@43md9bd9s: Receita de pão caseiro sem sovar (cenário simples de cozinha) Ingredientes 500 g de farinha de trigo (aprox. 3 e 1/2 xícaras) 10 g de fermento biológico seco (1 sachê) 1 colher de sopa de açúcar 1 colher de chá rasa de sal 350 ml de água morna 2 colheres de sopa de azeite ou óleo Modo de preparo Em uma tigela grande coloque a água morna, o açúcar e o fermento. Misture levemente e deixe descansar por 5 a 10 minutos até formar espuma. Adicione o azeite e o sal. Misture. Adicione toda a farinha e misture com uma colher até formar uma massa úmida e pegajosa. Não precisa sovar. Cubra a tigela com pano ou plástico e deixe descansar por 1 hora ou até dobrar de tamanho. Após crescer, mexa a massa levemente apenas para retirar o excesso de ar. Coloque a massa em uma forma untada ou forrada com papel manteiga. Cubra e deixe descansar por mais 30 minutos. Preaqueça o forno a 200°C por 10 minutos. Asse por 35 a 40 minutos ou até o pão ficar dourado. Deixe esfriar um pouco antes de cortar.

43md9bd9s
43md9bd9s
Open In TikTok:
Region: US
Monday 12 October 2026 15:35:06 GMT
172
30
1
0

Music

Download

Comments

i..marta
Dios Es amor :
amén amén
2026-10-13 14:52:04
0
To see more videos from user @43md9bd9s, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

baca ya guys ya 😁⬇️ “Kenapa sih negara di dunia bisa banyak? Kenapa gak disatuin aja jadi 1 negara biar simple? berikut penjelasannya. --- 🧬 1. Manusia itu Beragam dari Awal Dari zaman dulu, manusia udah hidup terpisah-pisah di berbagai tempat: Ada yang hidup di padang pasir, ada yang di hutan tropis, ada yang di pegunungan. Mereka berkembang sendiri-sendiri, nyiptain budaya, bahasa, aturan, dan sistem hidup masing-masing. Karena beda tempat = beda kondisi = beda cara hidup. Makanya, dari awal manusia udah otomatis kebagi jadi kelompok-kelompok. Kelompok itu yang nantinya berkembang jadi suku, terus kerajaan, lalu negara. --- 🏰 2. Dulu Bukan Negara, Tapi Kerajaan Sebelum konsep “Setiap wilayah punya kedaulatan sendiri, gak boleh diganggu negara lain.” Nah, dari situ muncul konsep negara modern: Punya batas wilayah Pemerintahan sendiri Hukum sendiri Identitas nasional (bendera, lagu, bahasa) --- 🧠 4. Kenapa Gak Disatuin Aja? Sounds simple, tapi ini tantangannya: a. Budaya Beda-Beda Banget Ada yang makan pakai tangan, ada yang pakai sumpit. Ada yang nilai “kebebasan” itu penting, ada yang lebih suka “aturan ketat”. Kalo disatuin, pasti bakal bentrok budaya & cara pikir. b. Bahasa, Agama, dan Ideologi Beragam Ribuan bahasa, agama, cara pandang politik. Contoh: demokrasi vs diktator, liberal vs komunis. Gak mungkin semua setuju satu sistem. Ujung-ujungnya pasti konflik lagi. c. Kekuasaan & Ego Negara = kekuasaan. Pemimpin negara gak mau kehilangan kontrol. Kalo disatuin, siapa yang jadi pemimpin dunia? Pasti rebutan. --- ☠️ 5. Pernah Coba Nyatu, Tapi Gagal Beberapa pernah nyoba nyatuin dunia: Alexander Agung, Jenghis Khan, Napoleon, bahkan ide One World Government. Tapi semua ujungnya gagal karena: Terlalu luas Terlalu beragam Muncul pemberontakan & perpecahan lagi --- 🌐 6. Sekarang Udah Ada Usaha Global, Tapi Tetap Terpisah Contoh: PBB (UN) = tempat negara-negara ngobrol bareng Uni Eropa = negara gabungan, tapi tetap punya identitas masing-masing G20, ASEAN, dll = bentuk kerja sama, bukan penyatuan Intinya: dunia udah nyoba kerja sama, tapi bukan jadi "1 negara", lebih kayak “berteman tapi tetap beda rumah”. --- 🧾 Kesimpulan: > Negara banyak karena manusia itu beda-beda dan tersebar dari awal. Menyatukan dunia jadi satu negara itu gak sesimpel kelihatannya — terlalu banyak budaya, kepentingan, dan ego yang harus dikompromi. Tapi bukan berarti kita gak bisa damai. Dunia yang beda-beda tapi saling kerja sama itu lebih realistis daripada nyatuin jadi satu. - - - - #jjedukasi #county #geography #fyp #education " width="135" height="240">
baca ya guys ya 😁⬇️ “Kenapa sih negara di dunia bisa banyak? Kenapa gak disatuin aja jadi 1 negara biar simple? berikut penjelasannya. --- 🧬 1. Manusia itu Beragam dari Awal Dari zaman dulu, manusia udah hidup terpisah-pisah di berbagai tempat: Ada yang hidup di padang pasir, ada yang di hutan tropis, ada yang di pegunungan. Mereka berkembang sendiri-sendiri, nyiptain budaya, bahasa, aturan, dan sistem hidup masing-masing. Karena beda tempat = beda kondisi = beda cara hidup. Makanya, dari awal manusia udah otomatis kebagi jadi kelompok-kelompok. Kelompok itu yang nantinya berkembang jadi suku, terus kerajaan, lalu negara. --- 🏰 2. Dulu Bukan Negara, Tapi Kerajaan Sebelum konsep "negara modern" muncul, dunia isinya kerajaan & imperium: Kerajaan Inggris, Romawi, Dinasti Cina, Kekhalifahan Arab, Majapahit, dll. Mereka saling berperang buat rebut wilayah. Jadi, dari dulu tuh udah ada kompetisi & perebutan kekuasaan. Gak ada yang mau nyatu, semua pengen jadi yang paling kuat. --- 🗺️ 3. Lahirnya Negara Modern Baru setelah abad ke-17 (setelah Perjanjian Westphalia, 1648), mulai muncul konsep: > “Setiap wilayah punya kedaulatan sendiri, gak boleh diganggu negara lain.” Nah, dari situ muncul konsep negara modern: Punya batas wilayah Pemerintahan sendiri Hukum sendiri Identitas nasional (bendera, lagu, bahasa) --- 🧠 4. Kenapa Gak Disatuin Aja? Sounds simple, tapi ini tantangannya: a. Budaya Beda-Beda Banget Ada yang makan pakai tangan, ada yang pakai sumpit. Ada yang nilai “kebebasan” itu penting, ada yang lebih suka “aturan ketat”. Kalo disatuin, pasti bakal bentrok budaya & cara pikir. b. Bahasa, Agama, dan Ideologi Beragam Ribuan bahasa, agama, cara pandang politik. Contoh: demokrasi vs diktator, liberal vs komunis. Gak mungkin semua setuju satu sistem. Ujung-ujungnya pasti konflik lagi. c. Kekuasaan & Ego Negara = kekuasaan. Pemimpin negara gak mau kehilangan kontrol. Kalo disatuin, siapa yang jadi pemimpin dunia? Pasti rebutan. --- ☠️ 5. Pernah Coba Nyatu, Tapi Gagal Beberapa pernah nyoba nyatuin dunia: Alexander Agung, Jenghis Khan, Napoleon, bahkan ide One World Government. Tapi semua ujungnya gagal karena: Terlalu luas Terlalu beragam Muncul pemberontakan & perpecahan lagi --- 🌐 6. Sekarang Udah Ada Usaha Global, Tapi Tetap Terpisah Contoh: PBB (UN) = tempat negara-negara ngobrol bareng Uni Eropa = negara gabungan, tapi tetap punya identitas masing-masing G20, ASEAN, dll = bentuk kerja sama, bukan penyatuan Intinya: dunia udah nyoba kerja sama, tapi bukan jadi "1 negara", lebih kayak “berteman tapi tetap beda rumah”. --- 🧾 Kesimpulan: > Negara banyak karena manusia itu beda-beda dan tersebar dari awal. Menyatukan dunia jadi satu negara itu gak sesimpel kelihatannya — terlalu banyak budaya, kepentingan, dan ego yang harus dikompromi. Tapi bukan berarti kita gak bisa damai. Dunia yang beda-beda tapi saling kerja sama itu lebih realistis daripada nyatuin jadi satu. - - - - #jjedukasi #county #geography #fyp #education

About