Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@andreeeepp: #AnimeSe #CapCut
goyo Satoru
Open In TikTok:
Region: PE
Monday 12 October 2026 20:09:14 GMT
160
7
0
2
Music
Download
No Watermark .mp4 (
1.01MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
1.01MB
)
Watermark .mp4 (
2.33MB
)
Music .mp3
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @andreeeepp, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
Hị hị | idea:kngoc_0819#viral
𝐣𝐨 𝐬𝐡𝐚𝐤𝐡𝐬 𝐥𝐚𝐠𝐚𝐭𝐚𝐚𝐫 𝐚𝐬𝐚𝐫 𝐤𝐢 𝐧𝐚𝐦𝐚𝐳 𝐤𝐞 𝐛𝐚𝐚𝐝 𝐭𝐞𝐞𝐧 𝐝𝐢𝐧 𝐢𝐬 𝐰𝐚𝐳𝐢𝐟𝐚𝐲 𝐤𝐨 𝐤𝐚𝐫𝐞𝐠𝐚 📿🕊️ . . . . #islamic_satatus #viral #fyp #foruyou #tranding
“Saya Tidak Tahu Salah Saya Ap4” — Kisah Pak Suharyono, Lansia 78 Tahun yang Diserahkan Anak Kandung ke Griya Lansia Malang GRESIK, JAWA TIMUR — Kisah Pak Suharyono, seorang lansia berusia 78 tahun asal Desa Tenaru, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, menjadi perhatian setelah ia diserahkan oleh anak kandungnya ke Griya Lansia Husnul Khatimah di Malang. Momen serah terima tersebut berlangsung pada Selasa, 13 Oktober 2026, di Griya Yatim Sidoarjo. Dalam video yang bered4r, pihak keluarga, yakni Ibu Bondan dan suaminya, Pak Bahrul, bertemu dengan Arief Camra, Ketua Umum SYD Indonesia sekaligus Ketua Yayasan Griya Lansia Malang dan pengasuh Griya Yatim Sidoarjo. Di balik proses penyerahan itu, tersimpan kisah seorang ayah yang mengaku tidak mengetahui kesalahan ap4 yang membuat dirinya tidak lagi diterima oleh anak kandungnya. Meski demikian, ia mengatakan telah berulang kali berusaha meminta maaf. KELUARGA MENYERAHKAN TANGGUNG JAWAB PERAWATAN Dalam percakapan yang terek4m, Arief menjelaskan bahwa Griya Lansia pada dasarnya memprioritaskan orang-orang lanjut usia yang tel4ntar di jalanan, pasar, atau tempat umum lainnya. Ia juga menerangkan adanya jalur wakaf bagi keluarga yang ingin menempatkan orang tua di griya tersebut. Menurut penjelasannya, terdapat kuota khusus dengan bi4ya 25 jut4, sedangkan penyerahan secara total memiliki konsekuensi tersendiri. Arief kemudian menjelaskan konsekuensi penyerahan total kepada Ibu Bondan dan Pak Bahrul. “Pemakaman nanti diurus dengan baik, cuma kalau meningg4l tidak kita kabari. Itu sebagai konsekuensi karena jenengan enggak mau mer4wat. Gitu loh. Memang resikonya kayak gitu. Sebenarnya enggak ada, Pak, anak enggak mampu merawat orang tuanya itu. Kalau kita benar-benar pasti mampu. Lah ya kalau serah terima total itu resikonya kayak gitu. Supaya ap4. Supaya jenengan berpikir ulang. Lah tapi kalau jenengan sudah mantap, monggo tanda tangan. Nanti langsung saya bawa ke Malang, saya rawat dengan baik, cuma jenengan secara resiko tidak kami beri akses lagi. Karena jenengan masih sehat, gitu loh. Masih sehat. Harusnya merawat orang tuanya sendiri. Hanya itu. Lah nanti kalau ada rame-rame di media sosial enggak boleh protes jenengan. Kalau jenengan bersedia, maka anak kandung yang tanda tangan. Enggak pakai bi4ya juga enggak pakai. Kalau jenengan oke, tinggal ngisi ini, terus tanda tangan sudah selesai, gim4na.” Dalam percakapan berikutnya, Arief memastikan si4pa yang akan menandatangani dokumen tersebut. “Jadi ini drafnya ini ditandatangani oleh anak kandung. Si4pa yang anak kandung, Jenengan.” Ibu Bondan menjawab: “Ibu.” Ketika dit4nya mengenai urutan anak, Ibu Bondan menjelaskan bahwa dirinya merupakan anak nomor dua dan anak pertama telah meningg4l dunia. “SAYA SENDIRI NGGAK PERNAH TAHU SALAHNYA DI M4NA” Di sisi lain, Pak Suharyono mengungkapkan perasaannya ketika dit4nya ap4kah ia mengetahui kesalahan yang membuat dirinya tidak diterima oleh anak kandungnya. “Saya sendiri nggak pernah tahu saya itu salahnya di m4na, itu lho Pak. Bukan saya nggak introspeksi, tapi... eh walaupun, walaupun saya merasa tidak bersalah, merasanya ya Pak ya, tapi saya tapi sudah berulang kali untuk minta maaf.” Pernyataan tersebut menggambarkan kebingungan yang ia rasakan dalam menghadapi keadaan tersebut. Ia mengaku sudah berusaha meminta maaf meskipun merasa belum memahami persoalan yang membuat hubungannya dengan sang anak menjadi demikian. Ketika pewawancara menyinggvng keputusan penyerahan dirinya secara total kepada pihak griya, Pak Suharyono menjawab singkat. “Alhamdulillah boten nopo-nopo [tidak apa-apa], lillahi ta'ala.” #fyp
#CapCut
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy