@m_alix2: لو تسالوني بعشق مين نسوان بسن 30 🌚❣️#song #Sing_Oldies #اغاني_عربيه #fyp #اغاني

ℳ
ℳ
Open In TikTok:
Region: TR
Saturday 10 October 2026 09:02:22 GMT
86111
3091
13
115

Music

Download

Comments

marsthegoldenbrown
Mars Marshall :
متزوجه
2026-10-10 09:08:49
2
abdull.ah_f.16
༒𝑨𝒃𝒐𝒖𝒅|F.16|عـــبـــود༒ :
🥷🏻❤️‍🩹
2026-10-12 08:47:53
0
siradj_7777
siradj :
2026-10-10 17:26:41
1
wal_verx
ابو خطاب. :
2026-10-10 15:48:38
0
user9251682776313
𝘈𝘣𝘰 𝘙𝘦𝘥𝘢 :
2026-10-10 09:32:20
1
marsthegoldenbrown
Mars Marshall :
2026-10-10 09:08:57
0
user7660385727372
🤍jbpsd🙂‍↕️ :
2026-10-10 09:14:01
1
user99d3c
Ŷŭšëf❤️‍🩹🙂‍↕️ :
😍👏😃
2026-10-10 10:30:06
1
marsthegoldenbrown
Mars Marshall :
😋😋😋
2026-10-10 09:08:37
1
user9985630617909
منة احمد :
💜💜
2026-10-10 12:11:25
0
ya_za_n_78
YA_ZA_N_7 :
😁
2026-10-11 19:21:55
0
mohamad.shaheen04
ABO♥️, ALLA♥️ :
💯💯💯
2026-10-10 11:35:47
0
1.s.v.8
ااثݛݛخہأنہيہᬼ🥷🏻 :
@.سـمـᬽـ꙰🖤𝄠ۛـرة.
2026-10-12 08:59:32
1
To see more videos from user @m_alix2, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Wakil Perdana Menteri Malaysia, Ahmad Zahid Hamidi, mengungkapkan kekecewaannya setelah tawaran bantuan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia disebut belum mendapat tanggapan. Malaysia sebelumnya menawarkan satu pesawat, tiga helikopter, dan 55 personel untuk membantu penanganan kebakaran di Sumatera dan Kalimantan yang asapnya turut menyelimuti wilayah Negeri Jiran. Dilansir Kompas yang mengutip Sinar Harian, Minggu (11/10/2026), Ahmad Zahid mengatakan tawaran tersebut telah disampaikan ketika dirinya berkunjung ke Jakarta dan bertemu Presiden Prabowo Subianto serta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Bahkan, Badan Pengurusan Bencana Negara Malaysia (NADMA) dan Kementerian Luar Negeri Malaysia disebut telah mengirim surat resmi kepada pihak terkait di Indonesia. “Kita menawarkan dengan ikhlas, tetapi tidak ada respons untuk kita membantu mereka. Kita ucapkan terima kasih,” ujarnya. Meski belum menerima jawaban, Ahmad Zahid memilih berprasangka baik dengan menganggap Indonesia mungkin tidak membutuhkan bantuan Malaysia. Ia juga menyinggung dampak kabut asap yang harus dihirup masyarakat negaranya akibat kebakaran di Sumatera dan Kalimantan. “Kini kita terpaksa mengimpor jerebu secara rela paksa dari Sumatera dan Kalimantan,” katanya. Menurut Ahmad Zahid, persoalan tersebut tidak seharusnya menjadi sumber pertentangan antara kedua negara, melainkan diselesaikan melalui koordinasi dan kerja sama ASEAN. Malaysia bahkan membuka kemungkinan kajian jalur hukum melalui Kejaksaan Agung setempat apabila diperlukan, meskipun Ahmad Zahid menegaskan bahwa pencegahan dan penyelesaian bersama tetap menjadi langkah yang lebih diutamakan. Source,@kompas.com
Wakil Perdana Menteri Malaysia, Ahmad Zahid Hamidi, mengungkapkan kekecewaannya setelah tawaran bantuan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia disebut belum mendapat tanggapan. Malaysia sebelumnya menawarkan satu pesawat, tiga helikopter, dan 55 personel untuk membantu penanganan kebakaran di Sumatera dan Kalimantan yang asapnya turut menyelimuti wilayah Negeri Jiran. Dilansir Kompas yang mengutip Sinar Harian, Minggu (11/10/2026), Ahmad Zahid mengatakan tawaran tersebut telah disampaikan ketika dirinya berkunjung ke Jakarta dan bertemu Presiden Prabowo Subianto serta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Bahkan, Badan Pengurusan Bencana Negara Malaysia (NADMA) dan Kementerian Luar Negeri Malaysia disebut telah mengirim surat resmi kepada pihak terkait di Indonesia. “Kita menawarkan dengan ikhlas, tetapi tidak ada respons untuk kita membantu mereka. Kita ucapkan terima kasih,” ujarnya. Meski belum menerima jawaban, Ahmad Zahid memilih berprasangka baik dengan menganggap Indonesia mungkin tidak membutuhkan bantuan Malaysia. Ia juga menyinggung dampak kabut asap yang harus dihirup masyarakat negaranya akibat kebakaran di Sumatera dan Kalimantan. “Kini kita terpaksa mengimpor jerebu secara rela paksa dari Sumatera dan Kalimantan,” katanya. Menurut Ahmad Zahid, persoalan tersebut tidak seharusnya menjadi sumber pertentangan antara kedua negara, melainkan diselesaikan melalui koordinasi dan kerja sama ASEAN. Malaysia bahkan membuka kemungkinan kajian jalur hukum melalui Kejaksaan Agung setempat apabila diperlukan, meskipun Ahmad Zahid menegaskan bahwa pencegahan dan penyelesaian bersama tetap menjadi langkah yang lebih diutamakan. Source,@kompas.com

About