@tcb_kurashima_dr: #ヒアルロン酸 #美容整形  #TCB #東京中央美容外科  #大宮

【二重整形 クマ取り】倉島先生 TCB大宮西口
【二重整形 クマ取り】倉島先生 TCB大宮西口
Open In TikTok:
Region: JP
Saturday 10 October 2026 08:59:48 GMT
8800
18
3
1

Music

Download

Comments

yuuu58381
yuuu :
どっちも可愛い😍
2026-10-11 03:59:32
0
tcb_omiyanishiguchi
TCB大宮西口院 :
クリニックアカウントはコチラ🫧
2026-10-10 09:03:40
0
tcb_kurashima_dr
【二重整形 クマ取り】倉島先生 TCB大宮西口 :
いいねや質問コメントお待ちしてます📝
2026-10-10 09:02:03
0
To see more videos from user @tcb_kurashima_dr, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Bagi sebagian warga, jalan berlubang mungkin hanya menjadi gangguan kecil dalam perjalanan. Namun, bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang Ruas Jalan Citatah-Pasegan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, kondisi jalan yang tak kunjung dibangun telah menjadi persoalan sehari-hari selama bertahun-tahun. Jalan sepanjang lima kilometer yang menghubungkan wilayah Desa Cipatat dan Desa Citatah itu masih berupa tanah dan bebatuan. Tak ada lapisan aspal ataupun beton yang memadai untuk menunjang aktivitas masyarakat. Ketika hujan turun, jalan berubah menjadi kubangan berlumpur yang licin dan sulit dilalui. Sebaliknya, saat kemarau, lubang-lubang besar dan bebatuan yang berserakan menjadi tantangan tersendiri bagi pengendara. Debu yang beterbangan turut mengganggu kenyamanan warga saat melintas. Kondisi ini bukan cuma persoalan kenyamanan berkendara. Bagi warga di tujuh rukun warga (RW), jalan yang tak layak itu turut menghambat kegiatan ekonomi, perjalanan anak-anak menuju sekolah, hingga akses terhadap pelayanan kesehatan. Ketua RW 17 Desa Cipatat, Yayat, mengaku sudah terlalu lama menyaksikan kondisi jalan tersebut tanpa perubahan berarti. Bahkan, menurutnya, jalur itu masih dalam keadaan serupa sejak dirinya lahir. “Sejak saya lahir juga, jalan ini masih begini aja terus,” kata Yayat saat ditemui, Rabu 14 Oktober 2026. Saat hujan mengguyur kawasan tersebut, aliran air mengikis permukaan jalan hingga menyerupai sungai. Tanah yang licin dan bebatuan yang tertutup air membuat perjalanan semakin berisiko, terutama bagi pengendara sepeda motor. Keluhan serupa disampaikan Ketua RW 20 Desa Cipatat, Pepen. Ia menegaskan, persoalan di Ruas Jalan Citatah-Pasegan bukan semata-mata kerusakan jalan yang muncul akibat usia atau tingginya mobilitas kendaraan. Menurutnya, jalur tersebut memang belum pernah mendapatkan pembangunan permanen sejak dahulu. Selengkapnya di AyoBandung.com Reporter: Restu Nugraha “Jadi bukan rusak, tapi memang belum dibangun sejak dahulu. Mungkin seumur hidup saya, masih belum tersentuh oleh perbaikan,” kata Pepen. Selengkapnya di AyoBandung.com Reporter: Restu Nugraha
Bagi sebagian warga, jalan berlubang mungkin hanya menjadi gangguan kecil dalam perjalanan. Namun, bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang Ruas Jalan Citatah-Pasegan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, kondisi jalan yang tak kunjung dibangun telah menjadi persoalan sehari-hari selama bertahun-tahun. Jalan sepanjang lima kilometer yang menghubungkan wilayah Desa Cipatat dan Desa Citatah itu masih berupa tanah dan bebatuan. Tak ada lapisan aspal ataupun beton yang memadai untuk menunjang aktivitas masyarakat. Ketika hujan turun, jalan berubah menjadi kubangan berlumpur yang licin dan sulit dilalui. Sebaliknya, saat kemarau, lubang-lubang besar dan bebatuan yang berserakan menjadi tantangan tersendiri bagi pengendara. Debu yang beterbangan turut mengganggu kenyamanan warga saat melintas. Kondisi ini bukan cuma persoalan kenyamanan berkendara. Bagi warga di tujuh rukun warga (RW), jalan yang tak layak itu turut menghambat kegiatan ekonomi, perjalanan anak-anak menuju sekolah, hingga akses terhadap pelayanan kesehatan. Ketua RW 17 Desa Cipatat, Yayat, mengaku sudah terlalu lama menyaksikan kondisi jalan tersebut tanpa perubahan berarti. Bahkan, menurutnya, jalur itu masih dalam keadaan serupa sejak dirinya lahir. “Sejak saya lahir juga, jalan ini masih begini aja terus,” kata Yayat saat ditemui, Rabu 14 Oktober 2026. Saat hujan mengguyur kawasan tersebut, aliran air mengikis permukaan jalan hingga menyerupai sungai. Tanah yang licin dan bebatuan yang tertutup air membuat perjalanan semakin berisiko, terutama bagi pengendara sepeda motor. Keluhan serupa disampaikan Ketua RW 20 Desa Cipatat, Pepen. Ia menegaskan, persoalan di Ruas Jalan Citatah-Pasegan bukan semata-mata kerusakan jalan yang muncul akibat usia atau tingginya mobilitas kendaraan. Menurutnya, jalur tersebut memang belum pernah mendapatkan pembangunan permanen sejak dahulu. Selengkapnya di AyoBandung.com Reporter: Restu Nugraha “Jadi bukan rusak, tapi memang belum dibangun sejak dahulu. Mungkin seumur hidup saya, masih belum tersentuh oleh perbaikan,” kata Pepen. Selengkapnya di AyoBandung.com Reporter: Restu Nugraha

About