@toridunaway: what I eat in a day in a calorie deficit! For me, staying consistent is so much easier when I’m still eating meals I genuinely look forward to! I’m keeping protein high and being mindful of my calories, without feeling like I have to completely change the way I like to eat! Want more high protein recipes that make staying in a calorie deficit feel easier? My cookbook is linked in my bio✨

Tori Dunaway
Tori Dunaway
Open In TikTok:
Region: US
Tuesday 13 October 2026 23:07:20 GMT
164245
8815
32
231

Music

Download

Comments

savannah_d01
Savannah :
I need dunkaroo dip recipe asap
2026-10-14 04:15:28
28
emalt28
Emily - Part time SAHM :
I need the dunkaroo dip!
2026-10-14 15:49:45
5
superfittim
superfittim :
Toss this all in the Maxxd app
2026-10-16 00:26:56
0
albalaricoque
🪩Ricoque🪩 :
genuine question, is this enough fibre?
2026-10-15 12:50:26
3
sarah.castro8484
Sarah Castro :
what Sausage did u use? I've tried every brand of chicken is gross no matter flavor. turkey is hard to find. currently use Columbus Turkey bacon.
2026-10-15 18:56:13
0
katrinakrell
katrinakrell :
Could you possibly tell me how much of each thing was for dinner? How much grams each things was? Cause that looks like a lot for only 369 calories and it seems right up my alley.
2026-10-14 01:52:19
8
libertyallain
Liberty Allain :
Omg would love the PB chocolate mousse
2026-10-15 14:09:15
1
isabelle_173
isabelle_173 :
Recipe for lunch pls x
2026-10-13 23:23:31
4
sweetest.taboo.23
Krystle NG :
Oh those honey cinnamon cookies from Simple Mills got me in a CHOKEHOLD IM TELLING YA😭😭😩😩
2026-10-15 11:54:58
4
rubiinprogress
RubiInProgress :
Wait the dunkaroo dip looks delicious
2026-10-14 02:28:59
11
maggiecheramie
Maggie Cheramie :
That rice looks so good!!
2026-10-14 02:20:08
1
savannah_wells2
Savannah Erickson :
How tall are you and is around 1700 maintenance for you??
2026-10-14 12:53:14
0
breezy39021
Ryan :
I’m here for the dunkaroo
2026-10-15 01:00:32
0
garcianereydacontreras
garcianereydacontreras :
Omg the dip and pb mousse 😊
2026-10-15 00:39:19
0
megansusnjara
Megan Susnjara :
Thank you for showing a realistic day of food 👏
2026-10-14 13:21:40
0
donnaweynand1
donnaweynand1 :
Recipes please!
2026-10-14 22:15:12
0
bkdomon42
bkdomon42 :
Love to have these recipes
2026-10-14 01:57:07
0
billyjoegray5
BillyJoe Gray :
hi
2026-10-14 17:39:18
0
builtbylina.j19
Lina.J19 :
Recipe pls
2026-10-14 02:55:57
0
mommaofmasons
mommaofmasons :
dunkaroo dip?? 😍😍
2026-10-15 03:51:06
0
rebecca.jayne38
Rebecca Jayne :
yeeess!!👌😍
2026-10-15 21:12:22
0
lattinpaige
Paige l First Time Mumma :
Recipe for lunch and dinner please x
2026-10-14 11:03:07
0
caaada2026
Casey D :
It’s working great
2026-10-14 03:56:22
0
xmelodyx777
Melody :
Oh awesome ! She has a recipe book on her bio 🔥
2026-10-14 16:11:51
0
user7983099405296
user7983099405296 :
What sausages are those for breakfast?
2026-10-14 22:37:17
0
To see more videos from user @toridunaway, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Al-Ghazali bukan orang biasa. Ia mencapai puncak karier sebagai intelektual paling dihormati di zamannya, dipuja di istana, diikuti ribuan murid. Tapi di puncak itu justru hatinya kosong, diserang keraguan akut yang tidak bisa dijawab oleh teologi, filsafat, atau kedudukan sekalipun. Ia lalu meninggalkan semua jabatan dan kemasyhurannya, memilih menyepi bertahun-tahun untuk mencari satu jawaban saja. Dari pergolakan batin itu lahir Kimiya Saadah, kitab yang ia tulis bukan sebagai teori, melainkan sebagai resep yang ia uji pada dirinya sendiri. Al-Ghazali menulis bahwa di dalam batin setiap manusia hidup empat sifat sekaligus: sifat hewan ternak yang puas dengan makan, tidur, dan syahwat, sifat hewan buas yang puas ketika menyerang dan melukai, sifat setan yang puas dengan tipu daya dan kelicikan, serta sifat malaikat yang hanya tenang saat menyaksikan keindahan Tuhan. Empat sifat ini bukan dongeng, mereka bertarung setiap hari di dalam dirimu, dan siapa pun yang menang akan menentukan ke mana hidupmu berlabuh. Sebagian orang menghabiskan seluruh umur melayani sifat hewan dan setan, lalu heran mengapa hatinya tidak pernah tenang. Al-Ghazali menggambarkan manusia seperti sebuah kerajaan. Hati nurani duduk sebagai raja, akal menjadi penasihat, syahwat diberi jabatan gubernur, amarah dipasang sebagai polisi, dan seluruh anggota tubuh adalah rakyat pekerja yang menjalankan perintah. Masalahnya, di hidup kebanyakan manusia, susunan ini terbalik. Syahwat naik takhta, amarah mengambil alih istana, sedangkan raja yang sesungguhnya, hati nurani, dikurung dan dibungkam. Ketika rakyat memerintah raja, kekacauan itulah yang dirasakan sebagai gelisah tanpa sebab. Judul kitab ini diambil dari ilmu kimia kuno, usaha para alkemis mengubah logam biasa menjadi emas. Al-Ghazali memakai metafora itu secara sengaja, sebab menurutnya jiwa manusia pun bisa ditempa dari sesuatu yang kasar menjadi sesuatu yang mulia, asal tahu bahan dan prosesnya. Empat bahan utamanya adalah mengenal diri, mengenal Tuhan, mengenal hakikat dunia, dan mengenal hakikat akhirat. Tanpa mengenal diri, seseorang tidak akan pernah sampai mengenal Tuhan, karena pintu menuju Tuhan menurutnya justru dimulai dari dalam dada sendiri, bukan dari luar. Kebahagiaan tubuh, kata Al-Ghazali, selalu berumur pendek. Kenyang akan lapar lagi, tidur akan lelah lagi, kemenangan hari ini akan basi esok hari. Ia menyebut semua itu hanya bahagia semu yang dipinjam sementara oleh raga yang fana. Kebahagiaan sejati, menurutnya, hanya ada pada makrifatullah, saat hati mengenal dan menyaksikan Tuhannya secara langsung. Kebahagiaan jenis ini justru tidak berkurang oleh kematian, bahkan bertambah, karena kematian baginya adalah pintu, bukan akhir dari pertemuan itu. Al-Ghazali tidak memberi teori kosong. Dalam kitab ini ia menuntun langkah nyata, mulai dari mengenali sifat mana yang paling menguasai dirimu sekarang, melatih hati lewat zuhud dan mujahadah, sampai menata ulang siapa yang seharusnya memegang takhta dalam kerajaan dirimu. Semua resep itu tertulis lengkap dalam Proses Kebahagiaan – Kimiya Saadah, terjemahan yang membuat kitab abad kesebelas ini terasa seperti ditulis untuk keresahanmu hari ini.
Al-Ghazali bukan orang biasa. Ia mencapai puncak karier sebagai intelektual paling dihormati di zamannya, dipuja di istana, diikuti ribuan murid. Tapi di puncak itu justru hatinya kosong, diserang keraguan akut yang tidak bisa dijawab oleh teologi, filsafat, atau kedudukan sekalipun. Ia lalu meninggalkan semua jabatan dan kemasyhurannya, memilih menyepi bertahun-tahun untuk mencari satu jawaban saja. Dari pergolakan batin itu lahir Kimiya Saadah, kitab yang ia tulis bukan sebagai teori, melainkan sebagai resep yang ia uji pada dirinya sendiri. Al-Ghazali menulis bahwa di dalam batin setiap manusia hidup empat sifat sekaligus: sifat hewan ternak yang puas dengan makan, tidur, dan syahwat, sifat hewan buas yang puas ketika menyerang dan melukai, sifat setan yang puas dengan tipu daya dan kelicikan, serta sifat malaikat yang hanya tenang saat menyaksikan keindahan Tuhan. Empat sifat ini bukan dongeng, mereka bertarung setiap hari di dalam dirimu, dan siapa pun yang menang akan menentukan ke mana hidupmu berlabuh. Sebagian orang menghabiskan seluruh umur melayani sifat hewan dan setan, lalu heran mengapa hatinya tidak pernah tenang. Al-Ghazali menggambarkan manusia seperti sebuah kerajaan. Hati nurani duduk sebagai raja, akal menjadi penasihat, syahwat diberi jabatan gubernur, amarah dipasang sebagai polisi, dan seluruh anggota tubuh adalah rakyat pekerja yang menjalankan perintah. Masalahnya, di hidup kebanyakan manusia, susunan ini terbalik. Syahwat naik takhta, amarah mengambil alih istana, sedangkan raja yang sesungguhnya, hati nurani, dikurung dan dibungkam. Ketika rakyat memerintah raja, kekacauan itulah yang dirasakan sebagai gelisah tanpa sebab. Judul kitab ini diambil dari ilmu kimia kuno, usaha para alkemis mengubah logam biasa menjadi emas. Al-Ghazali memakai metafora itu secara sengaja, sebab menurutnya jiwa manusia pun bisa ditempa dari sesuatu yang kasar menjadi sesuatu yang mulia, asal tahu bahan dan prosesnya. Empat bahan utamanya adalah mengenal diri, mengenal Tuhan, mengenal hakikat dunia, dan mengenal hakikat akhirat. Tanpa mengenal diri, seseorang tidak akan pernah sampai mengenal Tuhan, karena pintu menuju Tuhan menurutnya justru dimulai dari dalam dada sendiri, bukan dari luar. Kebahagiaan tubuh, kata Al-Ghazali, selalu berumur pendek. Kenyang akan lapar lagi, tidur akan lelah lagi, kemenangan hari ini akan basi esok hari. Ia menyebut semua itu hanya bahagia semu yang dipinjam sementara oleh raga yang fana. Kebahagiaan sejati, menurutnya, hanya ada pada makrifatullah, saat hati mengenal dan menyaksikan Tuhannya secara langsung. Kebahagiaan jenis ini justru tidak berkurang oleh kematian, bahkan bertambah, karena kematian baginya adalah pintu, bukan akhir dari pertemuan itu. Al-Ghazali tidak memberi teori kosong. Dalam kitab ini ia menuntun langkah nyata, mulai dari mengenali sifat mana yang paling menguasai dirimu sekarang, melatih hati lewat zuhud dan mujahadah, sampai menata ulang siapa yang seharusnya memegang takhta dalam kerajaan dirimu. Semua resep itu tertulis lengkap dalam Proses Kebahagiaan – Kimiya Saadah, terjemahan yang membuat kitab abad kesebelas ini terasa seperti ditulis untuk keresahanmu hari ini.

About