@rastagee_: Me sa hipon #tiktokph #tiktokphilippines #foryou #fyp #foryoupage

Rasta G.
Rasta G.
Open In TikTok:
Region: PH
Tuesday 13 October 2026 12:43:53 GMT
166699
9768
43
6496

Music

Download

Comments

taurusx12
taurus♉️ :
Ako na 23yrs old nagkaron ng allergy sa hipon
2026-10-14 04:25:21
26
yourqueensteffi
👑YourQueenSteffi👑 :
Ganyan din ako dati ma 😂 not until na ER ako dahil lang sa 2pcs 😭 ayun never again 😭 miss ko na shrimp and crabs 😭😭😭😭
2026-10-14 02:59:20
18
maejtutor
Maej Tutor :
Hooooooay😭😭😭😂😂
2026-10-14 04:05:15
0
ian.miralles
Ian :
Kapit lang sa cetirizine [Tears of joy]
2026-10-13 16:24:54
8
hato_ynahmers
Hato_ynah :
juskooo mamatay na yata ako kapag ganyan na itsura ko[Crying][Tears of joy]
2026-10-14 05:24:51
0
itsdailylou19
MrsB💃🏻 :
Relate na relate akuuu🥺
2026-10-14 05:26:26
0
hxyzde
Alden :
tapos bc pill pala yung nainom [Crying]
2026-10-14 04:35:00
0
callmecrizx
Momof5 :
😭😭😭😭 sakit loha pighate hahahhahahahaahaha
2026-10-14 04:34:41
0
leclerc_031
⋆❀°ꪑִׂαׂׅׅ᥅݂࣭݂ꪱׅ࣪ᧉ᩠֗ °❀⋆ :
2026-10-14 03:43:46
0
ariomtaberns
Moi :
HAHAHAHAHAHAHAHA
2026-10-13 17:05:46
0
gelolbye
lolgebye :
HAHAHHA kainis ka talaga ma
2026-10-13 14:27:25
1
_itsnotmj_
_badgirlMJ :
HAHAHAHAHA
2026-10-13 23:56:46
0
brendenmendoza
lifebybrenden🧿 :
Hahaha relatemats!🤣
2026-10-14 00:18:46
0
noel37292
Noel :
Bilastine and epinephrine has entered the chat.... 😏
2026-10-14 03:27:49
0
ririayie
Mommy Riri 🩷🩵 :
sige lang
2026-10-14 05:33:16
0
dcdota18
c o l e :
@annjrz 🤣🤣🤣
2026-10-13 22:45:36
1
jdcrstlldlnv
𝐚𝐛𝐞𝐧𝐠🦋 :
@Jaayy✨ HAHAHAHHAHAHAHAHA Tara na mag orange bucket 🤣😭😭
2026-10-13 21:57:11
0
onlymarikit
️ :
🤣🤣🤣
2026-10-14 04:45:15
0
bajhe.826
￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ :
😂😂😂
2026-10-14 04:27:08
0
hjf1986
Mr Huang 🇨🇳🇵🇭 :
🤣🤣🤣
2026-10-14 04:48:17
0
tazzxix
Tazz :
🤣🤣🤣
2026-10-14 04:27:09
0
shimshimi02
Shimshimi02 :
😂😂😂
2026-10-14 04:07:32
0
themelodoggo
Melo :
😂😂😂
2026-10-14 04:04:36
0
chrsthrz
Z :
@Monique
2026-10-14 03:52:22
0
sandssselle
sandsss elle :
😂😂😂
2026-10-13 14:28:28
0
To see more videos from user @rastagee_, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Rosario adalah salah satu doa yang paling dicintai dalam Gereja Katolik. Namun, doa ini juga termasuk doa yang paling mudah didaraskan dengan cara yang kurang tepat. Santo Louis de Montfort, dalam bukunya Rahasia Rosario, mengatakan bahwa mendaraskan Rosario dengan baik justru tidak mudah karena kata-katanya diulang-ulang. Solusinya bukanlah mencari metode baru, melainkan meninggalkan beberapa kebiasaan yang dapat menghilangkan makna dan kedalaman doa tersebut. 1. Terburu-buru ingin menyelesaikan doa Rosario. Santo Louis de Montfort menyebut kebiasaan ini sebagai salah satu kesalahan yang sering terjadi, yaitu ketika seseorang hanya berniat menyelesaikan Rosario secepat mungkin, bahkan menggumamkan doa hingga kata-katanya hampir tidak terdengar dengan jelas. Berdoalah dengan cukup perlahan agar Anda sungguh-sungguh menghayati setiap kata yang diucapkan. Mendaraskan satu Rosario penuh biasanya membutuhkan waktu sekitar 15-20 menit, bukan seperti perlombaan yang harus diselesaikan secepat mungkin. 2. Melewatkan peristiwa-peristiwa Rosario. Doa Salam Maria memang memberikan irama dalam Rosario, tetapi peristiwa-peristiwa Rosario merupakan inti permenungannya. Tanpa merenungkan peristiwa-peristiwa tersebut, Rosario dapat berubah menjadi sekadar pengulangan kata-kata. Sebutkan peristiwa yang akan direnungkan sebelum memulai setiap sepuluh Salam Maria. Bayangkan atau renungkan satu adegan dari peristiwa tersebut, meskipun secara sederhana. Inilah salah satu alasan Santo Yohanes Paulus II menyebut Rosario sebagai ringkasan Injil. 3. Berdoa tanpa intensi atau ujud doa yang jelas. Santo Louis de Montfort juga mengingatkan tentang kesalahan ini: ketika seseorang ditanya rahmat apa yang sedang dimohonkannya melalui doa Rosario, ia bahkan tidak tahu harus menjawab apa. Melalui setiap peristiwa Rosario, mohonlah satu kebajikan yang diajarkan oleh peristiwa tersebut atau mintalah kekuatan untuk melawan dosa nyata yang sedang Anda perjuangkan. Sebutkan nama seseorang yang ingin Anda doakan. Ungkapkan kebutuhan atau pergumulan yang sedang Anda hadapi kepada Tuhan. 4. Menganggap Rosario sebagai jimat keberuntungan. Rosario yang telah diberkati merupakan sebuah sakramentali, bukan benda pembawa keberuntungan. Rahmat tidak berasal dari seutas tali Rosario yang disimpan di saku atau digantungkan pada cermin. Sebaliknya, rahmat berasal dari Allah, yang kita hampiri melalui doa dengan iman. Kepercayaan dan pengharapan kita harus tertuju kepada Tuhan, bukan kepada benda itu sendiri. 5. Berhenti berdoa karena pikiran mulai melayang. Pikiran yang mudah teralihkan merupakan hal yang wajar dalam doa. Hal itu bukan bukti bahwa Anda telah gagal berdoa. Katekismus Gereja Katolik menjelaskan bahwa gangguan pikiran merupakan salah satu kesulitan yang sering dialami dalam kehidupan doa (KGK 2729). Ketika menyadari bahwa pikiran Anda mulai melayang ke mana-mana, kembalilah berdoa dengan tenang dan lembut. Nasihat Santo Louis de Montfort sederhana: teruslah berdoa, bahkan ketika Anda tidak merasakan penghayatan atau kehangatan rohani yang istimewa. 6. Menjadikan Rosario hanya tentang Bunda Maria. Lima puluh tiga kali doa Salam Maria mungkin terlihat seperti inti dari Rosario. Namun, sesungguhnya bukan itu tujuan utamanya. Setiap Salam Maria mengarahkan kita kepada Yesus, dan setiap peristiwa Rosario mengajak kita merenungkan kehidupan, sengsara, wafat, dan kemuliaan-Nya. 7. Menggunakan Rosario sebagai pengganti Misa Kudus. Doa Rosario memang sangat berharga dan memiliki kekuatan rohani yang besar. Namun, Rosario bukanlah Ekaristi.
Rosario adalah salah satu doa yang paling dicintai dalam Gereja Katolik. Namun, doa ini juga termasuk doa yang paling mudah didaraskan dengan cara yang kurang tepat. Santo Louis de Montfort, dalam bukunya Rahasia Rosario, mengatakan bahwa mendaraskan Rosario dengan baik justru tidak mudah karena kata-katanya diulang-ulang. Solusinya bukanlah mencari metode baru, melainkan meninggalkan beberapa kebiasaan yang dapat menghilangkan makna dan kedalaman doa tersebut. 1. Terburu-buru ingin menyelesaikan doa Rosario. Santo Louis de Montfort menyebut kebiasaan ini sebagai salah satu kesalahan yang sering terjadi, yaitu ketika seseorang hanya berniat menyelesaikan Rosario secepat mungkin, bahkan menggumamkan doa hingga kata-katanya hampir tidak terdengar dengan jelas. Berdoalah dengan cukup perlahan agar Anda sungguh-sungguh menghayati setiap kata yang diucapkan. Mendaraskan satu Rosario penuh biasanya membutuhkan waktu sekitar 15-20 menit, bukan seperti perlombaan yang harus diselesaikan secepat mungkin. 2. Melewatkan peristiwa-peristiwa Rosario. Doa Salam Maria memang memberikan irama dalam Rosario, tetapi peristiwa-peristiwa Rosario merupakan inti permenungannya. Tanpa merenungkan peristiwa-peristiwa tersebut, Rosario dapat berubah menjadi sekadar pengulangan kata-kata. Sebutkan peristiwa yang akan direnungkan sebelum memulai setiap sepuluh Salam Maria. Bayangkan atau renungkan satu adegan dari peristiwa tersebut, meskipun secara sederhana. Inilah salah satu alasan Santo Yohanes Paulus II menyebut Rosario sebagai ringkasan Injil. 3. Berdoa tanpa intensi atau ujud doa yang jelas. Santo Louis de Montfort juga mengingatkan tentang kesalahan ini: ketika seseorang ditanya rahmat apa yang sedang dimohonkannya melalui doa Rosario, ia bahkan tidak tahu harus menjawab apa. Melalui setiap peristiwa Rosario, mohonlah satu kebajikan yang diajarkan oleh peristiwa tersebut atau mintalah kekuatan untuk melawan dosa nyata yang sedang Anda perjuangkan. Sebutkan nama seseorang yang ingin Anda doakan. Ungkapkan kebutuhan atau pergumulan yang sedang Anda hadapi kepada Tuhan. 4. Menganggap Rosario sebagai jimat keberuntungan. Rosario yang telah diberkati merupakan sebuah sakramentali, bukan benda pembawa keberuntungan. Rahmat tidak berasal dari seutas tali Rosario yang disimpan di saku atau digantungkan pada cermin. Sebaliknya, rahmat berasal dari Allah, yang kita hampiri melalui doa dengan iman. Kepercayaan dan pengharapan kita harus tertuju kepada Tuhan, bukan kepada benda itu sendiri. 5. Berhenti berdoa karena pikiran mulai melayang. Pikiran yang mudah teralihkan merupakan hal yang wajar dalam doa. Hal itu bukan bukti bahwa Anda telah gagal berdoa. Katekismus Gereja Katolik menjelaskan bahwa gangguan pikiran merupakan salah satu kesulitan yang sering dialami dalam kehidupan doa (KGK 2729). Ketika menyadari bahwa pikiran Anda mulai melayang ke mana-mana, kembalilah berdoa dengan tenang dan lembut. Nasihat Santo Louis de Montfort sederhana: teruslah berdoa, bahkan ketika Anda tidak merasakan penghayatan atau kehangatan rohani yang istimewa. 6. Menjadikan Rosario hanya tentang Bunda Maria. Lima puluh tiga kali doa Salam Maria mungkin terlihat seperti inti dari Rosario. Namun, sesungguhnya bukan itu tujuan utamanya. Setiap Salam Maria mengarahkan kita kepada Yesus, dan setiap peristiwa Rosario mengajak kita merenungkan kehidupan, sengsara, wafat, dan kemuliaan-Nya. 7. Menggunakan Rosario sebagai pengganti Misa Kudus. Doa Rosario memang sangat berharga dan memiliki kekuatan rohani yang besar. Namun, Rosario bukanlah Ekaristi.

About