@nhaxanhrescue: Đăng kí phỏng vấn nhận nuôi các bé nhé mọi người #nhaxanhrescue #cuuhochomeo #yeuchomeo #thucung #chó

Nhà Xanh (House of Rescue)
Nhà Xanh (House of Rescue)
Open In TikTok:
Region: VN
Friday 09 October 2026 04:41:46 GMT
985
94
13
15

Music

Download

Comments

hann_nhimssi
hanhuahua🐾 :
Ý chời ơiii đâu ga z chị
2026-10-09 04:47:37
1
_titcuteee
tít :
dạ mình muốn nhận nuôi thì làm cách nào v ạ
2026-10-09 12:48:57
1
ngienphim7
in-yeon :
iu quá iiii
2026-10-09 04:53:58
1
nhaxanhrescue
Nhà Xanh (House of Rescue) :
Vào một ngày trời mưa rất to ai đó đã đem bỏ các bé tại một trạm xe bus, hôm nay các bé đã đủ điều kiện sức khỏe đểu tìm nhà mới rồi đây ạ
2026-10-09 04:45:08
0
nhaxanhrescue
Nhà Xanh (House of Rescue) :
Cục bông đáng iu thứ 4
2026-10-09 04:47:57
0
nhaxanhrescue
Nhà Xanh (House of Rescue) :
Cục bông đang iu thứ 5
2026-10-09 04:48:12
0
nhaxanhrescue
Nhà Xanh (House of Rescue) :
Cục bông đáng iu thứ 3
2026-10-09 04:47:41
0
nhaxanhrescue
Nhà Xanh (House of Rescue) :
Cục bông đáng iu thứ 2
2026-10-09 04:47:25
0
nhaxanhrescue
Nhà Xanh (House of Rescue) :
Cục bông Gòn đáng yêu thứ 1 đây ạ
2026-10-09 04:47:01
0
To see more videos from user @nhaxanhrescue, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

MIRIS! 2 Warga Serbelawan Saat Mau Berangkat Sekolah Ditilang, Diiring ke Aspol & Diminta Rp 1,5 Juta, Abaikan Larangan Korlantas SUMUT1.COM — PEMATANG SIANTAR | Aksi miris oknum Polisi Lalu Lintas di wilayah hukum Polres Pematang Siantar kembali mencoreng citra Polri. Dua warga Serbelawan yang hendak berangkat sekolah justru ditilang dan menjadi korban dugaan pemerasan. Yang lebih memprihatinkan, kedua warga tersebut tidak ditilang di tempat secara prosedural, melainkan diarahkan masuk ke Aspol (Asrama Polisi)* untuk membayar dengan nominal fantastis sebesar Rp 1,5 Juta. Padahal, Kakorlantas Polri secara tegas dan jelas telah melarang praktik *tilang stasioner dan pungutan liar di jalan. Larangan tersebut seolah tidak berlaku bagi oknum Lantas Polres Pematang Siantar ini. Aturan dari Mabes Polri seakan diabaikan demi meraup keuntungan pribadi.
MIRIS! 2 Warga Serbelawan Saat Mau Berangkat Sekolah Ditilang, Diiring ke Aspol & Diminta Rp 1,5 Juta, Abaikan Larangan Korlantas SUMUT1.COM — PEMATANG SIANTAR | Aksi miris oknum Polisi Lalu Lintas di wilayah hukum Polres Pematang Siantar kembali mencoreng citra Polri. Dua warga Serbelawan yang hendak berangkat sekolah justru ditilang dan menjadi korban dugaan pemerasan. Yang lebih memprihatinkan, kedua warga tersebut tidak ditilang di tempat secara prosedural, melainkan diarahkan masuk ke Aspol (Asrama Polisi)* untuk membayar dengan nominal fantastis sebesar Rp 1,5 Juta. Padahal, Kakorlantas Polri secara tegas dan jelas telah melarang praktik *tilang stasioner dan pungutan liar di jalan. Larangan tersebut seolah tidak berlaku bagi oknum Lantas Polres Pematang Siantar ini. Aturan dari Mabes Polri seakan diabaikan demi meraup keuntungan pribadi. "Kasihan bang, anak mau berangkat sekolah malah ditilang, dibawa ke asrama polisi, dimintai Rp 1,5 juta. Ini pemerasan namanya, bukan penegakan hukum," ujar sumber yang geram dengan aksi tersebut. Praktik tilang dengan mengiring korban ke asrama polisi dan meminta uang damai adalah pelanggaran berat kode etik Polri dan dapat dikategorikan sebagai pungli dan pemerasan. Masyarakat Serbelawan dan Simalungun kini mendesak Propam Polda Sumut, Bid Propam Polres Pematang Siantar, dan Kakorlantas Polri untuk segera turun tangan dan menindak tegas oknum-oknum nakal tersebut. "Jangan sampai 7 Program Prioritas Kapolri yang begitu menjanjikan tentang Polisi Presisi yang Humanis dan Polisi Bersama Masyarakat hanya menjadi slogan kosong di Polres Pematang Siantar. Buktikan, jangan cuma omon-omon," tegas warga. Publik menunggu keberanian Propam Polda Sumut untuk memeriksa oknum Lantas nakal tersebut. Jika dibiarkan, kepercayaan masyarakat terhadap Polri yang sudah dibangun dengan susah payah akan hancur oleh ulah segelintir oknum. Hingga berita ini diterbitkan, Kasat Lantas Polres Pematang Siantar belum berhasil dikonfirmasi. Propam Polda Sumut Jangan Tutup Mata, Sikat Oknum Lantas Pemeras Rakyat Kecil!

About