@ryslot7: កាលមកលេង#fyp #ក្មេងកសិកម្ម🥬🍈

RY🧢
RY🧢
Open In TikTok:
Region: KH
Friday 09 October 2026 05:27:37 GMT
538
96
2
1

Music

Download

Comments

nvr130
Vet🖤 :
❣️❣️❣️
2026-10-09 06:14:50
1
To see more videos from user @ryslot7, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

“Jangan pernah ingat kekurangan kamu. Ingatlah kesempurnaan kamu.” Pesan Gus Baha ini bukan berarti kita boleh sombong atau merasa paling hebat. Justru beliau sedang mengajarkan cara melihat diri dengan lebih sehat dalam beribadah. Ketika seseorang terus mengingat kekurangannya, ia bisa menjadi tawaduk dan berakhlak baik. Tetapi jika berlebihan, tawaduk bisa berubah menjadi keluhan: merasa dirinya bodoh, tidak punya apa-apa, tidak mampu melakukan apa-apa. Sementara ketika kita mengingat nikmat dan kesempurnaan yang Allah berikan, ibadah bisa berubah menjadi syukur. Dan syukur itu penting. Sebab jangan sampai kita terlalu merendahkan diri sampai lupa bahwa Allah telah memberikan begitu banyak nikmat. Termasuk dalam perkara iman. Ketika ditanya, “Kamu tahu Allah itu Tuhan?” Jangan menjawab dengan keraguan. Keyakinan kepada Allah harus teguh. Allah berfirman: وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا “Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya.” (QS. Ibrahim: 34) Maka ingatlah nikmatmu, bukan untuk membanggakan diri, tetapi untuk mengenali betapa baiknya Allah kepadamu. Punya ilmu, syukuri. Punya kesehatan, syukuri. Punya keluarga, syukuri. Masih bisa beribadah, syukuri. Masih diberi iman, syukuri. Tawaduk itu baik. Tetapi jangan sampai tawaduk membuat kita mengingkari nikmat Allah. Dan syukur juga harus dijaga agar tidak berubah menjadi sombong. Pada akhirnya, kita tidak sedang membanggakan diri. Kita sedang mengakui: “Semua yang baik dalam diriku adalah pemberian Allah.” #GusBaha #Ngaji #KajianIslam #DakwahIslam #NasihatUlama #Syukur #Tawaduk #Akhlak #Iman #Islam #Ulama #NderekUlama #nderekulama
“Jangan pernah ingat kekurangan kamu. Ingatlah kesempurnaan kamu.” Pesan Gus Baha ini bukan berarti kita boleh sombong atau merasa paling hebat. Justru beliau sedang mengajarkan cara melihat diri dengan lebih sehat dalam beribadah. Ketika seseorang terus mengingat kekurangannya, ia bisa menjadi tawaduk dan berakhlak baik. Tetapi jika berlebihan, tawaduk bisa berubah menjadi keluhan: merasa dirinya bodoh, tidak punya apa-apa, tidak mampu melakukan apa-apa. Sementara ketika kita mengingat nikmat dan kesempurnaan yang Allah berikan, ibadah bisa berubah menjadi syukur. Dan syukur itu penting. Sebab jangan sampai kita terlalu merendahkan diri sampai lupa bahwa Allah telah memberikan begitu banyak nikmat. Termasuk dalam perkara iman. Ketika ditanya, “Kamu tahu Allah itu Tuhan?” Jangan menjawab dengan keraguan. Keyakinan kepada Allah harus teguh. Allah berfirman: وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا “Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya.” (QS. Ibrahim: 34) Maka ingatlah nikmatmu, bukan untuk membanggakan diri, tetapi untuk mengenali betapa baiknya Allah kepadamu. Punya ilmu, syukuri. Punya kesehatan, syukuri. Punya keluarga, syukuri. Masih bisa beribadah, syukuri. Masih diberi iman, syukuri. Tawaduk itu baik. Tetapi jangan sampai tawaduk membuat kita mengingkari nikmat Allah. Dan syukur juga harus dijaga agar tidak berubah menjadi sombong. Pada akhirnya, kita tidak sedang membanggakan diri. Kita sedang mengakui: “Semua yang baik dalam diriku adalah pemberian Allah.” #GusBaha #Ngaji #KajianIslam #DakwahIslam #NasihatUlama #Syukur #Tawaduk #Akhlak #Iman #Islam #Ulama #NderekUlama #nderekulama

About