugaan uang damai di lingkungan Satlantas Polres Bangkalan meluas. Setelah di pos ulang di media sosial, sejumlah warganet mengaku pernah mengalami penilangan yang berujung pada permintaan uang. Salah satu unggahan ulang muncul di akun TikTok Halo Bangkalan. Hingga berita ini ditulis, unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 13 ribu kali, mendapat sekitar 290 tanda suka dan 95 komentar. Kolom komentar kemudian berubah menjadi ruang berbagi pengalaman. Sejumlah akun tidak hanya membahas dugaan uang damai, tetapi juga menyinggung keberadaan Pos Polisi Junok yang disebut pernah menjadi lokasi penanganan perkara lalu lintas. Akun Amer Rebot, misalnya, secara terbuka menyoroti keberadaan pos tersebut. Ia bahkan meminta agar Pos Polisi Junok ditiadakan karena menurut pengakuannya dianggap meresahkan masyarakat. “Ditiadakan saja Pos Polisi Junok, meresahkan warga,” Tulis Amer Rebot dalam komentar. Komentar itu kemudian ditanggapi akun M.pro Gank. Ia mempertanyakan manfaat keberadaan pos tersebut dan menyebut keberadaannya justru dianggap menyulitkan masyarakat. “Adek gunanah lakarah merepot bedenah,” tulis M.pro Gank, yang berarti keberadaannya dinilai tidak berguna dan justru merepotkan. Kesaksian lebih serius disampaikan akun AMELIA. Ia mengaku dugaan praktik penyelesaian perkara dengan uang di Pos Junok bukan persoalan baru dan menyebut telah mengetahuinya sejak 2008. “Dari 2008 sudah kek gitu di post Junok itu. Makkeh Rp50 ribu e dletenin mun tak andik Rp500 ribu [walaupun Rp50 ribu diambil kalau tidak punya Rp500 ribu,” tulis AMELIA. Cerita serupa muncul dari akun J@mill55. Ia mengaku pernah diminta Rp1,5 juta setelah ditilang akibat persoalan pelat kendaraan, sebelum akhirnya nominal tersebut disebut turun melalui negosiasi. “Rp500 masih mending. Aku pernah diminta Rp1,5 juta, kalau gak bayar motor disita. Cuma gara-gara plat mati. Setelah negosiasi cuma Rp1 juta,” tulisnya. Pengalaman berbeda disampaikan akun sitihotimah22. Ia mengaku pernah dimintai uang ketika berhadapan dengan petugas dan menyebut telepon genggamnya sempat diambil karena diduga digunakan untuk merekam. “Saya megang handphone mau menelfon, dia ambil handphone saya dan dilihatin karena dikira ngerekam. Padahal saya menelfon suami,” tulisnya. Tak berhenti pada pengakuan soal permintaan uang, akun ishaq syahid juga menyinggung dugaan upaya menutupi praktik tersebut. Ia mengaku ada pihak yang setelah menerima uang justru diminta membuat video bantahan. “Ada yang dimintai Rp1 juta. Setelah dikasih, divideokan, suruh bilang gak dimintai apa-apa,” tulisnya. Diberitakan sebelumnya menyebut seorang warga berinisial AN mengaku rekannya dimintai Rp500 ribu setelah ditilang di sekitar Kantor Bawaslu Bangkalan dan dibawa ke Pos Polisi Junok. Lalu nominal itu kemudian turun menjadi Rp350 ribu dan sempat diserahkan kepada oknum petugas kepolisian, sebelum akhirnya dikembalikan setelah terjadi perdebatan. Selain akun TikTok Halo Bangkalan, berita koranmadura.com juga diunggah ulang melalui akun TikTok Tanah Merah Update serta akun Facebook gresiksumpek.id.”Tutupnya

About