Deni Ramdani :
Dari lubuk hati yang paling dalam, saya turut prihatin dan menyesalkan, yg acap kali ada kejadian yg tidak perlu terjadi. Dan teruntuk semua stakeholder sepak bola Indonesia mari kita introspeksi jadikan peristiwa ini sebagai pembelajaran untuk kita semua, jangan sampai sepak bola kita yg sedang beranjak bangkit harus terpuruk dengan hal-hal seperti ini, sejatinya sepak bola adalah utk hiburan semata, rivalitas hanyalah 90 menit saja, diatas lapangan, diluar itu kita semua saudara. Nikmati sepak bola secukupnya, dukung tim kesayangan sewajarnya. Ditengah prestasi sepak bola kita yg terus meningkat, Timnas Indonesia berhasil menjuarai FIFA ASEAN Cup, dan kini Indonesia langsung lolos ke Babak 2 Kualifikasi Piala Dunia 2030, utk semua suporter klub manapun di Indonesia, dan utk para oknum yg mengatasnamakan suporter, belajarlah memahami apa itu arti sepak bola, mohon maaf jgn menjadi suporter atau fanatisme yg kebablasan, jgn jadi bodoh, jgn jadi keblinger, mari kita junjung tinggi sportivitas dan fair play, karena rivalitas hanya sebatas 90 menit di lapangan, selebihnya kita sodara, karena sepak bola itu alat pemersatu bangsa, bukan sebaliknya. Sepak bola tdk melihat dan membeda-bedakan setiap pemain dari ras, bangsa, suku, agama, strata sosial, ataupun golongan dan lain-lain. Seseorang bisa saja berbangsa X, beragama Y dan bersuku Z. Sebagai contoh, saya adalah seseorang yang berwarganegara dan berbangsa Indonesia, beragama Islam dan merupakan keturunan suku Sunda dan salah satu pendukung klub di Jawa Barat (Persib Bandung). Satu yang pasti sportivitas nomor satu. Viking 🤝 The Jak.
Buat kalian yg terlibat, kalian tdk pantas di lingkungan sepak bola, karena sudah kelewatan, kalian hanya ingin memecah belah sepak bola Indonesia, karena ini sudah diluar konteks sepak bola.
2026-10-12 12:54:49