@imacoolmom6769: Is this a normal thing #question #letmeknow #funny #comedy

imacoolmom6769
imacoolmom6769
Open In TikTok:
Region: US
Thursday 08 October 2026 17:26:13 GMT
259
21
16
3

Music

Download

Comments

0theyluvnevaeh0
0theyluvnevaeh0 :
Apparently it’s not actually illegal😭 same with the don’t scare the fish away and i JUST learned these things like wtf
2026-10-09 00:36:25
0
runninganelace
Macy B🥺 :
I found out like 8-9 years ago. Now I drive with it on when I want 🤷🏼‍♀️
2026-10-09 00:42:15
1
starm0th
🕸Aspen🕸 :
my mom said it was and idk why
2026-10-09 00:35:09
1
emilyjaye.007
||• Emily •|| :
i only found out when I moved out 😭
2026-10-08 23:26:37
0
grace_jessical
Jessica✨ :
And I didn’t find out until about 3 years ago..
2026-10-08 22:15:51
0
caelsm428
Cait Smith :
Mine 100% said that
2026-10-08 18:32:24
1
shannon_1404
shannon_1404 :
yuppp
2026-10-08 18:38:30
1
To see more videos from user @imacoolmom6769, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sering kali kemarau dan terik matahari dituduh sebagai biang kerok kebakaran hutan, padahal sains membuktikan suhu ekstrem hanya berfungsi mengeringkan lahan. Fakta forensik justru mengungkap bahwa 99,9% kebakaran dipicu murni oleh tangan manusia, sementara hanya 0,1% akibat fenomena alam swabakar di perut bumi. Video dokumenter ini membongkar mitos tersebut, sekaligus menjadi pengingat ironis bahwa hutan indonesia tidak musnah oleh iklim, melainkan hangus oleh hilangnya nurani dan lambannya keadilan. #karhutla #kebakaranhutan #kalimantan #hutan #indonesia  ( DISCLAIMER ) :  Konten ini dibuat berdasarkan referensi ilmiah yang telah terverifikasi secara akademik, yang kemudian divisualisasikan menggunakan bantuan teknologi Artificial Intelligence dan Pengeditan secara manual untuk tujuan edukasi, informasi dan hiburan. Beberapa elemen visual seperti skala, bentuk, dan tata letak geografis, bersifat ilustratif dan tidak sepenuhnya akurat. Video ini tidak dimaksudkan sebagai acuan ilmiah atau pemetaan presisi, melainkan hanya sebagai gambaran umum. ( REFRENSI ) : å Yuan, H., Restuccia, F., & Rein, G.
Sering kali kemarau dan terik matahari dituduh sebagai biang kerok kebakaran hutan, padahal sains membuktikan suhu ekstrem hanya berfungsi mengeringkan lahan. Fakta forensik justru mengungkap bahwa 99,9% kebakaran dipicu murni oleh tangan manusia, sementara hanya 0,1% akibat fenomena alam swabakar di perut bumi. Video dokumenter ini membongkar mitos tersebut, sekaligus menjadi pengingat ironis bahwa hutan indonesia tidak musnah oleh iklim, melainkan hangus oleh hilangnya nurani dan lambannya keadilan. #karhutla #kebakaranhutan #kalimantan #hutan #indonesia ( DISCLAIMER ) : Konten ini dibuat berdasarkan referensi ilmiah yang telah terverifikasi secara akademik, yang kemudian divisualisasikan menggunakan bantuan teknologi Artificial Intelligence dan Pengeditan secara manual untuk tujuan edukasi, informasi dan hiburan. Beberapa elemen visual seperti skala, bentuk, dan tata letak geografis, bersifat ilustratif dan tidak sepenuhnya akurat. Video ini tidak dimaksudkan sebagai acuan ilmiah atau pemetaan presisi, melainkan hanya sebagai gambaran umum. ( REFRENSI ) : √• Yuan, H., Restuccia, F., & Rein, G. " Spontaneous ignition of soils: a multi-step reaction scheme to simulate self-heating ignition of smouldering peat fires". (2021) Halaman: 440–453 √• Page, S. E., Siegert, F., Rieley, J. O., Boehm, H.-D. V., Jaya, A., & Limin, S. H. "The amount of carbon released from peat and forest fires in Indonesia during 1997". (2002). Halaman: 61–65 √• Saharjo, B. H., & Hasanah, U. "Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah". (2023). Halaman: 25–29 √• Lestari, A. (Mengutip hasil pembuktian forensik pengadilan dari Guru Besar Kehutanan IPB, Prof. Bambang Hero Saharjo). "Bambang Hero: 99,9% Kebakaran Lahan Gambut Disebabkan Oleh Manusia". (2025) √• Fredriksson, G. "Extinguishing the 1998 forest fires and subsequent coal fires in the Sungai Wain Protection Forest, East Kalimantan, Indonesia". (1999 / Laporan Arsip FAO) Halaman: Tersedia dalam arsip publikasi FAO dan disertasi University of Amsterdam [cite: 7, 8]

About