@lunachihua1:

luna
luna
Open In TikTok:
Region: UA
Monday 12 October 2026 16:04:54 GMT
2776
83
2
5

Music

Download

Comments

zannajoooo5555
жанна :
[Красное сердце][Красное сердце][Красное сердце]
2026-10-12 17:24:25
1
sndor.kiss77
Sándor Kiss :
❤️❤️❤️
2026-10-12 17:17:22
1
To see more videos from user @lunachihua1, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Seorang pembaca, Bapak Agustin, mengeluhkan dada dan tenggorokan yang sering sakit. Sudah dicurigai radang, tapi nggak kunjung membaik. Dari keluhan tersebut, terdapat beberapa petunjuk kunci: asam lambung tinggi, dada terasa nyeri, tenggorokan sakit. dr. Dizi Bellari Putri, dokter umum, konsultasi kesehatan Dari tiga petunjuk itu, kemungkinan besar bukan radang tenggorokan biasa. Tapi gastroesophageal reflux disease, alias GERD. Banyak yang nggak sadar, GERD nggak selalu muncul sebagai nyeri di ulu hati atau dada panas. Kadang menyamar jadi keluhan di organ yang sama sekali kelihatan nggak berhubungan sama lambung. Batuk kronis. Asam lambung yang sering naik dapat mengiritasi esofagus, laring, dan kotak suara. Bisa memicu batuk kronis, mengi, dan kesulitan bernapas lainnya. Suara serak. Paparan asam lambung yang berulang dapat memengaruhi laring atau kotak suara, menyebabkan ketidaknyamanan bicara dan perubahan suara. Biasanya lebih buruk di pagi hari. GERD juga bisa menyebabkan gejala ekstraesofageal seperti nyeri dada, batuk, suara serak, laringitis, faringitis, sendawa, rasa mengganjal pada tenggorokan, dan erosi gigi. dr. Dizi Bellari Putri Erosi gigi. Sakit tenggorokan berulang. Rasa mengganjal di leher yang nggak hilang-hilang. Semua ini bisa berasal dari satu sumber yang sama, tapi jarang langsung dicurigai sebagai masalah lambung. Gejala yang muncul sesekali biasanya nggak perlu dikhawatirkan. Tapi kalau gejala asam lambung terjadi dua kali atau lebih dalam seminggu, itu tandanya sudah masuk kategori GERD, bukan sekadar asam lambung naik biasa. Yang bikin makin riskan, kesadaran soal GERD di Indonesia termasuk rendah kebanyakan orang cuma mengenali gejala klasiknya di dada, dan nggak mengaitkan batuk atau suara serak yang berkepanjangan dengan masalah lambung sama sekali. Kalau batuk atau suara serak nggak kunjung sembuh meski sudah diobati sebagai radang biasa, dan sering muncul setelah makan atau di pagi hari, itu saatnya curiga ke arah lambung, bukan cuma tenggorokan. Sumber: detikHealth (konsultasi) — Kenapa Dada dan Tenggorokan Sering Sakit? CNBC Indonesia — 7 Gejala Asam Lambung & GERD yang Wajib Diwaspadai, 9 April 2025 Alodokter (komunitas) — Apakah GERD Dapat Menyebabkan Batuk-batuk? #kesehatan #kesehatanindonesia #infokesehatan  #edukasikesehatan #tipssehat
Seorang pembaca, Bapak Agustin, mengeluhkan dada dan tenggorokan yang sering sakit. Sudah dicurigai radang, tapi nggak kunjung membaik. Dari keluhan tersebut, terdapat beberapa petunjuk kunci: asam lambung tinggi, dada terasa nyeri, tenggorokan sakit. dr. Dizi Bellari Putri, dokter umum, konsultasi kesehatan Dari tiga petunjuk itu, kemungkinan besar bukan radang tenggorokan biasa. Tapi gastroesophageal reflux disease, alias GERD. Banyak yang nggak sadar, GERD nggak selalu muncul sebagai nyeri di ulu hati atau dada panas. Kadang menyamar jadi keluhan di organ yang sama sekali kelihatan nggak berhubungan sama lambung. Batuk kronis. Asam lambung yang sering naik dapat mengiritasi esofagus, laring, dan kotak suara. Bisa memicu batuk kronis, mengi, dan kesulitan bernapas lainnya. Suara serak. Paparan asam lambung yang berulang dapat memengaruhi laring atau kotak suara, menyebabkan ketidaknyamanan bicara dan perubahan suara. Biasanya lebih buruk di pagi hari. GERD juga bisa menyebabkan gejala ekstraesofageal seperti nyeri dada, batuk, suara serak, laringitis, faringitis, sendawa, rasa mengganjal pada tenggorokan, dan erosi gigi. dr. Dizi Bellari Putri Erosi gigi. Sakit tenggorokan berulang. Rasa mengganjal di leher yang nggak hilang-hilang. Semua ini bisa berasal dari satu sumber yang sama, tapi jarang langsung dicurigai sebagai masalah lambung. Gejala yang muncul sesekali biasanya nggak perlu dikhawatirkan. Tapi kalau gejala asam lambung terjadi dua kali atau lebih dalam seminggu, itu tandanya sudah masuk kategori GERD, bukan sekadar asam lambung naik biasa. Yang bikin makin riskan, kesadaran soal GERD di Indonesia termasuk rendah kebanyakan orang cuma mengenali gejala klasiknya di dada, dan nggak mengaitkan batuk atau suara serak yang berkepanjangan dengan masalah lambung sama sekali. Kalau batuk atau suara serak nggak kunjung sembuh meski sudah diobati sebagai radang biasa, dan sering muncul setelah makan atau di pagi hari, itu saatnya curiga ke arah lambung, bukan cuma tenggorokan. Sumber: detikHealth (konsultasi) — Kenapa Dada dan Tenggorokan Sering Sakit? CNBC Indonesia — 7 Gejala Asam Lambung & GERD yang Wajib Diwaspadai, 9 April 2025 Alodokter (komunitas) — Apakah GERD Dapat Menyebabkan Batuk-batuk? #kesehatan #kesehatanindonesia #infokesehatan #edukasikesehatan #tipssehat

About