@daispor69:

daispor69
daispor69
Open In TikTok:
Region: GB
Thursday 08 October 2026 23:19:51 GMT
543
75
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @daispor69, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Mengulang Ingatan di Gunung Ahgaf, Tanah yang Disapa Qur’an Perjalanan antara Tarim dan Mukalla selalu punya ruang khusus dalam batinku. Yang paling kusukai adalah ketika mobil akhirnya mencapai puncak tertinggi pegunungan Hadramaut—barisan batu yang disebut dalam Al-Qur’an dan diabadikan sebagai nama surat: Al-Ahgaf. Menurut Ibn Katsir, Al-Ahgaf adalah bukit-bukit di antara Oman dan Hadramaut. Dan entah bagaimana, aku merasa beruntung dapat hidup di lembah yang dulu pernah dilewati manusia-manusia pilihan Tuhan, para Anbiya yang membimbing umat menuju cahaya. Di puncak ini, cuaca seperti memiliki rahasianya sendiri. Ketika tempat lain menyimpan panas dan kekeringan, di sini justru berkabut dingin, kadang hujan turun tipis—hujan yang di Yaman menjadi anugerah yang selalu dinanti. Jika kalian sampai ke “atap langit” Mukalla ini, kalian akan mengerti maksudku. Apalagi jika ditemani teh hangat dan tawa teman-teman yang membuat perjalanan terasa lebih ringan. Kali ini aku berangkat bersama mahasiswa Al-Ahgaf untuk mengikuti daurah bersama sang Rektor. Dua tahun lalu aku juga menapaki jalan ini, saat membagikan daging kurban Dawateislami Pakistan untuk penduduk Mukalla. Dan perjalanan ini, kurasa, menjadi yang terbaik kedua setelah perjalananku pada 2021—ketika aku mengantar surat dari Pakistan untuk Habib Umar bin Hafiz. Gunung-gunung ini memang cocok bagi para pecinta kesunyian. Aku telah melewatinya sembilan kali. Yang paling membekas adalah saat Habib Abu Bakar Al-‘Adni wafat; kami bergegas dari Mukalla menuju Tarim, dan ketika sampai di puncak ini, udara dingin terasa seakan ikut menambah duka atas kepergian seorang cendekiawan besar abad ini. Entah kenapa, kali ini ada rasa takut yang halus—seperti bisikan dalam perjalanan. Takut ini menjadi perjalanan terakhirku ke Mukalla. Jika ujian selesai, kami akan wisuda. Dan jujur… aku bahkan belum siap untuk itu. Mukalla 12/12/2025 Teungku Syarif
Mengulang Ingatan di Gunung Ahgaf, Tanah yang Disapa Qur’an Perjalanan antara Tarim dan Mukalla selalu punya ruang khusus dalam batinku. Yang paling kusukai adalah ketika mobil akhirnya mencapai puncak tertinggi pegunungan Hadramaut—barisan batu yang disebut dalam Al-Qur’an dan diabadikan sebagai nama surat: Al-Ahgaf. Menurut Ibn Katsir, Al-Ahgaf adalah bukit-bukit di antara Oman dan Hadramaut. Dan entah bagaimana, aku merasa beruntung dapat hidup di lembah yang dulu pernah dilewati manusia-manusia pilihan Tuhan, para Anbiya yang membimbing umat menuju cahaya. Di puncak ini, cuaca seperti memiliki rahasianya sendiri. Ketika tempat lain menyimpan panas dan kekeringan, di sini justru berkabut dingin, kadang hujan turun tipis—hujan yang di Yaman menjadi anugerah yang selalu dinanti. Jika kalian sampai ke “atap langit” Mukalla ini, kalian akan mengerti maksudku. Apalagi jika ditemani teh hangat dan tawa teman-teman yang membuat perjalanan terasa lebih ringan. Kali ini aku berangkat bersama mahasiswa Al-Ahgaf untuk mengikuti daurah bersama sang Rektor. Dua tahun lalu aku juga menapaki jalan ini, saat membagikan daging kurban Dawateislami Pakistan untuk penduduk Mukalla. Dan perjalanan ini, kurasa, menjadi yang terbaik kedua setelah perjalananku pada 2021—ketika aku mengantar surat dari Pakistan untuk Habib Umar bin Hafiz. Gunung-gunung ini memang cocok bagi para pecinta kesunyian. Aku telah melewatinya sembilan kali. Yang paling membekas adalah saat Habib Abu Bakar Al-‘Adni wafat; kami bergegas dari Mukalla menuju Tarim, dan ketika sampai di puncak ini, udara dingin terasa seakan ikut menambah duka atas kepergian seorang cendekiawan besar abad ini. Entah kenapa, kali ini ada rasa takut yang halus—seperti bisikan dalam perjalanan. Takut ini menjadi perjalanan terakhirku ke Mukalla. Jika ujian selesai, kami akan wisuda. Dan jujur… aku bahkan belum siap untuk itu. Mukalla 12/12/2025 Teungku Syarif

About