@amira_fundacin45:

Amira_Fundación
Amira_Fundación
Open In TikTok:
Region: DO
Monday 12 October 2026 19:22:45 GMT
513
116
11
1

Music

Download

Comments

martinmuruo
Martin muruo :
nice madam Boss ineed help please like from kenya Nairobi Africa
2026-10-12 19:41:28
0
rohanbennett235
cleanstampboss1 :
2026-10-13 02:07:20
0
fitopaez921
user62579634660 :
rodolfo paez nevarez
2026-10-13 22:30:25
1
karinaguillermo79
Karina :
🥰🥰
2026-10-13 16:12:55
0
mihaihodorogea727
mihaihodorogea727 :
[Mega LOL][Mega LOL][Mega LOL]
2026-10-13 04:10:02
0
user51610871957561
user51610871957561 :
🥰🥰🥰
2026-10-13 01:28:32
0
claudemirleandro58
claudemirleandro58 :
❤️❤️❤️
2026-10-12 19:49:17
0
arsi19826
Arslon1982 :
🥰🥰🥰
2026-10-12 20:15:22
0
dorinailiescu43
dorinailiescu43 :
🥰🥰🥰
2026-10-13 13:49:26
0
ridvanali393
Rıdvan Ali :
❤❤❤
2026-10-12 19:27:04
0
20alexmele
alexismelendez360 :
🥰🥰🥰
2026-10-12 19:51:29
1
To see more videos from user @amira_fundacin45, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Di Bawah Langit Kuning Palangka Raya: Menunggu Giliran Tumbang Pagi itu, pada tanggal 23 Oktober 2026 pukul 10.00, langit di Palangka Raya, Kalimantan Tengah tidak terlihat seperti pagi pada umumnya. Udara pekat oleh kabut asap yang membatasi jarak pandang, menyelimuti jalanan dan rumah-rumah warga dengan warna kekuningan. Seorang perempuan bermasker berdiri di tengah kondisi udara yang buruk tersebut, membagikan realitas pahit bahwa keadaan mencekik ini sudah mereka hirup selama kurang lebih empat bulan lamanya.   Di balik maskernya, tersimpan keputusasaan yang mendalam melihat banyaknya korban yang sudah berjatuhan. Ia mengungkapkan perasaan pasrahnya, seolah warga kini hanya tinggal menunggu giliran kapan mereka akan ikut tumbang akibat udara beracun tersebut. Ketidakadilan sangat dirasakan oleh masyarakat Kalimantan Tengah, di mana berbagai upaya untuk menyuarakan penderitaan mereka—termasuk membuat kondisi ini viral—telah dilakukan, namun sepertinya tidak membuahkan hasil yang berarti.   Masyarakat kini telah berada di titik putus asa. Mereka menegaskan bahwa mereka tidak lagi membutuhkan janji-janji yang sekadar menenangkan, melainkan tindakan nyata yang hasilnya bisa langsung dirasakan karena hingga saat ini tidak ada perubahan yang terlihat. Di tengah pekatnya asap, sebuah pertanyaan kritis dilontarkan: jika penderitaan rakyat seperti ini masih dianggap sebagai sebuah kewajaran, lantas siapa sebenarnya yang sedang diperjuangkan dalam setiap pembuatan kebijakan? #karhutla #palangkaraya #kalimantan #indonesia #fyp
Di Bawah Langit Kuning Palangka Raya: Menunggu Giliran Tumbang Pagi itu, pada tanggal 23 Oktober 2026 pukul 10.00, langit di Palangka Raya, Kalimantan Tengah tidak terlihat seperti pagi pada umumnya. Udara pekat oleh kabut asap yang membatasi jarak pandang, menyelimuti jalanan dan rumah-rumah warga dengan warna kekuningan. Seorang perempuan bermasker berdiri di tengah kondisi udara yang buruk tersebut, membagikan realitas pahit bahwa keadaan mencekik ini sudah mereka hirup selama kurang lebih empat bulan lamanya. Di balik maskernya, tersimpan keputusasaan yang mendalam melihat banyaknya korban yang sudah berjatuhan. Ia mengungkapkan perasaan pasrahnya, seolah warga kini hanya tinggal menunggu giliran kapan mereka akan ikut tumbang akibat udara beracun tersebut. Ketidakadilan sangat dirasakan oleh masyarakat Kalimantan Tengah, di mana berbagai upaya untuk menyuarakan penderitaan mereka—termasuk membuat kondisi ini viral—telah dilakukan, namun sepertinya tidak membuahkan hasil yang berarti. Masyarakat kini telah berada di titik putus asa. Mereka menegaskan bahwa mereka tidak lagi membutuhkan janji-janji yang sekadar menenangkan, melainkan tindakan nyata yang hasilnya bisa langsung dirasakan karena hingga saat ini tidak ada perubahan yang terlihat. Di tengah pekatnya asap, sebuah pertanyaan kritis dilontarkan: jika penderitaan rakyat seperti ini masih dianggap sebagai sebuah kewajaran, lantas siapa sebenarnya yang sedang diperjuangkan dalam setiap pembuatan kebijakan? #karhutla #palangkaraya #kalimantan #indonesia #fyp

About