@guzado.vn: Mua một chiếc áo mà có thể biến đổi phong cách chỉ bằng một thao tác? 👀 Áo khoác gió GUZADO sở hữu phần mũ tháo rời tiện lợi, kết hợp khả năng cản gió và chống nước. Giữ mũ để tăng vẻ khỏe khoắn, tháo mũ để outfit trông gọn gàng, tối giản hơn. 👉 Thích kiểu nào, chỉnh theo kiểu đó. Khám phá ngay trên giỏ hàng! #GUZADO #aokhoacgionam #aogio #outfitnam #mensfashion

GUZADO FASHION
GUZADO FASHION
Open In TikTok:
Region: VN
Monday 12 October 2026 04:00:00 GMT
33007
29
0
1

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @guzado.vn, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

kronologi penculikan jenderal Ahmad Yani👇 --------------------------------- Para penculik Ahmad Yani berangkat dari Lubang Buaya lebih kurang pukul 03.30 menggunakan dua truk dan dua bus. Kekuatan pasukan lebih kurang satu setengah kompi. Mereka tiba di rumah Jalan Lembang sekitar pukul 03.45. Mukidjan membagi regunya menjadi tiga kelompok.  Kelompok pertama menjaga bagian belakang, kelompok kedua menjaga bagian depan rumah, dan kelompok ketiga—yang dipimpin langsung oleh Mukidjan dan Serda Raswad—masuk ke halaman utama dan masuk rumah.  Mereka menyampaikan kepada para pengawal Letjen Ahmad Yani bahwa ada pesan penting dari Presiden. Para pengawal ini kemudian dilucuti senjatanya dan disekap. Mukidjan di dalam rumah berjumpa dengan anak bungsu Ahmad Yani, Eddy Yani, yang sedang berada di ruang belakang rumah sang jenderal.  Eddy terbangun karena hendak mencari ibunya yang sedang bertirakat ke rumah dinas Menpangad di Jalan Taman Suropati. Eddy dibujuk untuk membangunkan ayahnya. Ahmad Yani lalu keluar kamar dan menanyakan maksud kedatangan mereka pada dini hari buta itu. Raswad segera memberi tahu bahwa Presiden Soekarno sangat membutuhkan Letjen Ahmad Yani sekarang juga.  Yani sedikit kaget karena sebenarnya sudah ada agenda menghadap Presiden hari itu, tetapi pada pukul 07.00, bukan dini hari.  Yani kemudian meminta izin untuk mandi dan berganti pakaian, tetapi permintaan tersebut ditolak dengan kasar. Yani pun menjadi geram.
kronologi penculikan jenderal Ahmad Yani👇 --------------------------------- Para penculik Ahmad Yani berangkat dari Lubang Buaya lebih kurang pukul 03.30 menggunakan dua truk dan dua bus. Kekuatan pasukan lebih kurang satu setengah kompi. Mereka tiba di rumah Jalan Lembang sekitar pukul 03.45. Mukidjan membagi regunya menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama menjaga bagian belakang, kelompok kedua menjaga bagian depan rumah, dan kelompok ketiga—yang dipimpin langsung oleh Mukidjan dan Serda Raswad—masuk ke halaman utama dan masuk rumah. Mereka menyampaikan kepada para pengawal Letjen Ahmad Yani bahwa ada pesan penting dari Presiden. Para pengawal ini kemudian dilucuti senjatanya dan disekap. Mukidjan di dalam rumah berjumpa dengan anak bungsu Ahmad Yani, Eddy Yani, yang sedang berada di ruang belakang rumah sang jenderal. Eddy terbangun karena hendak mencari ibunya yang sedang bertirakat ke rumah dinas Menpangad di Jalan Taman Suropati. Eddy dibujuk untuk membangunkan ayahnya. Ahmad Yani lalu keluar kamar dan menanyakan maksud kedatangan mereka pada dini hari buta itu. Raswad segera memberi tahu bahwa Presiden Soekarno sangat membutuhkan Letjen Ahmad Yani sekarang juga. Yani sedikit kaget karena sebenarnya sudah ada agenda menghadap Presiden hari itu, tetapi pada pukul 07.00, bukan dini hari. Yani kemudian meminta izin untuk mandi dan berganti pakaian, tetapi permintaan tersebut ditolak dengan kasar. Yani pun menjadi geram. "Kau prajurit, tahu apa!" bentaknya sambil meninju salah seorang di antara mereka sehingga jatuh tersungkur. Yani berbalik badan kembali masuk ke dalam rumah dengan langsung menutup pintu kaca. Saat itulah Raswad memerintahkan Sersan Dua Gijadi untuk menembak. Tujuh peluru menembus kaca, menyambar punggung sang jenderal, dan akhirnya Yani roboh gugur ke lantai saat itu juga. Jenazah Yani kemudian diseret dengan posisi badan dan kepalanya berada di lantai. --------------------------------- #jenderalahmadyani #pahlawanrevolusi #G30SPKI #sejarahrevolusiindonesia #fyppppppppppppppppppppppp

About