@gootalksacademy: Khov Khatteyapisei Subtitles_Three Things I love about my parents - Presented by Khov Khatteyapisei✨ ប្អូនបានធ្វើបទបង្ហាញអំពី ៣ ចំណុចដែលប្អូនស្រឡាញ់ពីឪពុក និងម្តាយរបស់ប្អូន។ ចុះបងៗទាំងអស់គ្នាវិញ?🥰 #gootalksacademy #និយាយដោយទំនុកចិត្ត #publicspeakingtraining #cambodia

GooTalks Academy
GooTalks Academy
Open In TikTok:
Region: KH
Monday 12 October 2026 08:10:00 GMT
17659
1036
12
79

Music

Download

Comments

yaya.serry4
Yaya Serry :
she is very smart
2026-10-12 14:24:36
0
user24512854814157
Tanya ms@363 :
wow nice
2026-10-12 18:26:23
0
maisura.moneca
Maisura Moneca :
good job
2026-10-12 22:38:58
0
mohammedismail5359
mohammed Ahmad :
waw nice presentation 👏
2026-10-12 08:52:40
0
maferre__
maferre_ :
She very confident!!
2026-10-12 09:29:10
0
suelyferreira2219
Sukelsusu :
[Comovente]
2026-10-12 14:19:23
0
user4335931724695
Gawata :
🥰🥰🥰
2026-10-12 13:59:49
0
hareskhan197
Neon boy :
[Heartwarming][Heartwarming][Heartwarming]
2026-10-12 13:23:08
0
mohammed.riaz103
Mohammed Riaz Bhai 👑✅✅✅ :
🥰🥰🥰
2026-10-12 11:55:30
0
user1909228581536
user1909228581536 :
🥰🥰🥰
2026-10-12 14:51:33
0
kla.ran838
Sa~សា💞💯 :
🥰🥰🥰
2026-10-12 08:40:45
0
jvs1542
Och_i :
🥰
2026-10-13 07:38:42
0
To see more videos from user @gootalksacademy, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sekolah dari Jam 8 Pagi hingga 6 Sore, Siswa Prancis Demo Gelombang aksi pelajar setara SMA terus meluas di Prancis. Para siswa memblokade sekolah dan turun ke jalan untuk menuntut perbaikan kondisi pendidikan, mulai dari kekurangan guru, kepadatan kelas hingga jadwal belajar yang dianggap terlalu berat. Menurut laporan AFP, persoalan yang disuarakan pelajar mencakup kekurangan tenaga guru, ukuran kelas yang terlalu besar serta kondisi ruang belajar yang tidak memadai. Sebagian pelajar juga mengeluhkan jadwal sekolah yang panjang. Salah seorang siswa di Lille mengatakan kepada AFP bahwa mereka harus berada di sekolah dari pukul 08.00 hingga 18.00 dan menilai jadwal tersebut tidak semestinya dibebankan kepada siswa. Aksi tersebut bermula di wilayah Île-de-France di sekitar Paris pada pekan sebelumnya dan kemudian menyebar ke berbagai kota. Pada Jumat (2/10), AFP melaporkan aksi telah mengganggu kegiatan di lebih dari 730 sekolah. Organisasi siswa menilai pemerintah belum memberikan langkah konkret yang cukup untuk menjawab persoalan mereka. Setelah bertemu Menteri Pendidikan Édouard Geffray pada Jumat, organisasi siswa menyerukan agar mobilisasi dilanjutkan pada Selasa mendatang. Pemerintah kemudian menjanjikan rencana untuk mempercepat penggantian guru yang tidak hadir, khususnya di kelas-kelas akhir sekolah menengah. Menteri Pendidikan juga mengatakan pemerintah akan melakukan pembahasan lebih mendalam mengenai persoalan ritme dan jadwal sekolah. Di sejumlah lokasi, aksi berkembang menjadi bentrokan dengan aparat. Polisi menggunakan gas air mata dan terjadi pelemparan benda serta pembakaran di beberapa tempat. Pemerintah mengutuk kekerasan tersebut, sementara para pelajar tetap menekankan persoalan pendidikan yang menjadi dasar mobilisasi mereka. Sumber: AFP
Sekolah dari Jam 8 Pagi hingga 6 Sore, Siswa Prancis Demo Gelombang aksi pelajar setara SMA terus meluas di Prancis. Para siswa memblokade sekolah dan turun ke jalan untuk menuntut perbaikan kondisi pendidikan, mulai dari kekurangan guru, kepadatan kelas hingga jadwal belajar yang dianggap terlalu berat. Menurut laporan AFP, persoalan yang disuarakan pelajar mencakup kekurangan tenaga guru, ukuran kelas yang terlalu besar serta kondisi ruang belajar yang tidak memadai. Sebagian pelajar juga mengeluhkan jadwal sekolah yang panjang. Salah seorang siswa di Lille mengatakan kepada AFP bahwa mereka harus berada di sekolah dari pukul 08.00 hingga 18.00 dan menilai jadwal tersebut tidak semestinya dibebankan kepada siswa. Aksi tersebut bermula di wilayah Île-de-France di sekitar Paris pada pekan sebelumnya dan kemudian menyebar ke berbagai kota. Pada Jumat (2/10), AFP melaporkan aksi telah mengganggu kegiatan di lebih dari 730 sekolah. Organisasi siswa menilai pemerintah belum memberikan langkah konkret yang cukup untuk menjawab persoalan mereka. Setelah bertemu Menteri Pendidikan Édouard Geffray pada Jumat, organisasi siswa menyerukan agar mobilisasi dilanjutkan pada Selasa mendatang. Pemerintah kemudian menjanjikan rencana untuk mempercepat penggantian guru yang tidak hadir, khususnya di kelas-kelas akhir sekolah menengah. Menteri Pendidikan juga mengatakan pemerintah akan melakukan pembahasan lebih mendalam mengenai persoalan ritme dan jadwal sekolah. Di sejumlah lokasi, aksi berkembang menjadi bentrokan dengan aparat. Polisi menggunakan gas air mata dan terjadi pelemparan benda serta pembakaran di beberapa tempat. Pemerintah mengutuk kekerasan tersebut, sementara para pelajar tetap menekankan persoalan pendidikan yang menjadi dasar mobilisasi mereka. Sumber: AFP

About