@all_faa.rq: wahai jiwaku yg lemah, berapa lama engkau akan terus bermain dengan debu di tempat tinggal dunia yg penuh derita ini? wahai burung yg angkuh, yg cakarnya terangkat di sangkar dunia yg hina ini, mengapa kau tinggalkan sangkarmu sendiri untuk menjadi burung hantu hina yg berkeliaran di antara puing-puing fana??? #ياالله #fyp #solawat #🤲🤲🤲

All_faa R•Q
All_faa R•Q
Open In TikTok:
Region: ID
Friday 09 October 2026 15:53:19 GMT
10922
619
19
79

Music

Download

Comments

sihnia
she nia :
izin pke
2026-10-10 00:26:03
2
syamsie12
uyaya🌳 :
izin save kak
2026-10-10 01:30:17
1
biotas1503
biotas03 :
kata² caption na duh menyentuh
2026-10-09 21:20:02
1
boylang166
Boy~lang :
2026-10-09 23:44:31
1
swaloytea
swaloytea :
pengen sholawatan yang full nya🙏🙏
2026-10-10 01:28:44
1
kangkkaliff22
EllMaznunn27 :
izinn akhh kangg
2026-10-09 20:02:39
1
user503090458
Misbah :
izin save mg
2026-10-09 15:59:33
1
teteh_rayi.019
teteh rayi :
pngen yg full nya a🙏
2026-10-10 03:27:40
0
akuwlah
akuwlah :
😁😁😁
2026-10-10 02:16:30
1
opet38884
opet :
🥲
2026-10-10 03:10:58
0
To see more videos from user @all_faa.rq, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Di dalam kehidupan, tidak sulit menemukan orang yang pandai berbicara tentang agama, nasihat, dan kebijaksanaan. Kata-kata yang indah dapat disusun dengan mudah, ayat dan petuah dapat diucapkan dengan fasih, serta berbagai pemikiran tentang Tuhan dapat disampaikan dengan meyakinkan. Namun, kemampuan berbicara tidak selalu sejalan dengan kedalaman iman. Sebab, ujian yang sesungguhnya bukanlah seberapa baik seseorang menjelaskan tentang Tuhan, melainkan bagaimana ia bersikap ketika hidup tidak berjalan sesuai harapannya. Ketika seseorang kehilangan sesuatu yang dicintainya, menghadapi kesulitan ekonomi, sakit, atau berbagai persoalan hidup lainnya, saat itulah keyakinannya diuji. Tetap tenang bukan berarti tidak merasa sedih atau tidak pernah menangis, melainkan mampu menjaga harapan dan tidak kehilangan kepercayaan kepada Allah di tengah keadaan yang berat. Ketenangan dalam menghadapi ujian sering kali lahir dari proses panjang yang tidak terlihat oleh orang lain. Ia terbentuk dari doa-doa yang dipanjatkan dalam kesendirian, dari kegagalan yang diterima dengan sabar, dan dari keyakinan bahwa setiap peristiwa memiliki hikmah yang mungkin belum dapat dipahami saat ini. Orang yang tenang ketika diuji bukanlah orang yang hidup tanpa masalah, melainkan orang yang telah belajar bersandar kepada sesuatu yang lebih besar daripada dirinya sendiri. Meski demikian, kita juga perlu berhati-hati agar tidak menjadikan ketenangan sebagai ukuran mutlak untuk menilai keimanan seseorang. Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam menghadapi penderitaan. Ada yang tampak tegar, ada yang mengekspresikan kesedihannya secara terbuka, dan keduanya tetap dapat memiliki iman yang tulus. Yang terpenting bukanlah bagaimana seseorang terlihat di mata manusia, melainkan bagaimana ia terus berusaha menjaga hubungan dengan Tuhannya di tengah berbagai keadaan. #RenunganHati  #MuhasabahDiri  #PengingatDiri  #fyp
Di dalam kehidupan, tidak sulit menemukan orang yang pandai berbicara tentang agama, nasihat, dan kebijaksanaan. Kata-kata yang indah dapat disusun dengan mudah, ayat dan petuah dapat diucapkan dengan fasih, serta berbagai pemikiran tentang Tuhan dapat disampaikan dengan meyakinkan. Namun, kemampuan berbicara tidak selalu sejalan dengan kedalaman iman. Sebab, ujian yang sesungguhnya bukanlah seberapa baik seseorang menjelaskan tentang Tuhan, melainkan bagaimana ia bersikap ketika hidup tidak berjalan sesuai harapannya. Ketika seseorang kehilangan sesuatu yang dicintainya, menghadapi kesulitan ekonomi, sakit, atau berbagai persoalan hidup lainnya, saat itulah keyakinannya diuji. Tetap tenang bukan berarti tidak merasa sedih atau tidak pernah menangis, melainkan mampu menjaga harapan dan tidak kehilangan kepercayaan kepada Allah di tengah keadaan yang berat. Ketenangan dalam menghadapi ujian sering kali lahir dari proses panjang yang tidak terlihat oleh orang lain. Ia terbentuk dari doa-doa yang dipanjatkan dalam kesendirian, dari kegagalan yang diterima dengan sabar, dan dari keyakinan bahwa setiap peristiwa memiliki hikmah yang mungkin belum dapat dipahami saat ini. Orang yang tenang ketika diuji bukanlah orang yang hidup tanpa masalah, melainkan orang yang telah belajar bersandar kepada sesuatu yang lebih besar daripada dirinya sendiri. Meski demikian, kita juga perlu berhati-hati agar tidak menjadikan ketenangan sebagai ukuran mutlak untuk menilai keimanan seseorang. Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam menghadapi penderitaan. Ada yang tampak tegar, ada yang mengekspresikan kesedihannya secara terbuka, dan keduanya tetap dapat memiliki iman yang tulus. Yang terpenting bukanlah bagaimana seseorang terlihat di mata manusia, melainkan bagaimana ia terus berusaha menjaga hubungan dengan Tuhannya di tengah berbagai keadaan. #RenunganHati #MuhasabahDiri #PengingatDiri #fyp

About