@entrefrases_oficial: Te alejaste de mi vida, pero nunca de mi corazón… 🥀❤️‍🩹 Porque hay personas que dejan de estar a nuestro lado, pero jamás dejan de vivir en nuestros recuerdos. Aunque el tiempo nos separe y la distancia nos convierta en extraños, hay sentimientos que se niegan a desaparecer. 💔✨ A veces, quien más lejos está es quien más cerca llevamos en el alma. 🥺Desamor #AmorTriste #FrasesDeAmor #FrasesTristes #TeExtraño #AmorQueDuele

💘 Entre frases 💘
💘 Entre frases 💘
Open In TikTok:
Region: AR
Saturday 10 October 2026 14:50:04 GMT
28213
1248
25
268

Music

Download

Comments

glowbelleza.arg_
✨Poder interior ✨ :
pero no de mí corazón 💘
2026-10-10 14:56:15
4
lenny956
MAYRA :
sigo atado a un recuerdo que no olvido [Llanto] se que algún día nos veremos.[Conmovedor]
2026-10-20 23:25:13
2
blanca.soria69
Blanca soria :
que hermosa canción
2026-10-26 13:42:46
1
oscdgkl
lili :
esa frase exacta
2026-10-12 01:13:51
3
del.valle2820
Del valle :
2026-10-28 15:59:21
1
glowbelleza.arg_
✨Poder interior ✨ :
te fuiste de mí vida 💘🥺
2026-10-10 14:55:44
3
glowbelleza.arg_
✨Poder interior ✨ :
2026-10-10 14:56:41
3
glowbelleza.arg_
✨Poder interior ✨ :
2026-10-10 14:56:33
2
cachete1842
Dany olmo :
😭😭😭😭😭
2026-10-20 01:17:56
2
user4480622995933
user4480622995933 :
🥹🥹🥹🥹🥹🥹
2026-10-10 16:23:47
2
giselamendoza638
chela :
😩
2026-10-16 23:24:42
3
user2216720018203
Paola Miranda :
❤️❤️😋😋🤩🤩😍😍🥰🥰👌
2026-10-23 03:27:20
3
user4368280471279
Lucas :
😞💔🕊️
2026-10-16 22:59:11
2
yanina.reina3
Yanina Reina :
te extraño mucho 🙏🙏😭😭 🥰🥰 te amo mucho ❤️te quiero mucho 😘😘
2026-10-10 17:19:42
2
To see more videos from user @entrefrases_oficial, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sumpah… aku nulis ini sambil nahan air mata yang tumpah deras di pipi, dada sesak luar biasa, dan tangan gemetar hebat karena kewarasanku benar-benar sudah di ambang batas kehancuran. Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh kepedihan, dan membuatku menangis terisak sendirian di atas tempat tidur,  aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku: aku sekarang digugat cerai oleh istriku sendiri hanya karena aku sudah tidak bisa bekerja akibat lumpuh stroke, padahal semua penderitaan ini terjadi karena dulu aku banting tulang lembur siang malam demi mencari nafkah untuk keluarga! Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur seketika, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kuanggap remeh.  Tiap kali kepalaku pusing berdenyut, leher belakang kerasa kaku banget, dan tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, aku selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir, “Ah, paling cuma capek habis lembur cari uang, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran kerjaan doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.”  Paling banter aku cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang kutumpuk tiap hari tanpa pernah mau peduli.  Aku hobi banget begadang sampai subuh demi lembur kerjaan tanpa henti, menampung stres beban hidup sendirian tanpa mau cerita ke istri, ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan ngopi bergelas-gelas tanpa kenal waktu. Aku selalu mikir karena usianya masih muda dan badanku kelihatannya kuat, tubuhku bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang.  Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya mau pecah, pandangan gelap, dan sekujur tubuhku langsung ambruk lemas tak berdaya di hadapanku. Panik setengah mati, keluargaku membawaku buru-buru ke IGD rumah sakit. Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang.
Sumpah… aku nulis ini sambil nahan air mata yang tumpah deras di pipi, dada sesak luar biasa, dan tangan gemetar hebat karena kewarasanku benar-benar sudah di ambang batas kehancuran. Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh kepedihan, dan membuatku menangis terisak sendirian di atas tempat tidur, aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku: aku sekarang digugat cerai oleh istriku sendiri hanya karena aku sudah tidak bisa bekerja akibat lumpuh stroke, padahal semua penderitaan ini terjadi karena dulu aku banting tulang lembur siang malam demi mencari nafkah untuk keluarga! Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur seketika, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kuanggap remeh. Tiap kali kepalaku pusing berdenyut, leher belakang kerasa kaku banget, dan tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, aku selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir, “Ah, paling cuma capek habis lembur cari uang, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran kerjaan doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.” Paling banter aku cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang kutumpuk tiap hari tanpa pernah mau peduli. Aku hobi banget begadang sampai subuh demi lembur kerjaan tanpa henti, menampung stres beban hidup sendirian tanpa mau cerita ke istri, ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan ngopi bergelas-gelas tanpa kenal waktu. Aku selalu mikir karena usianya masih muda dan badanku kelihatannya kuat, tubuhku bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang. Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya mau pecah, pandangan gelap, dan sekujur tubuhku langsung ambruk lemas tak berdaya di hadapanku. Panik setengah mati, keluargaku membawaku buru-buru ke IGD rumah sakit. Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang. "Ini tensinya melonjak sangat krisis terekstrem di angka 210/110!" seru perawat dengan nada buru-buru memanggil dokter spesialis. Kalimat vonis dari dokter setelahnya langsung bikin petir menyambar tepat di dadaku dan duniaku runtuh seketika: "Bapak mengalami Hipertensi Kritis yang memecahkan pembuluh darah di otaknya dan memicu Stroke Berat! Tekanan setinggi ini merusak sistem saraf secara permanen, separuh tubuhnya lumpuh total, dan butuh perawatan seumur hidup!" Detik itu juga, duniaku runtuh tak tersisa. Hidupku berubah jadi penjara penderitaan: raga lumpuh tak berdaya, tabungan ludes tak bersisa untuk berobat, tidak bisa lagi mencari nafkah, dan sebagai puncak dari segala kepedihan, istri yang kubanting tulangi siang malam justru tega melayangkan gugatan cerai di saat aku paling butuh kesetiaannya. Jujur, penyesalan selalu datang terlambat dan rasanya membakar dada tanpa henti. Kenapa sih dulu aku begitu bodoh mengabaikan sinyal pusing dan tengkuk kaku? Dari sini aku makin sadar kalau hipertensi tuh beneran silent killer yang paling jahat. Dia menyelinap diam-diam di balik kerja keras, merusak tubuh tanpa suara, dan begitu meledak, bukan cuma raga yang lumpuh, tapi keutuhan rumah tangga, masa depan, dan hati kita ikut dihancurkan tak bersisa oleh orang yang paling kita cintai. #darahtinggi #hipertensi #viral #tekanandarahtinggi #fyp

About