@nyahs_secretacounnt:

Nyahspamm
Nyahspamm
Open In TikTok:
Region: US
Thursday 08 October 2026 14:43:13 GMT
113
7
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @nyahs_secretacounnt, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pov: Hari ini menjadi pertama kalinya kamu bertemu dengan Jungwon. Bukan di sebuah acara keluarga, bukan pula dalam suasana hangat yang sengaja diciptakan kedua orang tua kalian agar kalian bisa saling mengenal. Kalian hanya bertemu di sebuah ruang privat yang cukup tenang, dengan meja bundar di tengahnya dan dua kursi yang sejak tadi menunggu untuk ditempati. Bukan karena terlalu bersemangat bertemu calon suami, melainkan karena ada sesuatu yang jauh lebih penting daripada sekadar berkenalan. Sebuah Map berwarna cokelat muda terletak di atas meja dengan posisi yang sudah kamu atur sedemikian rupa. Di dalamnya terdapat beberapa lembar kertas yang sejak semalam kamu susun dengan serius.  Kamu tahu pernikahan ini akan tetap berjalan sekalipun kamu mengajukan seribu keberatan, jadi daripada menghabiskan tenaga untuk menolak sesuatu yang hampir pasti tidak akan berubah, kamu memilih memastikan setidaknya ada beberapa hal yang bisa kamu sepakati sejak awal. Kamu bahkan sempat merasa sedikit bangga dengan hasilnya. Sampai pintu ruangan terbuka. Jungwon datang beberapa menit kemudian. Ia masuk dengan langkah tenang, mengenakan kemeja berwarna putih yang dipadukan dengan celana gelap. Penampilannya sederhana, tetapi tetap menyisakan kesan rapi dan sulit diabaikan. Begitu pandangan kalian bertemu, ia memberikan senyum kecil yang sopan sebelum menarik kursi di hadapanmu. “Maaf, saya membuat kamu menunggu. Ada sedikit urusan yang harus saya selesaikan dulu di kantor.” “Nggak papa. Santai aja,” jawabmu sambil menggeleng.  “Berasa mau interview gini dah.” Cicitmu pelan berusaha tidak terdengar olehnya. Jungwon mengangguk. Ia sempat memperhatikanmu beberapa saat, mungkin karena ini adalah pertama kalinya ia melihatmu secara langsung setelah kedua orang tua kalian membicarakan rencana pernikahan itu. Namun, perhatian itu kemudian beralih kepada benda yang sejak tadi berada di antara kalian. Matanya jatuh pada map cokelat tersebut. Ia menunjuknya pelan. “Apa ini?” Kamu mendorong map itu ke arahnya tanpa sedikit pun merasa perlu menyembunyikannya. “Perjanjian kita selama menikah nanti.” Jungwon terdiam. Tatapannya berpindah dari map ke wajahmu, seolah sedang memastikan bahwa ia tidak salah mendengar. Jungwon masih memandangmu dengan ekspresi yang sulit diterjemahkan. Namun akhirnya ia mengambil map tersebut dan membukanya. “Baiklah. Saya baca dulu.” “Silakan.” Ia membuka lembar pertama. Matanya bergerak perlahan mengikuti tulisan yang sudah kamu susun dengan rapi. Wajahnya pada awalnya masih tenang, tetapi semakin lama keningnya mulai berkerut. Lalu, tanpa mengatakan apa pun, Jungwon menutup kembali map itu, membuatmu yang sejak tadi duduk dengan penuh keyakinan akhirnya mengerjapkan mata. Kamu sempat menatap map tersebut, kemudian mengangkat pandangan kepadanya. “Kenapa ditutup?” Jungwon mengembuskan napas pendek. Ia masih meletakkan satu telapak tangannya di atas map itu, seakan memastikan benda tersebut tidak akan kembali terbuka. “Nggak bisa.” Keningmu berkerut sempurna. “Apanya yang nggak bisa? Kamu bahkan belum selesai baca semuanya.” Jungwon mendorong map itu perlahan kembali ke arahmu. Tatapannya kemudian beralih kepada gelas minuman di samping tangannya. Ia mengambilnya dan menyeruput sedikit sebelum kembali menatapmu. “Tidak ada satu pun dari poin pertama itu yang terasa masuk akal buat saya.” “Kok nggak masuk akal?” Ia berhenti sebentar, lalu mengetuk permukaan map itu dengan ujung jarinya. “Pernikahan bukan permainan, (Y/n). Kita tidak bisa memulainya dengan seperti ini.” Kamu terdiam beberapa saat. Bukan karena perkataannya menyakitkan. Justru karena ia menyampaikannya dengan ketenangan yang membuatmu kesulitan mencari celah untuk membantah. Jungwon kemudian mendorong map itu sedikit lebih jauh. “Simpan kembali ini.” Kamu memandangi map tersebut dengan bibir sedikit mengerucut. Baiklah. Kalau begitu, kalau cara pertama tidak berhasil, masih ada cara kedua.  (+ sl/komen) #jungwonenhypen #jungwonedit #fyp #foryoupage
Pov: Hari ini menjadi pertama kalinya kamu bertemu dengan Jungwon. Bukan di sebuah acara keluarga, bukan pula dalam suasana hangat yang sengaja diciptakan kedua orang tua kalian agar kalian bisa saling mengenal. Kalian hanya bertemu di sebuah ruang privat yang cukup tenang, dengan meja bundar di tengahnya dan dua kursi yang sejak tadi menunggu untuk ditempati. Bukan karena terlalu bersemangat bertemu calon suami, melainkan karena ada sesuatu yang jauh lebih penting daripada sekadar berkenalan. Sebuah Map berwarna cokelat muda terletak di atas meja dengan posisi yang sudah kamu atur sedemikian rupa. Di dalamnya terdapat beberapa lembar kertas yang sejak semalam kamu susun dengan serius. Kamu tahu pernikahan ini akan tetap berjalan sekalipun kamu mengajukan seribu keberatan, jadi daripada menghabiskan tenaga untuk menolak sesuatu yang hampir pasti tidak akan berubah, kamu memilih memastikan setidaknya ada beberapa hal yang bisa kamu sepakati sejak awal. Kamu bahkan sempat merasa sedikit bangga dengan hasilnya. Sampai pintu ruangan terbuka. Jungwon datang beberapa menit kemudian. Ia masuk dengan langkah tenang, mengenakan kemeja berwarna putih yang dipadukan dengan celana gelap. Penampilannya sederhana, tetapi tetap menyisakan kesan rapi dan sulit diabaikan. Begitu pandangan kalian bertemu, ia memberikan senyum kecil yang sopan sebelum menarik kursi di hadapanmu. “Maaf, saya membuat kamu menunggu. Ada sedikit urusan yang harus saya selesaikan dulu di kantor.” “Nggak papa. Santai aja,” jawabmu sambil menggeleng. “Berasa mau interview gini dah.” Cicitmu pelan berusaha tidak terdengar olehnya. Jungwon mengangguk. Ia sempat memperhatikanmu beberapa saat, mungkin karena ini adalah pertama kalinya ia melihatmu secara langsung setelah kedua orang tua kalian membicarakan rencana pernikahan itu. Namun, perhatian itu kemudian beralih kepada benda yang sejak tadi berada di antara kalian. Matanya jatuh pada map cokelat tersebut. Ia menunjuknya pelan. “Apa ini?” Kamu mendorong map itu ke arahnya tanpa sedikit pun merasa perlu menyembunyikannya. “Perjanjian kita selama menikah nanti.” Jungwon terdiam. Tatapannya berpindah dari map ke wajahmu, seolah sedang memastikan bahwa ia tidak salah mendengar. Jungwon masih memandangmu dengan ekspresi yang sulit diterjemahkan. Namun akhirnya ia mengambil map tersebut dan membukanya. “Baiklah. Saya baca dulu.” “Silakan.” Ia membuka lembar pertama. Matanya bergerak perlahan mengikuti tulisan yang sudah kamu susun dengan rapi. Wajahnya pada awalnya masih tenang, tetapi semakin lama keningnya mulai berkerut. Lalu, tanpa mengatakan apa pun, Jungwon menutup kembali map itu, membuatmu yang sejak tadi duduk dengan penuh keyakinan akhirnya mengerjapkan mata. Kamu sempat menatap map tersebut, kemudian mengangkat pandangan kepadanya. “Kenapa ditutup?” Jungwon mengembuskan napas pendek. Ia masih meletakkan satu telapak tangannya di atas map itu, seakan memastikan benda tersebut tidak akan kembali terbuka. “Nggak bisa.” Keningmu berkerut sempurna. “Apanya yang nggak bisa? Kamu bahkan belum selesai baca semuanya.” Jungwon mendorong map itu perlahan kembali ke arahmu. Tatapannya kemudian beralih kepada gelas minuman di samping tangannya. Ia mengambilnya dan menyeruput sedikit sebelum kembali menatapmu. “Tidak ada satu pun dari poin pertama itu yang terasa masuk akal buat saya.” “Kok nggak masuk akal?” Ia berhenti sebentar, lalu mengetuk permukaan map itu dengan ujung jarinya. “Pernikahan bukan permainan, (Y/n). Kita tidak bisa memulainya dengan seperti ini.” Kamu terdiam beberapa saat. Bukan karena perkataannya menyakitkan. Justru karena ia menyampaikannya dengan ketenangan yang membuatmu kesulitan mencari celah untuk membantah. Jungwon kemudian mendorong map itu sedikit lebih jauh. “Simpan kembali ini.” Kamu memandangi map tersebut dengan bibir sedikit mengerucut. Baiklah. Kalau begitu, kalau cara pertama tidak berhasil, masih ada cara kedua. (+ sl/komen) #jungwonenhypen #jungwonedit #fyp #foryoupage

About