@geigepqz98w: Ingredientes 500 g de farinha de trigo (aprox. 3 e 1/2 xícaras) 10 g de fermento biológico seco (1 sachê) 1 colher de sopa de açúcar 1 colher de chá rasa de sal 350 ml de água morna 2 colheres de sopa de azeite ou óleo Modo de preparo Em uma tigela grande coloque a água morna, o açúcar e o fermento. Misture levemente e deixe descansar por 5 a 10 minutos até formar espuma. Adicione o azeite e o sal. Misture. Adicione toda a farinha e misture com uma colher até formar uma massa úmida e pegajosa

geigepqz98w
geigepqz98w
Open In TikTok:
Region: US
Saturday 10 October 2026 03:01:47 GMT
160
20
3
0

Music

Download

Comments

esther.rodriguez331
Esther Rodriguez :
Amén
2026-10-10 15:04:20
0
marly.muoz.escobed
Marly Muñoz escobedo :
amen
2026-10-10 03:34:11
0
enrriqueta.requej
Enrriqueta Requejo Requejo :
Amén
2026-10-10 03:43:08
0
To see more videos from user @geigepqz98w, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

DI BAWA ENJOY SAJA😹 Wali Kota Palembang, Sumatera Selatan, Ratu Dewa akhirnya minta maaf usai melontarkan kalimat
DI BAWA ENJOY SAJA😹 Wali Kota Palembang, Sumatera Selatan, Ratu Dewa akhirnya minta maaf usai melontarkan kalimat "enjoy" saat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ucapan itu sebelumnya dianggap menyinggung perasaan masyarakat yang terkena dampak karhutla. Dengan kerendahan hati, saya meminta maaf dengan warga yang terdampak Karhutlah baik yang ada di dalam Kota Palembang maupun dampak dari luar yang menyebabkan asap terus menerus," tulis Dewa dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, @ratudewa, Rabu (7/10/2026). la memastikan, pemerintah terus bekerja secara maksimal untuk menangani karhutla yang memicu kabut asap di Palembang. Dewa pun mengakui salah memilih kata "enjoy", sehingga melukai hati warganya karena dianggap tidak peduli. "Tapi saya akui, mungkin pilihan kata saya kurang tepat. Untuk itu saya mohon maaf," ujarnya. Yang jelas, saya tetap peduli dan kami di Pemerintah Kota Palembang akan terus bekerja untuk menangani persoalan ini dan melindungi masyarakat," tambahnya. Menurutnya, kata itu dimaksudkan untuk menggambarkan sikap seorang pemimpin yang harus tetap tenang dalam semua kondisi. Hal itu penting dimiliki agar bisa mengambil kebijakan yang tepat. "Saya paham kondisi sekarang tidak mudah. Kabut asap ini berdampak ke masyarakat, terutama kesehatan anak-anak dan warga kita. Jadi tidak ada maksud saya untuk mengatakan bahwa saya senang atau menikmati kondisi seperti ini. Sama sekali tidak," jelas dia. "Yang saya maksud, dalam menghadapi situasi seperti ini, seorang pemimpin harus tetap tenang, jangan ikut panik, supaya bisa berpikir dan mengambil keputusan dengan baik," sambungnya. #fyp #karhutla

About