@waleed..sedek: #قولو_امين #creatorsearchinsights #pppppppppppppppp #اعاده_نشر🔁 #حالات_واتس

ولَيٖــŵâľêêďـد ✨🐅
ولَيٖــŵâľêêďـد ✨🐅
Open In TikTok:
Region: EG
Thursday 08 October 2026 20:44:03 GMT
408
13
1
2

Music

Download

Comments

.m61361
العفريت.M☠️ :
آمين يارب 🤲
2026-10-09 00:50:38
0
To see more videos from user @waleed..sedek, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Di usianya yang kini 86 tahun, Sarjono masih menyusuri jalanan untuk mencari barang bekas. Bukan hanya demi menyambung hidupnya sendiri, tapi juga untuk istrinya, Jumiati (76), yang sakit. Keduanya tinggal di sebuah gubuk kayu 2x3 meter di atas saluran irigasi di tepi Jalan Raya Kudus-Pati, Desa Tenggeles, Kecamatan Mejobo. Dindingnya sudah lapuk, lubang terlihat di sana-sini. Sudah sekitar satu dekade mereka menjalani hari-hari di hunian sederhana itu. Di dalamnya, hanya ada kasur usang serta dapur dengan peralatan sederhana dan tungku kayu bakar. Saat malam tiba, mereka mengandalkan lampu bertenaga aki untuk penerangan. Kini Sarjono jadi tumpuan utama keluarga setelah kedua kaki Jumiati tak lagi kuat dan harus pakai alat bantu jalan. Pagi hingga sore, Sarjono mencari kardus, plastik, dan kertas rongsokan. Hasil mengumpulkan rongsok sepekan terkadang hanya sekitar Rp 130 ribu. Uang itu digunakan sekadar untuk membeli nasi, tahu, dan tempe.
Di usianya yang kini 86 tahun, Sarjono masih menyusuri jalanan untuk mencari barang bekas. Bukan hanya demi menyambung hidupnya sendiri, tapi juga untuk istrinya, Jumiati (76), yang sakit. Keduanya tinggal di sebuah gubuk kayu 2x3 meter di atas saluran irigasi di tepi Jalan Raya Kudus-Pati, Desa Tenggeles, Kecamatan Mejobo. Dindingnya sudah lapuk, lubang terlihat di sana-sini. Sudah sekitar satu dekade mereka menjalani hari-hari di hunian sederhana itu. Di dalamnya, hanya ada kasur usang serta dapur dengan peralatan sederhana dan tungku kayu bakar. Saat malam tiba, mereka mengandalkan lampu bertenaga aki untuk penerangan. Kini Sarjono jadi tumpuan utama keluarga setelah kedua kaki Jumiati tak lagi kuat dan harus pakai alat bantu jalan. Pagi hingga sore, Sarjono mencari kardus, plastik, dan kertas rongsokan. Hasil mengumpulkan rongsok sepekan terkadang hanya sekitar Rp 130 ribu. Uang itu digunakan sekadar untuk membeli nasi, tahu, dan tempe. "Kalau sedang tidak ada uang ya tidak makan," kata Sarjono kepada kumparan, Rabu (7/10). Untuk mandi dan mencuci pun, Sarjono harus mengangkut 10 galon air bersih dari pabrik terdekat. Meski hidup serba terbatas, Sarjono tetap memilih berusaha. "Ayam saja bisa makan, apalagi kita manusia, hal terpenting mau berusaha," ujar Sarjono. 📸: Dok. kumparan/Vega Ma'arijil Ula. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.⁠ ⁠ 📝: newsupdate | update | news | svl | R169 | R369 | E164 #bicarafaktalewatberita #kumparan

About