@mood.permis: Venez passer votre permis moto chez nous 🥰 À partir de 750€, inscription par téléphone ou en agence 51 Avenue du Président Wilson, 93100, Montreuil 📍 07 81 08 65 79 📞 On est ouvert tous les jours de 11h30 à 20h00 🔥 #permis #autoecole #moto #a2 #moodpermis

Mood Permis
Mood Permis
Open In TikTok:
Region: FR
Wednesday 07 October 2026 17:59:06 GMT
4549
393
4
32

Music

Download

Comments

hafsaimpact
Hafsa🌼 :
je passe demain les gars ... je veux la même ambiance
2026-10-07 18:03:24
9
mood.permis9
Mood Permis :
Vient on va t'accueillir [Gros LOL]
2026-10-10 12:06:10
1
cecile7394
CECILE 🥰 :
je suis libérable c'est trop bien 🥰 je l'ai eu directement en le payant c'est plutôt cool que stressant
2026-10-11 11:32:10
0
To see more videos from user @mood.permis, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV {4} : Keheningan malam mencengkeram rumah kontrakan itu dengan begitu pekat. Di kamar tamu, James masih belum bisa memejamkan mata. Ia berbaring telentang menatap langit-langit yang gelap, sementara isi kepalanya terus berputar menayangkan kilasan-kilasan kesalahannya. Kamar itu terasa pengap oleh rasa bersalah yang kian menumpuk. Sementara itu, di kamar utama, jarum jam dinding baru saja melewati angka dua dini hari. Kamu mendadak terbangun. Tenggorokannya terasa teramat kering dan terbakar, efek samping dari obat-obatan dosis tinggi yang baru kamu minum tadi siang. Kamu menoleh ke arah nakas di samping tempat tidur. Di sana ada botol air, namun posisinya terlalu jauh di ujung meja. Kamu mencoba menggeser tubuhmu, bertumpu pada kedua lenganmu yang lemas. Prak! Bukannya meraih botol, jemarimu yang gemetar justru menyenggol gelas kosong di dekatnya hingga jatuh dan pecah berantakan di lantai ubin. Di tengah malam yang sunyi, suara pecahan kaca itu terdengar begitu nyaring dan mengejutkan. Kamu menghela napas pasrah, menatap serpihan kaca di kolong tempat tidur. Rasa haus yang menyiksa membuatmu tidak punya pilihan lain. Dengan suara yang masih serak dan parau, kamu mencoba memanggil suamimu.
POV {4} : Keheningan malam mencengkeram rumah kontrakan itu dengan begitu pekat. Di kamar tamu, James masih belum bisa memejamkan mata. Ia berbaring telentang menatap langit-langit yang gelap, sementara isi kepalanya terus berputar menayangkan kilasan-kilasan kesalahannya. Kamar itu terasa pengap oleh rasa bersalah yang kian menumpuk. Sementara itu, di kamar utama, jarum jam dinding baru saja melewati angka dua dini hari. Kamu mendadak terbangun. Tenggorokannya terasa teramat kering dan terbakar, efek samping dari obat-obatan dosis tinggi yang baru kamu minum tadi siang. Kamu menoleh ke arah nakas di samping tempat tidur. Di sana ada botol air, namun posisinya terlalu jauh di ujung meja. Kamu mencoba menggeser tubuhmu, bertumpu pada kedua lenganmu yang lemas. Prak! Bukannya meraih botol, jemarimu yang gemetar justru menyenggol gelas kosong di dekatnya hingga jatuh dan pecah berantakan di lantai ubin. Di tengah malam yang sunyi, suara pecahan kaca itu terdengar begitu nyaring dan mengejutkan. Kamu menghela napas pasrah, menatap serpihan kaca di kolong tempat tidur. Rasa haus yang menyiksa membuatmu tidak punya pilihan lain. Dengan suara yang masih serak dan parau, kamu mencoba memanggil suamimu. "James... James..." panggilmu, suaramu hampir habis di tenggorokan. Di kamar sebelah, James yang memang belum tidur langsung menegakkan tubuhnya begitu mendengar suara pecahan kaca disusul panggilan lirihmu. Jantungnya berdegup kencang. Ketakutan bahwa kondisimu kembali drop seperti kemarin membuat seluruh tubuhnya bergerak refleks. James membuka pintu kamar dan berlari cepat menyusuri lorong menuju kamar utama. Cklek! James membuka pintu dengan napas memburu. Ia menyalakan lampu kamar, membuat ruangan yang tadinya remang langsung terang benderang. Pandangan James langsung tertuju pada serpihan gelas di lantai, lalu beralih kepadamu yang sedang bersandar rapuh pada kepala ranjang dengan bibir yang pecah-pecah. "Lo gak apa-apa?! Ada yang luka?!" tanya James panik. Ia melangkah lebar, dengan sangat hati-hati menghindari pecahan kaca di lantai, lalu berlutut di samping ranjangmu. Kamu menggelengkan kepalamu pelan, menatap James dengan sepasang mata sayu yang dipenuhi rasa bersalah karena telah mengganggu tidur suamimu. "Maaf ya, James... aku bangunin kamu. Aku... aku cuma mau minum. Haus banget, tapi gelasnya jatuh." Mendengar alasan itu, dada James kembali terasa dihantam godam tak kasat mata. Ia melihat ke arah botol air yang letaknya terlalu jauh dari jangkauanmu. Kebodohan dan kelalaian dirinya sebagai suami lagi-lagi terpampang nyata di depan matanya. Mengapa ia tidak memastikan air minum itu berada tepat di samping tanganmu sebelum ia pergi tidur tadi? James tidak menjawab. Ia berdiri, mengambil botol air baru dari dalam lemari kecil di sudut kamar, lalu menuangkannya ke dalam gelas plastik yang aman. Dengan tangan yang sedikit bergetar, James menyodorkan gelas itu ke bibirmu. "Minum," kata James pendek, suaranya terdengar serak. Kamu menerima gelas itu dan meminumnya dengan rakus hingga tandas. Setelah rasa kering di tenggorokanmu reda, kamu mengembalikan gelas itu pada James. "Makasih ya, James. Maaf banget udah ngerepotin malam-malam begini. Kamu pasti capek, lanjut tidur aja di sebelah." James memegang gelas plastik kosong itu dengan erat. Ia menatap wajahmu yang masih menyisakan rona pucat akibat demam. Alih-alih marah seperti biasanya, kali ini James justru merasakan sesak yang teramat sangat di dadanya. Egonya malam ini benar-benar harus menyerah kalah pada ketulusanmu. James tidak berbalik pergi ke kamar sebelah. Ia menarik kursi kayu di samping ranjang, mendudukinya, lalu menunduk dalam-dalam sambil menyembunyikan wajahnya di kedua lututnya. "Gue gak capek, Y/n..." bisik James lirih, suaranya mulai bergetar menahan tangis yang kembali mendesak keluar. "Gue cuma... gue cuma benci sama diri gue sendiri." (💬+) #POV #james #cortis #foryou

About