@ekowahyudi651: 😂😂😂😂#Meme #MemeCut #CapCut

Eko Wahyudi
Eko Wahyudi
Open In TikTok:
Region: ID
Friday 09 October 2026 05:14:12 GMT
8626
73
2
10

Music

Download

Comments

moch.soli
Moch soli :
ga bahaya ta
2026-10-09 05:52:30
0
moch.soli
Moch soli :
🤣🤣🤣
2026-10-09 05:52:06
0
To see more videos from user @ekowahyudi651, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Wajahnya manusia, wataknya bencana, lidahnya beragama, tindakannya menghina. Bicara tentang moral, tapi moralnya diperkosa, oleh ego yang bertakhta di singgasana dusta. Ia tak haus darah, ia haus kendali, tak perlu membunuh untuk membuatmu mati berdiri. Ia tanam keraguan di benak yang ia sakiti, lalu menjual penawar atas luka yang ia beri. Licin dalam logika, bengis dalam agenda, membungkus kebusukan dengan bahasa bijaksana. Kesalahan jadi alasan, pengkhianatan jadi wacana, ia bukan tak kenal dosa, ia lihai mengubah maknanya. Ia memelintir fakta sampai dusta tampak nyata, menggeser posisi korban, lalu mengaku paling terluka. Ketika topengnya retak, kau yang dituduh durjana, sebab baginya kebenaran hanyalah milik yang berkuasa. Egonya benteng, kritik dianggap serangan, harga dirinya panggung penuh rekayasa pembenaran. Ia merendahkan sesama demi ilusi ketinggian, sebab yang rapuh dalam dirinya menuntut pengagungan. Ia hafal titik lemah, paham celah kejiwaan, tahu kapan harus memeluk, kapan melepas ancaman. Empatinya jadi pisau, kasih menjadi jebakan, kedekatan bukan ketulusan, hanya jalur penguasaan. Ia tak butuh kebencian untuk menghancurkan kehidupan, cukup kepentingan yang kehilangan batas kemanusiaan. Tak semua iblis datang membawa rupa mengerikan, sebagian hadir membawa senyum dan seribu pembenaran. Jangan terkecoh oleh fasihnya ia bicara, sebab lidah paling manis pun mampu meracuni makna. Ia bisa menyebut keadilan sambil merampas hak sesama, lalu tidur tanpa gelisah setelah meruntuhkan jiwa. Bukan masa lalu yang otomatis membuatnya keji, bukan luka yang memberinya hak melukai. Sebab penderitaan bukan warisan untuk dibagi, dan trauma bukan mahkota untuk menindas kembali. Justru yang paling busuk bukan dosa yang tersembunyi, tapi dosa yang dibela sampai tampak suci. Ketika cermin bicara, ia memilih memecahi, sebab lebih mudah menghancurkan kaca daripada mengakui diri. #sajak #puisi #katakata #quotes #fyp
Wajahnya manusia, wataknya bencana, lidahnya beragama, tindakannya menghina. Bicara tentang moral, tapi moralnya diperkosa, oleh ego yang bertakhta di singgasana dusta. Ia tak haus darah, ia haus kendali, tak perlu membunuh untuk membuatmu mati berdiri. Ia tanam keraguan di benak yang ia sakiti, lalu menjual penawar atas luka yang ia beri. Licin dalam logika, bengis dalam agenda, membungkus kebusukan dengan bahasa bijaksana. Kesalahan jadi alasan, pengkhianatan jadi wacana, ia bukan tak kenal dosa, ia lihai mengubah maknanya. Ia memelintir fakta sampai dusta tampak nyata, menggeser posisi korban, lalu mengaku paling terluka. Ketika topengnya retak, kau yang dituduh durjana, sebab baginya kebenaran hanyalah milik yang berkuasa. Egonya benteng, kritik dianggap serangan, harga dirinya panggung penuh rekayasa pembenaran. Ia merendahkan sesama demi ilusi ketinggian, sebab yang rapuh dalam dirinya menuntut pengagungan. Ia hafal titik lemah, paham celah kejiwaan, tahu kapan harus memeluk, kapan melepas ancaman. Empatinya jadi pisau, kasih menjadi jebakan, kedekatan bukan ketulusan, hanya jalur penguasaan. Ia tak butuh kebencian untuk menghancurkan kehidupan, cukup kepentingan yang kehilangan batas kemanusiaan. Tak semua iblis datang membawa rupa mengerikan, sebagian hadir membawa senyum dan seribu pembenaran. Jangan terkecoh oleh fasihnya ia bicara, sebab lidah paling manis pun mampu meracuni makna. Ia bisa menyebut keadilan sambil merampas hak sesama, lalu tidur tanpa gelisah setelah meruntuhkan jiwa. Bukan masa lalu yang otomatis membuatnya keji, bukan luka yang memberinya hak melukai. Sebab penderitaan bukan warisan untuk dibagi, dan trauma bukan mahkota untuk menindas kembali. Justru yang paling busuk bukan dosa yang tersembunyi, tapi dosa yang dibela sampai tampak suci. Ketika cermin bicara, ia memilih memecahi, sebab lebih mudah menghancurkan kaca daripada mengakui diri. #sajak #puisi #katakata #quotes #fyp

About