💜 :
Aku mencintaimu dengan cara yang barangkali tak selalu pandai kujelaskan, tetapi selalu ingin kubuktikan. Bagiku, mencintaimu bukan sekadar hanya tentang menggenggam tanganmu ketika dunia sedang baik-baik saja, melainkan tentang tetap menyediakan tempat untukmu ketika hidup tak lagi ramah kepada kita. Jika hatiku adalah sebuah kerajaan, maka engkaulah ratunya. Bukan hanya karena aku ingin menempatkanmu di singgasana yang tinggi, terlebih karena aku ingin menjadi seseorang yang membuatmu merasa berharga, bahkan pada hari-hari ketika kau sendiri lupa betapa istimewanya dirimu.
Aku ingin menjadi rumah bagi lelahmu, bahu bagi segala resahmu, dan seseorang yang namanya kau cari ketika dunia terasa terlalu bising untuk dihadapi sendirian. Aku ingin mencintaimu dalam hal-hal sederhana yang sering luput dari perhatian orang lain: menanyakan bagaimana harimu, mengingat hal-hal kecil tentangmu, mendengarkan cerita yang pernah kau ulang berkali-kali, serta tetap menggenggam tanganmu ketika usia perlahan mengubah banyak hal dari diri kita.
Sebab bagiku, menjadi rajamu bukan perkara memerintah atau meminta untuk selalu dimenangkan. Aku hanya ingin menjadi lelaki yang tak membuatmu menyesal telah memilihnya. Lelaki yang tetap menganggapmu selalu istimewa, yang tetap memandangmu dengan penuh cinta meski waktu telah mengubah wajah kita berdua menjadi lebih renta.
Dan jika kelak kerajaan itu tak lagi memiliki kemegahan, jika mahkota kita telah kehilangan kilaunya, jika yang tersisa hanyalah dua manusia yang menua dengan segala kekurangan, aku ingin tetap duduk di sisimu. Kita saling bergenggam dengan tangan kita yang mulai berkeriput, menatap matamu yang membuatku jatuh cinta setiap hari, lalu berkata kepada waktu bahwa dari sekian banyak hal yang pernah kubuat dalam hidup, mencintaimu adalah satu-satunya keputusan yang tak pernah ingin kuubah. 💜💜💜💜
2026-10-11 00:27:00