@basmat_waealama: إزاي تخفي رقمك عن الآخرين في واتساب؟ 🔒 🔒📱 عايز تخفي رقمك عن الآخرين في واتساب؟ 👀 في الفيديو ده هنعرفك على إعدادات الخصوصية في واتساب وإزاي تتحكم في المعلومات اللي بتظهر للآخرين! 🔥 اتفرج للآخر وقولي في التعليقات: كنت تعرف المعلومة دي؟ 👇💚 #واتساب #أسرار_واتساب #إخفاء_رقمك #شرح_واتساب #حيل_الموبايل

بصمة وعلامة
بصمة وعلامة
Open In TikTok:
Region: EG
Monday 12 October 2026 00:22:29 GMT
11203
163
6
32

Music

Download

Comments

user3129282220659
بنت ابوها💞😍😘💞 :
بيبقي بينا
2026-10-19 07:35:08
1
user9341239849091
⚔️عبدالله محمد السيد😜☝️ :
🥰🥰🥰
2026-10-14 17:52:27
1
gomaa94491525gomaa
جمعه موسى ابيرص مربي :
🥰🥰🥰
2026-10-12 18:31:02
1
a.k.t.e.r726
A.K.T.E.R♓ :
💜💜💜
2026-10-12 15:53:18
0
To see more videos from user @basmat_waealama, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

PERUT KOSONG, DAYEUH MEWAH! PAGAR BAMBU JADI SOROTAN, PWRI DESAK PEMKAB BOGOR PEDULI NASIB PAK AMIN BOGOR | FOKUSUPDATE.COM — Ironi pembangunan di Kabupaten Bogor menjadi sorotan. Di tengah pembangunan pagar bambu yang disebut-sebut menelan anggaran hingga ratusan juta rupiah, Amin (63), warga Kampung Lengis, Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, justru masih berjuang melawan kelaparan dan tinggal di rumah yang terancam ambruk. Hidup sebatang kara tanpa anak dan istri, Amin hanya mengandalkan pekerjaan sebagai penggali kuburan dengan penghasilan tidak menentu. Saat tak ada pekerjaan, ia bahkan terkadang hanya mampu makan satu kali sehari. Ketua PWRI Korwil Bogor Selatan, Andri Haryanto, mengkritik lambatnya perhatian pemerintah terhadap kondisi warga rentan tersebut.
PERUT KOSONG, DAYEUH MEWAH! PAGAR BAMBU JADI SOROTAN, PWRI DESAK PEMKAB BOGOR PEDULI NASIB PAK AMIN BOGOR | FOKUSUPDATE.COM — Ironi pembangunan di Kabupaten Bogor menjadi sorotan. Di tengah pembangunan pagar bambu yang disebut-sebut menelan anggaran hingga ratusan juta rupiah, Amin (63), warga Kampung Lengis, Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, justru masih berjuang melawan kelaparan dan tinggal di rumah yang terancam ambruk. Hidup sebatang kara tanpa anak dan istri, Amin hanya mengandalkan pekerjaan sebagai penggali kuburan dengan penghasilan tidak menentu. Saat tak ada pekerjaan, ia bahkan terkadang hanya mampu makan satu kali sehari. Ketua PWRI Korwil Bogor Selatan, Andri Haryanto, mengkritik lambatnya perhatian pemerintah terhadap kondisi warga rentan tersebut. "Jangan sampai pemerintah baru bergerak setelah penderitaan rakyat diberitakan. Warga miskin dan lansia terlantar seharusnya terpantau sejak awal," tegas Andri, Selasa (3/11/2026). PWRI mendesak Pemkab Bogor segera memberikan bantuan pangan berkelanjutan, jaminan kesehatan dan sosial, serta memperbaiki rumah Amin agar layak dihuni. Selain itu, PWRI meminta pemerintah membuka informasi secara transparan terkait anggaran, sumber dana, dan urgensi pembangunan pagar bambu yang menjadi perhatian masyarakat. "Kami tidak anti-pembangunan. Namun, jangan sampai pagar terlihat indah, sementara masih ada warga yang kesulitan makan. Pemerintah harus mengutamakan kebutuhan dasar masyarakat," tambahnya. PWRI menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga ada penanganan nyata, bukan sekadar bantuan sesaat atau kunjungan seremonial. Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari Pemkab Bogor terkait rincian anggaran pagar bambu maupun kepastian penanganan jangka panjang bagi Amin. JANGAN HANYA MEMBANGUN PAGAR, BANGUNLAH KESEJAHTERAAN RAKYAT! Pembangunan bukan sekadar mempercantik kawasan, tetapi juga memastikan tidak ada warga yang kelaparan dan terlantar di tengah kemajuan daerah.

About