Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@saaud_905: #الاحساء_الهفوف
saaud_905
Open In TikTok:
Region: SA
Saturday 10 October 2026 05:38:25 GMT
12071
101
3
1104
Music
Download
No Watermark .mp4 (
0.84MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
0.67MB
)
Watermark .mp4 (
1.41MB
)
Music .mp3
Comments
القشطههه🇸🇦 :
لا لا لا 🤣🤣🤣🤣🤣
2026-10-10 11:51:10
9
A._z :
الله يحفظك
2026-10-10 21:57:53
0
To see more videos from user @saaud_905, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
phấn đấu đến tết đc 1/4 thùng 😂😂😂 #Tuborg #Funpack250 #SangkhoaiMatLanh #Tuborgtaitro #1jd46tz
#upgrader #cs2update #tactical #upg #cs2
Kehidupan sebagai Rumah Senyuman... “Jadikan hati sebuah rumah suci. Kebahagiaan, kesedihan, pujian, cacian, kekacauan, dan kedamaian hanyalah tamu yang mengetuk pintu. Sambut semuanya dengan senyuman—sebab tidak satu pun datang untuk tinggal selamanya.” — Guruji Gede Prama Kehidupan adalah sebuah rumah, dan setiap hari tamu yang datang berganti. Ada tamu bernama bahagia. Ada yang bernama sedih. Ada pujian dan cacian, keberhasilan dan kegagalan, perjumpaan dan perpisahan, kekacauan dan kedamaian. Kita tidak selalu dapat memilih siapa yang mengetuk pintu. Namun kita dapat memilih bagaimana membuka pintu. Masalah dimulai ketika kita lupa bahwa mereka hanyalah tamu. Kesedihan datang, lalu kita memberinya seluruh rumah. Kemarahan mengetuk, lalu kita menyerahkan kunci kepadanya. Padahal jauh di dalam ada tuan rumah yang hening bernama kesadaran. Ia melihat setiap tamu datang, duduk sebentar, kemudian pergi. Ketika kesedihan mengetuk, bukalah pintu dengan lembut: “Silakan masuk. Duduklah sebentar. Saya akan mendengarkan. Namun saya tahu engkau bukan pemilik rumah ini.” Ketika kebahagiaan datang, sambutlah dengan rasa syukur. Nikmati kehadirannya tanpa mencoba menguncinya di dalam rumah. Inilah kebijaksanaan rumah senyuman: tidak mengusir tamu yang tidak disukai, tidak memenjarakan tamu yang dicintai. Perlahan, senyuman menjadi penjaga pintu. Kesadaran menjadi tuan rumah. Rasa syukur menjadi jendela. Cinta kasih menjadi cahaya yang menghangatkan seluruh ruangan. Dan rumah seperti ini tidak hanya menyembuhkan diri sendiri. Ia mulai menjadi rumah perdamaian bagi dunia. Manusia yang mampu menerima tamu-tamu di dalam dirinya tanpa peperangan lebih mudah menerima manusia yang berbeda di luar dirinya tanpa permusuhan. Bayangkan keluarga, sekolah, rumah ibadah, masyarakat, bahkan bangsa-bangsa belajar menjadi rumah yang cukup luas bagi perbedaan: mendengarkan tanpa segera menghakimi, berbeda tanpa membenci, dan hidup bersama tanpa harus menjadi sama. Barangkali perdamaian dunia dimulai ketika hati manusia menjadi cukup luas untuk berkata: “Engkau berbeda dariku, tetapi masih ada tempat bagimu di rumah kemanusiaan.” Semua tamu akhirnya pergi. Pujian berlalu. Cacian berlalu. Kesedihan berlalu. Kegembiraan pun berlalu. Yang perlu kita rawat adalah rumahnya. Bersihkan rumah dengan kesadaran. Bukalah jendelanya dengan rasa syukur. Hangatkan ruangannya dengan cinta kasih. Dan jagalah pintunya dengan senyuman. Ketika jutaan hati menjadi rumah seperti ini, perdamaian tidak lagi hanya menjadi doa. Bumi perlahan menjadi satu rumah besar—tempat banyak perbedaan dapat hidup bersama di bawah satu atap bernama cinta kasih. Video dipersembahkan oleh Sri Edy. Tempat pendaftaran meditasi: bellofpeace.org | belkedamaian.org #gurujigedeprama #bali #Love #harmony #WorldPeace
Homemade Breakfast 🍳🥞☕✨ #fypシ゚ #Home #breakfast #health #photography
có ai hay có thói quen tắt hết đèn và chơi game trong bóng tối không? #xh #ff #denngu #đènngủ #denled
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy