@theloosers7: Kutipan dari Eduardo Galeano pada gambar tersebut merupakan kritik tajam terhadap masyarakat modern yang cenderung menilai segala sesuatu dari kulit luar atau formalitasnya saja, bukan dari nilai esensial atau substansinya.  Berikut adalah penjelasan poin per poin mengenai maksud dari kutipan tersebut: 1. “Pemakaman lebih penting daripada kematian” Masyarakat sering kali lebih sibuk dan peduli mengatur kemewahan acara pemakaman, status sosial, atau persepsi orang lain saat seseorang meninggal, alih-alih merenungi arti kehilangan, menghormati kenangan almarhum, atau empati yang mendalam atas kematian itu sendiri.  2. “Pernikahan lebih penting daripada cinta” Banyak orang terjebak pada pesta pernikahan yang megah, keabsahan status, dan persepsi publik, tetapi mengabaikan hal mendasar yang seharusnya menjadi fondasi utama, yaitu kualitas ikatan cinta, komitmen, dan keharmonisan hubungan itu sendiri.  3. “Penampilan fisik lebih penting daripada akal budi” Dunia modern sering kali mengagungkan standar keindahan luar, citra visual, dan pakaian, sementara kecerdasan, moralitas, karakter, serta kebaikan hati seseorang justru dikesampingkan atau dianggap nomor dua.  4. “Kita hidup dalam budaya kemasan yang meremehkan isi.” Ini adalah puncaknya (kesimpulan utama): Eduardo Galeano menyimpulkan bahwa budaya masyarakat kita telah bergeser menjadi budaya superfisial. "Kemasan" (citra, pesta, status, penampilan) dianggap lebih bernilai daripada "isi" (substansi, makna, kebenaran, dan jiwa). Pesan Utama: Kutipan ini mengajak kita untuk berhenti berfokus pada validasi eksternal atau formalitas belaka, serta kembali menghargai makna dan substansi terdalam dalam kehidupan. #losersclub

theloosers
theloosers
Open In TikTok:
Region: ID
Monday 12 October 2026 04:39:52 GMT
5316
267
2
16

Music

Download

Comments

raditya.gw
Raditya Rades :
2026-10-12 14:04:35
1
ikan_todak9371
π÷®×©$£€~|`•∆¶^™℅°[={]}\>+?/< :
🔥🔥🔥
2026-10-12 13:50:43
1
To see more videos from user @theloosers7, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ga berani keluar dari tank loh ya😹 Penjelasan⤵️ - - - Peristiwa prajurit TNI (Tentara Nasional Indonesia) yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB (UNIFIL) menghadang tank Israel pernah terjadi beberapa kali di perbatasan Lebanon, dengan kejadian yang paling ikonik berlangsung pada 2 Juni 2020 di garis batas Blue Line antara Al-Adaysseh dan Adisa ‎ ‎Aksi prajurit TNI yang menghadang tank Israel di perbatasan Lebanon merujuk pada peristiwa heroik yang terjadi pada 2 Juni 2020 di kawasan Blue Line (garis biru) perbatasan Adisa, selatan Lebanon. ‎ ‎Pemicu Ketegangan: Dua tank Merkava milik militer Israel (IDF) mencoba menerobos wilayah Blue Line yang merupakan perbatasan netral antara Israel dan Lebanon. Di sisi lain, pasukan anti-tank Lebanon sudah bersiap di posisi untuk melakukan perlawanan, yang berpotensi memicu perang terbuka antar kedua negara ‎ ‎Aksi Adangan TNI: Prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda XXIII-M bawah misi perdamaian PBB (UNIFIL) langsung bergerak cepat. Dipimpin oleh Mayor Inf Handi Wibowo, pasukan TNI mengerahkan personel Quick Reaction Team (QRT) untuk memecah ketegangan. ‎ ‎Diplomasi Persuasif: Sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) PBB, prajurit TNI dengan tenang mengibarkan bendera PBB dan melakukan negosiasi persuasif tepat di depan tank tempur Israel. ‎ ‎Hasil Akhir: Aksi berani dan tenang tersebut berhasil. Setelah menghadang selama kurang lebih 4 jam, tank Israel akhirnya memutuskan untuk berbalik arah meninggalkan wilayah Blue Line, sehingga konfrontasi berdarah berhasil digagalkan. ‎ ‎Kejadian serupa di bawah bendera UNIFIL juga sempat terulang kembali pada Maret 2021, ketika prajurit TNI dari Satgas Indobatt XXIII-O kembali menghadang tiga tank Merkava Israel yang mencoba melintasi garis perbatasan di wilayah yang sama. ‎#shoukakublitz #sejarah #History #military #edukasi #sejarahindonesia #tni #freepalestine #palestinewillbefree #merkava #pbb #perbatasanlebanon
Ga berani keluar dari tank loh ya😹 Penjelasan⤵️ - - - Peristiwa prajurit TNI (Tentara Nasional Indonesia) yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB (UNIFIL) menghadang tank Israel pernah terjadi beberapa kali di perbatasan Lebanon, dengan kejadian yang paling ikonik berlangsung pada 2 Juni 2020 di garis batas Blue Line antara Al-Adaysseh dan Adisa ‎ ‎Aksi prajurit TNI yang menghadang tank Israel di perbatasan Lebanon merujuk pada peristiwa heroik yang terjadi pada 2 Juni 2020 di kawasan Blue Line (garis biru) perbatasan Adisa, selatan Lebanon. ‎ ‎Pemicu Ketegangan: Dua tank Merkava milik militer Israel (IDF) mencoba menerobos wilayah Blue Line yang merupakan perbatasan netral antara Israel dan Lebanon. Di sisi lain, pasukan anti-tank Lebanon sudah bersiap di posisi untuk melakukan perlawanan, yang berpotensi memicu perang terbuka antar kedua negara ‎ ‎Aksi Adangan TNI: Prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda XXIII-M bawah misi perdamaian PBB (UNIFIL) langsung bergerak cepat. Dipimpin oleh Mayor Inf Handi Wibowo, pasukan TNI mengerahkan personel Quick Reaction Team (QRT) untuk memecah ketegangan. ‎ ‎Diplomasi Persuasif: Sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) PBB, prajurit TNI dengan tenang mengibarkan bendera PBB dan melakukan negosiasi persuasif tepat di depan tank tempur Israel. ‎ ‎Hasil Akhir: Aksi berani dan tenang tersebut berhasil. Setelah menghadang selama kurang lebih 4 jam, tank Israel akhirnya memutuskan untuk berbalik arah meninggalkan wilayah Blue Line, sehingga konfrontasi berdarah berhasil digagalkan. ‎ ‎Kejadian serupa di bawah bendera UNIFIL juga sempat terulang kembali pada Maret 2021, ketika prajurit TNI dari Satgas Indobatt XXIII-O kembali menghadang tiga tank Merkava Israel yang mencoba melintasi garis perbatasan di wilayah yang sama. ‎#shoukakublitz #sejarah #History #military #edukasi #sejarahindonesia #tni #freepalestine #palestinewillbefree #merkava #pbb #perbatasanlebanon

About