HarizCaamil :
@HarizCaamil: Lautan menyumbang sekitar 50% hingga 70% (bahkan ada penelitian yang menyebut hingga 85%) dari total oksigen di Bumi, sementara hutan dan tumbuhan darat menyumbang sekitar 20% hingga 30% saja.
Jika penghasilan oksigen hanya bergantung dari hutan maka secara logiknya tentulah mereka yg hidup dipadang pasir akan mati lemas sebab tak ada oksigen😁.
Indonesia boleh disaman kerana mencetus kebakaran dan pencemaran udara hasil buatan manusia
Kebakaran hutan di Indonesia menghasilkan berbagai gas dan polutan berbahaya yang dapat mengancam kesehatan manusia, terutama melalui sistem pernapasan dan kardiovaskular.
Jenis Gas Berbahaya dari Kebakaran Hutan
• Karbon Monoksida (CO): Gas beracun tanpa warna dan bau yang dapat menyebabkan sesak napas, pusing, nyeri dada, kebingungan, hingga koma atau kematian karena mengikat hemoglobin dalam darah.
• Karbon Dioksida : Gas rumah kaca utama yang dilepaskan dalam jumlah besar saat pembakaran bahan organik dan gambut.
• Nitrogen Oksida : Gas yang dapat mengiritasi mata, hidung, tenggorokan, dan paru-paru, serta merusak organ pembersih alami pada saluran napas.
• Sulfur Dioksida : Gas yang menyebabkan saluran napas menyempit, memicu batuk, dan mengiritasi selaput lendir.
• Ozon Permukaan : Gas yang dapat mengiritasi tenggorokan dan memperburuk kondisi pernapasan.
• Senyawa Hidrokarbon & Organik Lainnya: Termasuk benzen, formaldehid, akrelein, dan toluena yang bersifat iritatif dan karsinogenik.
Partikel Berbahaya Lainnya
• Particulate Matter : Debu dan partikel halus berukuran kurang dari 2.5 mikrometer yang dapat terhirup hingga ke bagian terdalam paru-paru (alveolus), menembus aliran darah, serta memicu peradangan dan stres oksidatif.
-
2026-10-11 22:08:08