@noegonzalezr: Replying to @Leslie #brownselect satsuma#mandarina clementine #morobloodorange #grapefruit #orange

Noe
Noe
Open In TikTok:
Region: US
Friday 09 October 2026 13:13:14 GMT
6680
30
11
2

Music

Download

Comments

williamsrodrigu3
Williams Rodriguez :
En cosco están más grandes y cuestan 35.
2026-10-09 15:01:46
0
gilbertogarcia2232
gilbertogarcia2232 :
mandar dirección me interesa
2026-10-09 21:30:59
0
carlos.olague5
Carlos Olague :
cuánto por un tree de lima limón 5 galones
2026-10-09 16:46:17
0
mariomunoz58
Mario Munoz :
no tienes de 24 galones? y que precio tienen?
2026-10-10 00:08:30
0
lemicoda22
Leslie :
muchas gracias lo veo por hay. hoy temprano.
2026-10-09 13:18:45
0
marcoshermandez00
ester :
🥰🥰🥰
2026-10-09 14:06:52
1
To see more videos from user @noegonzalezr, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

3 Kali Dapat Tawaran Kursi Menteri, Anies Baswedan Tetap Menolak: Refly Harun Ungkap Alasannya Jakarta, Update Nusantara — Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun, mengungkap bahwa mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, disebut telah tiga kali mendapatkan tawaran untuk masuk kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan itu disampaikannya dalam Podcast Bikin Terang, merujuk pada informasi yang ia terima dari sumber dekat Anies. Meski tawaran tersebut datang berulang kali, Refly menyebut Anies menolak, kemungkinan karena menilai waktu belum tepat dan situasi politik belum kondusif dengan prinsip yang dipegangnya. Ia memperkirakan, Anies baru mungkin mempertimbangkan bergabung jika terjadi perubahan besar di lingkaran kekuasaan, termasuk jika posisi wakil presiden mengalami pergantian. Refly juga menilai, perekrutan Anies oleh Prabowo nyaris mustahil tanpa adanya kesepakatan politik. Salah satu skenario yang dibayangkan adalah Anies setuju masuk kabinet dengan syarat tidak mencalonkan diri pada Pemilu 2029, atau bersedia menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo jika kembali maju. Dalam podcast tersebut, Refly menyoroti kekuatan basis massa Anies yang dinilai militan, solid, dan mampu bergerak tanpa sokongan fasilitas besar, berbeda dengan sebagian pendukung tokoh lain yang lebih bergantung pada biaya logistik kampanye. Selain membahas peluang politik Anies, Refly juga mengkritik tata kelola pemilu di Indonesia. Ia menyoroti masih kuatnya praktik politik uang, ketidaknetralan aparat, serta lemahnya penegakan regulasi yang menghambat terwujudnya pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Sebagai solusi, ia mengusulkan pembatasan kampanye tatap muka, dengan fokus pada kampanye melalui media massa, media sosial, atau cetak, agar hanya figur dengan rekam jejak dan pengenalan publik yang kuat yang dapat maju. Menurutnya, langkah ini dapat menekan praktik politik uang dan mendorong lahirnya pemimpin yang benar-benar bekerja untuk rakyat. Sumber : Youtube Podcast Bikin Terang Inews
3 Kali Dapat Tawaran Kursi Menteri, Anies Baswedan Tetap Menolak: Refly Harun Ungkap Alasannya Jakarta, Update Nusantara — Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun, mengungkap bahwa mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, disebut telah tiga kali mendapatkan tawaran untuk masuk kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan itu disampaikannya dalam Podcast Bikin Terang, merujuk pada informasi yang ia terima dari sumber dekat Anies. Meski tawaran tersebut datang berulang kali, Refly menyebut Anies menolak, kemungkinan karena menilai waktu belum tepat dan situasi politik belum kondusif dengan prinsip yang dipegangnya. Ia memperkirakan, Anies baru mungkin mempertimbangkan bergabung jika terjadi perubahan besar di lingkaran kekuasaan, termasuk jika posisi wakil presiden mengalami pergantian. Refly juga menilai, perekrutan Anies oleh Prabowo nyaris mustahil tanpa adanya kesepakatan politik. Salah satu skenario yang dibayangkan adalah Anies setuju masuk kabinet dengan syarat tidak mencalonkan diri pada Pemilu 2029, atau bersedia menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo jika kembali maju. Dalam podcast tersebut, Refly menyoroti kekuatan basis massa Anies yang dinilai militan, solid, dan mampu bergerak tanpa sokongan fasilitas besar, berbeda dengan sebagian pendukung tokoh lain yang lebih bergantung pada biaya logistik kampanye. Selain membahas peluang politik Anies, Refly juga mengkritik tata kelola pemilu di Indonesia. Ia menyoroti masih kuatnya praktik politik uang, ketidaknetralan aparat, serta lemahnya penegakan regulasi yang menghambat terwujudnya pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Sebagai solusi, ia mengusulkan pembatasan kampanye tatap muka, dengan fokus pada kampanye melalui media massa, media sosial, atau cetak, agar hanya figur dengan rekam jejak dan pengenalan publik yang kuat yang dapat maju. Menurutnya, langkah ini dapat menekan praktik politik uang dan mendorong lahirnya pemimpin yang benar-benar bekerja untuk rakyat. Sumber : Youtube Podcast Bikin Terang Inews

About