@eagleeye05300: #atademirerkomedi #komedi #komik #gzlabisi #😂

sözüm⚔️özümdür.(🗡️)👑
sözüm⚔️özümdür.(🗡️)👑
Open In TikTok:
Region: DE
Friday 09 October 2026 19:15:43 GMT
10180
246
6
22

Music

Download

Comments

doganyaylali
Doğan Yaylalı :
doğru 😃😃😃
2026-10-20 20:42:22
1
35carzy35
35X CRAZY MAN X35 :
🤣
2026-10-09 20:23:27
1
kimoolin22o2
aydın :
😂😂😂😂
2026-10-10 15:29:28
1
elcin.qaziyev5
Elcin Qaziyev :
😁😁
2026-10-10 07:03:46
1
seyitalisoysal
seyit ali soysal :
😂😂😂😂😂😂😂😂
2026-10-11 08:27:43
1
To see more videos from user @eagleeye05300, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

LUTFI HORMAT HAJI ISAM AKUISISI 30,25 PERSEN SAHAM BYAN LUTFI HORMAT HAJI ISAM AKUISISI 30,25 PERSEN SAHAM BYAN  SULAWESIPOS - Mantan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyampaikan penghormatan kepada pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam setelah PT Jhonlin Baratama membeli 10.084.088.370 saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) atau setara 30,25 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.  Lutfi menilai transaksi dengan pemegang saham Bayan, Dato’ Low Tuck Kwong dan Elaine Low, bukan sekadar perpindahan kepemilikan, melainkan berkaitan dengan penguatan kendali nasional atas sumber daya alam.  Pernyataan itu disampaikan Lutfi dalam video yang beredar di media sosial. Transaksi tersebut dilakukan dengan harga Rp2.588 per saham pada pertengahan Oktober 2026 sehingga secara aritmetika nilainya sekitar Rp26,1 triliun, meski Bayan tidak menjadi pihak langsung dan tidak merinci dasar penentuan harga dalam keterbukaan informasi yang dikutip.  Lutfi mengaitkan pembelian saham tersebut dengan amanat Pasal 33 UUD 1945 mengenai penguasaan bumi, air, dan kekayaan alam untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Ia juga menyampaikan bahwa kemerdekaan tidak hanya berkaitan dengan simbol kebangsaan, tetapi juga dengan siapa yang menikmati kekayaan Indonesia.  “Saya hormat kepada Haji Isam yang mengambil alih 30,25 persen saham itu kembali ke tangan Merah Putih. Saya juga hormat kepada Bank Mandiri yang telah membantu dan memastikan bahwa proses Merah Putih ini berjalan dengan semestinya,” kata Lutfi, seperti dikutip dari pernyataannya yang dimuat media.  Dalam narasi video, Lutfi menekankan gagasan bahwa tanah dan kekayaan alam Indonesia semestinya memberi kemakmuran kepada rakyat Indonesia. Pandangan tersebut merupakan penilaian Lutfi atas makna nasional dari transaksi, bukan penetapan hukum mengenai status pengendalian BYAN atau kesimpulan regulator tentang transaksi saham tersebut.
LUTFI HORMAT HAJI ISAM AKUISISI 30,25 PERSEN SAHAM BYAN LUTFI HORMAT HAJI ISAM AKUISISI 30,25 PERSEN SAHAM BYAN SULAWESIPOS - Mantan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyampaikan penghormatan kepada pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam setelah PT Jhonlin Baratama membeli 10.084.088.370 saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) atau setara 30,25 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Lutfi menilai transaksi dengan pemegang saham Bayan, Dato’ Low Tuck Kwong dan Elaine Low, bukan sekadar perpindahan kepemilikan, melainkan berkaitan dengan penguatan kendali nasional atas sumber daya alam. Pernyataan itu disampaikan Lutfi dalam video yang beredar di media sosial. Transaksi tersebut dilakukan dengan harga Rp2.588 per saham pada pertengahan Oktober 2026 sehingga secara aritmetika nilainya sekitar Rp26,1 triliun, meski Bayan tidak menjadi pihak langsung dan tidak merinci dasar penentuan harga dalam keterbukaan informasi yang dikutip. Lutfi mengaitkan pembelian saham tersebut dengan amanat Pasal 33 UUD 1945 mengenai penguasaan bumi, air, dan kekayaan alam untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Ia juga menyampaikan bahwa kemerdekaan tidak hanya berkaitan dengan simbol kebangsaan, tetapi juga dengan siapa yang menikmati kekayaan Indonesia. “Saya hormat kepada Haji Isam yang mengambil alih 30,25 persen saham itu kembali ke tangan Merah Putih. Saya juga hormat kepada Bank Mandiri yang telah membantu dan memastikan bahwa proses Merah Putih ini berjalan dengan semestinya,” kata Lutfi, seperti dikutip dari pernyataannya yang dimuat media. Dalam narasi video, Lutfi menekankan gagasan bahwa tanah dan kekayaan alam Indonesia semestinya memberi kemakmuran kepada rakyat Indonesia. Pandangan tersebut merupakan penilaian Lutfi atas makna nasional dari transaksi, bukan penetapan hukum mengenai status pengendalian BYAN atau kesimpulan regulator tentang transaksi saham tersebut.

About