@adilkocari08: #keşfetteyizz #keşfetedüş #keşfetbeniöneçıkart #keşfetteyizzz

🪽🌪️🌀🔱Adil Koçari🔱🌀🌪️🪽
🪽🌪️🌀🔱Adil Koçari🔱🌀🌪️🪽
Open In TikTok:
Region: TR
Saturday 10 October 2026 12:48:08 GMT
7527
788
5
8

Music

Download

Comments

user92019939292
TBD_FAN🌊🌊 :
2026-10-10 14:10:20
5
eslem_3455
𝑬𝒔𝒍𝒆𝒎🫶 :
destek ulaaaa
2026-10-10 21:33:46
1
sebahat4718
sebahat :
🥰
2026-10-10 19:14:22
0
tubaz70
tuba🧚❄️ :
🥰🥰🥰
2026-10-10 17:25:34
1
user48211860014050
samira :
🥰🥰🥰
2026-10-11 16:24:24
0
To see more videos from user @adilkocari08, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Bayi berinisial A yang masih berusia 24 hari meninggal dunia pada Minggu (11/10/2026) pukul 07.10 WIB setelah tiga hari menjalani perawatan di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. “Bayi tersebut tiga hari di rawat di RSUD Dr. Soetomo. Pasien bayi tersebut meninggal dunia tadi pagi pukul 07.10 WIB. Kami turut berduka cita mendalam kepada pihak keluarga atas meninggalnya pasien bayi tersebut,” kata Adin Niken Humas RSUD Dr. Soetomo, Minggu. Calista, pihak keluarga bayi A, mengatakan bayi tersebut sebelumnya mengalami demam. Menurutnya, nenek bayi diduga memberikan telur mentah dengan harapan dapat menurunkan demam, tanpa sepengetahuan ibunya. “Mungkin kepercayaan dia ya, kalau dikasih telur mentah bisa turun demamnya. Padahal ya harusnya kan dikasih obat ya. Cuma namanya orang itu pasti ada hal-hal mitos yang mereka percaya dan masih dilakuin sampai sekarang,” katanya dihubungi suarasurabaya.net. Bayi A sempat dibawa ke Puskesmas. Karena kondisinya belum membaik, bayi kemudian dibawa ke salah satu rumah sakit di Waru, Sidoarjo. Dari keterangan keluarga, pemeriksaan di rumah sakit itu menemukan kondisi serius pada usus bayi hingga harus menjalani operasi. Setelah itu, bayi A dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk mendapat perawatan intensif di ruang NICU. “Rujukannya sempat penuh. Nah, ibunya ini minta tolong buat di Thread dengan harapan dapat ruang NICU. Akhirnya dapat ruang NICU. Tadinya mau ke rumah sakit lain, tapi ternyata di RSUD Dr. Soetomo dapat karena bantuan dari Wakil Gubernur Jatim,” jelasnya. Calista menyebut selama dirawat, bayi masih membutuhkan penanganan intensif, termasuk transfusi darah berulang kali. Setelah tiga hari dirawat, bayi A meninggal dunia pada Minggu pagi. Hingga berita ini ditulis, dugaan pemberian telur mentah dan kondisi medis bayi berasal dari keterangan keluarga. Belum ada keterangan medis, termasuk dari RSUD Dr. Soetomo, yang menjelaskan hubungan antara pemberian telur mentah dan kondisi bayi hingga meninggal dunia. Baca selengkapnya di suarasurabaya.net #newSS
Bayi berinisial A yang masih berusia 24 hari meninggal dunia pada Minggu (11/10/2026) pukul 07.10 WIB setelah tiga hari menjalani perawatan di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. “Bayi tersebut tiga hari di rawat di RSUD Dr. Soetomo. Pasien bayi tersebut meninggal dunia tadi pagi pukul 07.10 WIB. Kami turut berduka cita mendalam kepada pihak keluarga atas meninggalnya pasien bayi tersebut,” kata Adin Niken Humas RSUD Dr. Soetomo, Minggu. Calista, pihak keluarga bayi A, mengatakan bayi tersebut sebelumnya mengalami demam. Menurutnya, nenek bayi diduga memberikan telur mentah dengan harapan dapat menurunkan demam, tanpa sepengetahuan ibunya. “Mungkin kepercayaan dia ya, kalau dikasih telur mentah bisa turun demamnya. Padahal ya harusnya kan dikasih obat ya. Cuma namanya orang itu pasti ada hal-hal mitos yang mereka percaya dan masih dilakuin sampai sekarang,” katanya dihubungi suarasurabaya.net. Bayi A sempat dibawa ke Puskesmas. Karena kondisinya belum membaik, bayi kemudian dibawa ke salah satu rumah sakit di Waru, Sidoarjo. Dari keterangan keluarga, pemeriksaan di rumah sakit itu menemukan kondisi serius pada usus bayi hingga harus menjalani operasi. Setelah itu, bayi A dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk mendapat perawatan intensif di ruang NICU. “Rujukannya sempat penuh. Nah, ibunya ini minta tolong buat di Thread dengan harapan dapat ruang NICU. Akhirnya dapat ruang NICU. Tadinya mau ke rumah sakit lain, tapi ternyata di RSUD Dr. Soetomo dapat karena bantuan dari Wakil Gubernur Jatim,” jelasnya. Calista menyebut selama dirawat, bayi masih membutuhkan penanganan intensif, termasuk transfusi darah berulang kali. Setelah tiga hari dirawat, bayi A meninggal dunia pada Minggu pagi. Hingga berita ini ditulis, dugaan pemberian telur mentah dan kondisi medis bayi berasal dari keterangan keluarga. Belum ada keterangan medis, termasuk dari RSUD Dr. Soetomo, yang menjelaskan hubungan antara pemberian telur mentah dan kondisi bayi hingga meninggal dunia. Baca selengkapnya di suarasurabaya.net #newSS

About