Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@dnvzlx: #HARUHIFUJIOKA • I don’t think I’ve edited this cutie yet sadly but I love her (*´ω`*) ##edit#haruhi#ouranhighschoolhostclub#foryoupage
⋆౨ৎ˚ᴅ⟡˖ ࣪
Open In TikTok:
Region: US
Friday 09 October 2026 01:23:23 GMT
934
122
0
3
Music
Download
No Watermark .mp4 (
0.93MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
0.71MB
)
Watermark .mp4 (
0.88MB
)
Music .mp3
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @dnvzlx, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
Malam itu, ribuan tikar tergelar rapat di Markas Sabilu Taubah. Puluhan ribu jamaah menjadi saksi ketika cahaya lampu flash berpendar di tengah lantunan salawat dalam Pengajian Maulid Akbar, Senin malam Selasa (07/09/2026). Di atas panggung, Gus Iqdam duduk lesehan bersama para ulama. Meski di atas panggung, suasana terasa tanpa jarak. Dengan bahasa ringan, Gus Iqdam mengajak seorang jamaah asal Banyuwangi bernama Slamet berdialog. Slamet merupakan penyandang disabilitas daksa. Ia berdiri sambil memegang mikrofon. “Namanya siapa Mas?” tanya Gus Iqdam. “Mas Slamet,” jawab lelaki tersebut. “Dari?” tanya Gus Iqdam lagi. “Dari Banyuwangi,” jawab Mas Slamet. “Naik apa kesini Slamet?” tanya Gus Iqdam. “Naik Bis Gus,” jawab Slamet. “Sendirian?” tanya Gus Iqdam lagi. “Iya,” ujar Slamet sambil mengangguk. Percakapan sederhana itu mengalir tanpa jarak. Gus Iqdam memberi ruang agar Slamet bercerita tentang dirinya. “Hari-hari kerjaanya apa?” tanya Gus Iqdam. “Ngojek saya Gus,” jawab Slamet dengan jujur. “Bisa naik motor?” tanya Gus Iqdam. Pertanyaan itu menunjukkan perhatian. Sejak lahir, Slamet kehilangan salah satu telapak tangannya. “Bisa,” jawab Slamet. Slamet mengaku bekerja sebagai pengemudi ojek di Pelabuhan Ketapang. Dari pekerjaannya itu, ia berusaha memenuhi kebutuhan hidup bersama ibu dan kedua adiknya. “La ini kenapa kok tiba-tiba jauh-jauh dari Banyuwangi naik bis kesini?” tanya Gus Iqdam. “Ngefans kalih Sabilu Taubah,” jawab Slamet. “Yang membuat ngefans apa Mas Slamet?” tanya Gus Iqdam. “Nggeh acaranya bagus,” jawabnya. “Saya lihat ketika Mbah Kyai Zulfa ngendiko kok mendengarkan terus. Gimana, apa yang njenengan rasakan?” tanya Gus Iqdam. “Terkesan Gus kulo. Cocok dari hati,” jawab Slamet sambil tanganya memegang dadanya. Percakapan itu bukan sekadar tanya jawab. Perhatian itu membuat suasana percakapan terasa hangat dan manusiawi, tanpa sekat, tanpa jarak. Dalam psikologi, penerimaan dan perhatian tulus dapat menumbuhkan rasa berharga. Dalam komunikasi empatik, mendengarkan berarti berusaha memahami manusia di balik kata-katanya. “Sudah menikah Mas Slamet?” tanya Gus Iqdam sambil menatap dengan penuh empati. “Belum Gus,” jawabnya. Slamet mengaku tinggal bersama ibu dan kedua adiknya. Ayahnya telah meninggal sejak ia kecil. Kini, Slamet menanggung biaya hidup keluarga. Di balik sosok sederhana itu ada tanggung jawab besar: bekerja, menghidupi keluarga, dan tetap menyimpan kekaguman kepada majelis yang membuat hatinya merasa cocok. Dalam tasawuf, kepedulian kepada sesama bukan sekadar melihat, tetapi menghadirkan kemanfaatan. Gus Iqdam kemudian menoleh kepada koleganya. “Kak Yoga, ijek ono sepeda motor to? Tahun berapa itu?” tanya Gus Iqdam kepada koleganya. Mas Yoga menjawab ada sepeda motor tahun 2026 dari muhibbin jamaah Sabilu Taubah untuk disedekahkan. Slamet tak menyangka perjalanan dari Banyuwangi berakhir dengan kejutan: satu sepeda motor dan uang sepuluh juta rupiah. “Pulang enggak usah naik bis, naik motor mau?” tanya Gus iqdam. “Mau Gus,” jawab Slamet dengan nada suara bergetar. “Bisa naik motor?” tanya Gus Iqdam lagi. “Bisa Gus,” jawab Slamet sambil mengangguk. “Matursuwun Gus,” ujar Slamet setelah menerima hadiah. Falsafah Jawa tepa selira mengajarkan kepekaan merasakan keadaan orang lain. Malam itu, nilai itu hadir dalam kepedulian nyata. Slamet datang dari Banyuwangi dengan bus. Ia membawa kekaguman, cerita, dan tanggung jawab keluarga. Ia pulang dengan sepeda motor. Namun mungkin, yang paling berharga bukan hanya kendaraan yang dibawanya pulang. Ada rasa bahwa perjuangannya dilihat, ceritanya didengarkan, dan keberadaannya dihargai. Sebab terkadang, seseorang datang ke sebuah majelis bukan hanya untuk mencari ilmu dan ketenangan. Ia datang membawa harapan. Dan malam itu, harapan tersebut menemukan jalan untuk pulang. *Abdullah Al-Kafi Penulis Buku Gus Iqdam/Guru MTs Negeri 2 Magelang. #GusIqdam #SabiluTaubah #KisahInspiratif #BerbagiKebaikan
Ngetest lur
The First 6-Star: Aha Arrives! #hsrxxy #HonkaiStarRail #honkai #starrail #hsr
#nojokeilly
Yang sering ilangin barang, wajib nonton ini! Ugreen FineTrack Mini 2 x Honkai: Star Rail ini bisa kamu lacak langsung di Apple Find My. Baterai awet 5-7 tahun, tahan air IP68, desainnya cakep parah! Klik link di bio buat order produknya. #ugreen #UGREENxHonkaiStarRail
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy