Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@sellesbr5y3:
BecomingBetter
Open In TikTok:
Region: US
Saturday 10 October 2026 05:40:13 GMT
653
4
0
1
Music
Download
No Watermark .mp4 (
0MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
0MB
)
Watermark .mp4 (
0MB
)
Music .mp3
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @sellesbr5y3, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
Happening Now! Chicken Chicken's Introduction Launch at Hotel Africana #shonzmedia#chickenchicken #fyp
#pov (8): "Aku cuma mau elus rambut Pak Minho sebentar aja, Jay. Please?" Meski kehamilan ini perlahan melunakkan dinding yang selama ini kamu bangun, bukan berarti semuanya langsung berubah jadi hangat sepenuhnya. Kamu dan Jay masih canggung di banyak momen, masih saling menjaga jarak emosional meski tubuh kalian semakin sering bersentuhan karena kondisi kehamilan. Tapi Jay tidak pernah berhenti berusaha. Setiap hari, ia selalu siaga—belum sempat kamu bilang pengen sesuatu, ia sudah lebih dulu tahu. Belum sempat kamu mengeluh kaki pegal, ia sudah berjongkok di depanmu, memijatnya pelan tanpa diminta. Setiap detail kecil tentang dirimu seperti sudah ia hafal luar kepala—makanan yang bikin mualmu kambuh, posisi tidur yang membuatmu nyaman, bahkan jam-jam di mana biasanya ngidammu datang. Awalnya kamu menganggap itu semua cuma bentuk tanggung jawabnya sebagai suami—sesuatu yang "harus" ia lakukan karena status pernikahan dan anak yang kamu kandung. Tapi lama-kelamaan, kamu mulai sadar ada ketulusan di balik semua perhatian itu, bukan sekadar kewajiban. Dan tanpa benar-benar kamu sadari, dinding yang susah payah kamu jaga itu mulai retak sedikit demi sedikit. Satu hal yang Jay pelajari selama lima bulan terakhir, jangan pernah meremehkan kekuatan ngidam seorang istri yang hamil. "Aku cuma mau elus rambut Pak Minho sebentar aja, Jay. Please?" Usia kandunganmu sudah masuk bulan keenam. Dan permintaan kali ini benar-benar di luar nalarnya. "Kamu bilang apa tadi?" Jay menatapmu dengan ekspresi campur aduk—antara nggak percaya dan mulai curiga ini prank. Kamu duduk di sofa, tangan terlipat di atas perut buncitmu, menatapnya dengan mata berbinar penuh harap. "Aku cuma mau elus rambut Pak Minho sebentar aja. Rambutnya ikal gitu, gemes banget liatnya." "Nggak," jawab Jay tegas, rahangnya mulai mengeras. "Nggak akan pernah." "Jayyy," rengekmu, memasang wajah memelas. "Ini ngidam! Katanya kalau ngidam nggak dituruti, nanti anaknya ileran terus!" "Itu mitos." "Tapi aku beneran pengen, Jay." Jay menghela napas panjang, mengusap wajahnya dengan satu tangan. "Rambutku aja," tawarnya, menunduk menyodorkan kepalanya ke arahmu. "Elus punyaku. Sama aja kan?" Kamu menatap rambutnya sebentar—rapi, lurus, hasil styling mahal—lalu menggeleng mantap. "Beda, Jay. Aku maunya yang ikal-ikal gitu." "Perutmu nggak akan tau bedanya." "Tapi hatiku tau." Bagian posesif dalam diri Jay menjerit nggak setuju. Tapi bagian lain dalam dirinya—bagian yang belajar bahwa kebahagiaan ibu hamil adalah prioritas nomor satu—mulai goyah. "Aku nggak percaya ada jenis ngidam kayak gini," gumamnya, lebih ke dirinya sendiri. "Ya udah kalau nggak boleh," kamu pura-pura cemberut, menunduk menatap perutmu. "Maaf ya sayang, Papa pelit." Satu kalimat itu—disertai nada sedih yang dibuat-buat—sukses meruntuhkan pertahanan terakhir Jay. "Oke," ia akhirnya menyerah. "Tapi cuma sebentar. Dan aku yang dampingin." °°° Sore itu, di garasi mansion, Pak Minho berdiri kaku seperti robot, keringat dingin membasahi pelipisnya saat Jay menjelaskan "misi" yang harus ia jalani. "Tuan... saya harus apa?" tanyanya gugup, suaranya hampir tidak keluar. "Diem aja," jawab Jay dingin, lengannya terlipat di dada. Kamu mendekat dengan wajah berbinar, tanganmu terangkat perlahan ke arah rambut ikal Pak Minho. "Gemes banget," gumammu senang. "Lembut juga ternyata." Pak Minho menahan napas, matanya melirik panik ke arah Jay yang berdiri di belakangmu dengan aura mencekam yang jelas terasa meski wajahnya berusaha terlihat tenang. "Udah?" tanya Jay cepat, tidak sabar. "Bentar lagi," balasmu santai. Jay mendengus, merangkul pinggangmu dari samping, menarikmu menjauh pelan-pelan. "Udah cukup. Pak Minho harus kerja." "Jay, pelit banget sih," (lnjtcomnt/sl) #jay #enhypen #fyppppppppppppppppppppppp #beranda
Áo thun thể thao #aothun #macdepmoingay #fypシ゚ #xuhuong #phoidoxinh
#خالد_علي
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy