@luvinglliz:

I DONT INBOX  YOU
I DONT INBOX YOU
Open In TikTok:
Region: US
Wednesday 07 October 2026 23:47:09 GMT
351
44
6
1

Music

Download

Comments

black7545
Cushena :
Me
2026-10-08 23:54:13
0
luvbeing3
LuvBeing♋️ :
Yessss Ms Liz 💯🕯️💁🏽‍♀️
2026-10-08 04:23:38
0
tboyknow3
t boy :
AfA
2026-10-08 15:54:10
0
chukw120
solution Money :
please I need your help
2026-10-08 06:07:54
0
adisabelieve100
ADISA 🔑 :
👋
2026-10-09 03:13:52
0
kevinn.robinson50
Kevinn Robinson :
❤️❤️❤️
2026-10-08 01:22:54
0
To see more videos from user @luvinglliz, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pengelolaan sampah di Batam kembali menjadi sorotan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam Dohar Mangalando Hasibuan tak kunjung merespons konfirmasi terkait persoalan sampah dan perkembangan investasi pengolahan sampah menjadi energi. Wali Kota Batam Amsakar Achmad sebelumnya mengarahkan agar persoalan tersebut dikonfirmasi kepada Dohar. “Kemarin sudah dibahas oleh Pak Dohar bersama Deputi Bidang Investasi BP Batam,” kata Amsakar, Rabu (7/10). Dengan timbulan sampah yang disebut mencapai sekitar 1.300 ton per hari, tumpukan sampah masih terlihat di sejumlah kawasan. Di Jalan Dapur 12 dan Jalan Brigjen Katamso, Tanjunguncang, sampah menumpuk, bahkan sebagian dibakar hingga mengeluarkan asap pekat di tengah kondisi Batam yang masih terganggu jerebu. Herman, warga Tanjunguncang, mengatakan tumpukan sampah di lokasi tersebut sudah berlangsung berbulan-bulan karena pengangkutan dinilai tidak rutin. “Sudah ada setiap hari selama berbulan-bulan. Sampah-sampah itu tidak diangkut. Kadang dibakar orang untuk mengurangi volumenya,” ujarnya. Ketua DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Kota Batam Alwi Djaelani menilai persoalan tersebut merupakan masalah pelayanan publik sekaligus ancaman kesehatan lingkungan. Ia meminta DLH segera membersihkan titik penumpukan, mengevaluasi armada dan jadwal pengangkutan, serta membuka informasi mengenai jumlah sampah, kapasitas pengangkutan, dan lokasi yang belum tertangani. “DLH harus bergerak dari sekadar mengangkut sampah menjadi mengendalikan krisis persampahan secara menyeluruh,” katanya. Alwi juga menyoroti pentingnya keterbukaan pejabat publik dalam menjawab persoalan masyarakat. Menurutnya, pemerintah tidak cukup hanya mengimbau warga agar tidak membuang atau membakar sampah sembarangan, tetapi harus memastikan layanan pengangkutan dan tempat penampungan tersedia secara memadai. Reporter: Jamaluddin Lobang   Editor: Ari #sampah #batam #dlh #lingkungan
Pengelolaan sampah di Batam kembali menjadi sorotan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam Dohar Mangalando Hasibuan tak kunjung merespons konfirmasi terkait persoalan sampah dan perkembangan investasi pengolahan sampah menjadi energi. Wali Kota Batam Amsakar Achmad sebelumnya mengarahkan agar persoalan tersebut dikonfirmasi kepada Dohar. “Kemarin sudah dibahas oleh Pak Dohar bersama Deputi Bidang Investasi BP Batam,” kata Amsakar, Rabu (7/10). Dengan timbulan sampah yang disebut mencapai sekitar 1.300 ton per hari, tumpukan sampah masih terlihat di sejumlah kawasan. Di Jalan Dapur 12 dan Jalan Brigjen Katamso, Tanjunguncang, sampah menumpuk, bahkan sebagian dibakar hingga mengeluarkan asap pekat di tengah kondisi Batam yang masih terganggu jerebu. Herman, warga Tanjunguncang, mengatakan tumpukan sampah di lokasi tersebut sudah berlangsung berbulan-bulan karena pengangkutan dinilai tidak rutin. “Sudah ada setiap hari selama berbulan-bulan. Sampah-sampah itu tidak diangkut. Kadang dibakar orang untuk mengurangi volumenya,” ujarnya. Ketua DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Kota Batam Alwi Djaelani menilai persoalan tersebut merupakan masalah pelayanan publik sekaligus ancaman kesehatan lingkungan. Ia meminta DLH segera membersihkan titik penumpukan, mengevaluasi armada dan jadwal pengangkutan, serta membuka informasi mengenai jumlah sampah, kapasitas pengangkutan, dan lokasi yang belum tertangani. “DLH harus bergerak dari sekadar mengangkut sampah menjadi mengendalikan krisis persampahan secara menyeluruh,” katanya. Alwi juga menyoroti pentingnya keterbukaan pejabat publik dalam menjawab persoalan masyarakat. Menurutnya, pemerintah tidak cukup hanya mengimbau warga agar tidak membuang atau membakar sampah sembarangan, tetapi harus memastikan layanan pengangkutan dan tempat penampungan tersedia secara memadai. Reporter: Jamaluddin Lobang Editor: Ari #sampah #batam #dlh #lingkungan

About