@kang.uten: Mahkamah Konstitusi (MK) seperti sedang mempertontonkan sebuah ironi: sebuah lembaga yang seharusnya menjadi penjaga konstitusi justru membuat pernyataan yang menimbulkan tanda tanya besar. MK mengatakan telah terbukti bahwa ijazah SMA Gibran tidak ditemukan. Lalu, apa sebenarnya yang hendak dicari? Gibran memang tidak memiliki ijazah SMA. Clear. Sampai kapan pun ijazah SMA itu tidak akan ditemukan, karena Gibran bersekolah di Singapura yang sistem pendidikannya memang tidak mengenal jenjang SMA seperti di Indonesia. Lantas, apa yang mau dipaksakan? Sistem pendidikan Singapura–Australia dipaksa masuk ke dalam ukuran sistem pendidikan Indonesia? Masa warga negara Indonesia yang lulus dari sekolah luar negeri harus pula dipaksa memiliki ijazah SMA Indonesia? Di sinilah persoalannya menjadi aneh. Kalau sejak awal sudah diketahui bahwa Gibran tidak memiliki ijazah SMA karena menempuh pendidikan dengan sistem yang berbeda, kenapa persoalan itu justru dibawa dan dipertontonkan di ruang sidang MK? Dan kalau sejak awal MK tahu bahwa dirinya tidak berwenang mengabulkan gugatan Denny Indrayana dkk., kenapa gugatan itu masih diberi panggung untuk disidangkan? Bukankah kewenangan adalah pintu pertama sebelum sebuah perkara diperiksa lebih jauh? Kalau pintunya saja tidak punya kewenangan untuk dibuka, buat apa orang ramai-ramai masuk ke dalam ruangan? Inilah yang membuat publik bertanya: MK sebenarnya sedang menguji konstitusi, atau sedang menguji kesabaran publik? Jangan sampai lembaga sebesar MK terlihat seperti tidak punya pekerjaan lain yang lebih penting. Sebab ketika sebuah lembaga negara sibuk mengurus sesuatu yang sejak awal problematik secara kewenangan, yang dipertaruhkan bukan hanya sebuah perkara. Yang dipertaruhkan adalah wibawa lembaga. Dan kalau wibawa lembaga sudah dipertaruhkan oleh cara berpikir yang keliru, itulah yang layak disebut: Kebodohan institusional. Get the feeling Mr. Ten #mahkamahkonstitusi #gibran #ijazah #prabowo #jokowi
Motivator Uten
Region: ID
Wednesday 07 October 2026 23:55:09 GMT
Music
Download
Comments
Majid Lintang :
Saya melihat ada kesepakatan di belakang ruang sidang antara Denny Indrayana dengan hakim MK untuk memojokkan Gibran secara politik. MK bermain politik praktis.
2026-10-08 00:11:29
463
Endhuruis✔️ :
Pertanyaan saya Tuan:
Bgmn anak" bangsa yg Krn tugas ortunya di LN .sekolah hingga jenjang tertinggi di negara dmn kereta tinggal ,jika suatu hari pulang ke Indonesia dan melamar pekerjaan hrs ada ijazah SMA ? hrs kah anak" itu ikut kejar paket A / paket" lain yg terbitkan ijazah SMA ? bikin malas anak" bangsa yg cerdas utk Balik ke Indonesia ......Sungguh Naif 😳
2026-10-08 03:19:57
225
Pondok Wisata Karapyak :
1000% betul, mk mempertontonkan kebodohanya... 😂
2026-10-08 06:21:46
95
@andre 103 :
kami akan membalaskan rasa kecewa pada 2029,kami buktikan bahwa gibran yg akan jadi presiden
2026-10-08 05:45:31
409
ryancorp :
smart thinks thanksss for
2026-10-08 23:26:31
0
Azzahid colection :
MK blunder
2026-10-09 11:05:28
0
Kopi_Ireng_Pait :
ya sudah lah... untuk kesekian kalinya negara kita mempertontonkan kebodohan di tingkat institusional
2026-10-08 02:00:24
272
Gsp Hutapea :
sangat di sayangkan para ahli hukum seperti para hakim MK mempertontonkan seakan2 merekalah dewanya pd hal itu seharusnya bukanlah ranah mereka..sekarang perdebatan terjadi di publik mereka sekarang hanya tinggal menonton anak2 bangsa berdebat krn keputusan mereka.
2026-10-08 09:40:20
12
P4U7 :
MK GAGAL PAHAM MELAHIRKAN PUTUSAN MENYESATKAN MERUNTUHKAN WIBAWA MK SENDIRI
2026-10-08 02:34:47
92
Daniel Mamasa :
Hakim mk ikut berpolitik. Hanya itu yang saya "percaya" dalam kasus kemarin.
2026-10-08 02:56:57
69
Super Teen :
Akibat Putra Mahkota mau juga jadi Wapres
2026-10-08 04:55:25
22
___uNNo__ :
MK DI UJI KEILMUANNYA ! MK DI UJI KEADILANNYA. MK BISA JADI KENA JEBAKAN BATMAN. PERTANYAANNYA BISAKAH SESORANG BISA MENCAPAI GELAR S1 TANPA TAHAPAN PENDIDIKAN DIBAWAHNYA. SETIAP NEGARA PUNYA REGULASI PENDIDIKAN YG BEDA. APAKAH MK TIDAK PAHAM. KALO BEGITU MK PERLU BELAJAR LAGI - AGAR TIDAK BIKIN GADUH DAN POLEMIK KEPUTUSANNYA.
2026-10-08 05:55:31
34
@#anakJIN# :
ya MK bukan Menyelesaikan masalah, tp malah MK yg buat keadaan makin gaduh... seolah-olah MK tdk paham sistem sekolah itu berbeda di setiap negara
2026-10-08 10:42:00
26
Bulsatap :
Benar..harusnya mengedukasi..malah terlihat Pembodohan...atau mungkin Pembodohan sedang laris?
2026-10-08 02:21:40
34
Snd :
emang kebablasan,udah tahu dari awal itu bukan ranahnya? sepertinya ada udang di balik bakwan? sudah saatnya mengkritisi lembaga itu karena sudah ada permainan politik?
2026-10-08 03:14:05
38
Sam :
MK membuat keputusan dan pernyataan seperti itu karena MK sdh berpolitik praktis, tdk lg independen, tdk tertutup kemungkinan sengaja dikondisikan seperti itu karena ada pihak yg terlalu takut bersaing secara segan nnti 2029.
2026-10-08 02:31:00
43
sumarwantowantowa :
ora urusane diurusi...
2026-10-08 01:53:42
23
teteh_El :
miris ya pak.. setingkat mk.. tapi gimanapun, mk adalah sebuah wadah/alat sedangkan yang melaksanakannya manusia.. tentu tergantung skill, kecerdasan akal, kekuatan emosinya, dan karakternya..
2026-10-08 01:00:18
21
Hafid :
BANGSA LAIN SDH BERPIKIR UNTUK TINGGAL DI BULAN...KITA MASIH BERKUTAT DIMASALAH IJAZAH...KOPLAK !
2026-10-08 03:28:57
10
Siswanto :
kenapa yg selalu dicari cari itu keluarga pak jokowi. ini menurut sy ada agenda besar para kelompok pembenci kel pak jikowi. bikin gaduh negara ini
2026-10-08 07:01:33
8
IAN :
MK SDH berpolitik praktis
2026-10-08 00:45:44
125
mas Lodo :
padahal orang MK itu semua prof ko bodoh kaya saya ya
2026-10-08 01:41:41
222
edokopi :
buang2 anggaran.... bubarkan saja gedungnya juga d ganti buat rusun krn masih banyak orang-orang yg belum punya tempat tinggal. 😂😂😂
2026-10-08 02:39:31
63
Rudi Hartono690 :
untuk selanjutnya..Hakim MK tidak boleh lagi dari kalangan POLITIKUS atau MANTAN POLITIKUS karena naluri Berpolitik masih melekat.Sangat BERBAHAYA dan MERUSAK TATANAN HUKUM [Menangis]
2026-10-08 02:29:26
176
Jmm :
bener pak.klw yg datang bukan tamunya, kenapa mk suruh masuk?
2026-10-08 03:46:29
135
To see more videos from user @kang.uten, please go to the Tikwm
homepage.